Teguhkan Pemahaman, Wagub Jihan: Fiqih Wanita Bekal Perempuan Berperan di Keluarga & Ruang Publik
- account_circle Rojali wartawan way kanan
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- print Cetak

Fiqih Wanita Jadi Bekal Perempuan dalam Kehidupan Keluarga dan Masyarakat
TULANG BAWANG,wartahukum.id—Fiqih wanita menjadi bekal penting bagi perempuan dalam menjalankan peran di keluarga, masyarakat, hingga ruang publik. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung, , saat menghadiri Seminar Interaktif Fiqih Wanita yang digelar Pondok Pesantren Al-Qudsi di Tulang Bawang, Rabu (24/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Jihan Nurlela menegaskan bahwa pemahaman fiqih wanita tidak hanya berkaitan dengan ibadah mahdhah, tetapi juga menjadi pedoman bagi perempuan dalam menjalankan berbagai peran sosial dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
-
Pemahaman Fiqih Wanita Muliakan Peran Perempuan
Menurut Wakil Gubernur Lampung, pemahaman yang baik mengenai fiqih wanita akan membantu perempuan menjalankan perannya secara optimal sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
“Pemahaman fiqih yang utuh akan memuliakan peran perempuan. Perempuan Lampung harus cerdas, berakhlak, dan berdaya, sehingga kontribusinya nyata untuk pembangunan daerah,” ujar Jihan.
Ia menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang kuat sekaligus mendukung kemajuan daerah melalui berbagai bidang kehidupan.
-
Seminar Jadi Ruang Dialog yang Edukatif
Seminar Interaktif Fiqih Wanita yang diselenggarakan Pondok Pesantren Al-Qudsi menghadirkan ruang dialog yang sehat, inklusif, dan mencerahkan bagi para peserta.
Selain itu, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi santriwati dan peserta untuk memperdalam pemahaman keagamaan serta mendiskusikan berbagai persoalan perempuan dalam perspektif Islam.
-
Perkuat Peran Pesantren dalam Mencetak SDM Berkualitas
Jihan Nurlela juga mengapresiasi peran pondok pesantren yang terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berakhlak dan memiliki daya saing.
Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
-
Dihadiri Tokoh Agama dan Perempuan Tulang Bawang
Kegiatan seminar tersebut dihadiri oleh para kyai dan pengasuh pondok pesantren, santriwati, serta tokoh perempuan dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulang Bawang.
Melalui seminar ini, diharapkan pemahaman mengenai fiqih wanita semakin kuat sehingga perempuan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam keluarga, masyarakat, maupun pembangunan daerah.
Penulis: Rojali
- Penulis: Rojali wartawan way kanan




