Kritik Mendes Yandri Tutup Alfamart, Indomart, dan MaduraMart
- account_circle Muhammad Toyyib
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- print Cetak

Jakarta, wartahukum.id — Ormas Madas Nusantara mengecam keras keputusan Menteri Desa, Yandri Susanto, yang berniat menutup seluruh gerai Alfamart, Indomart, dan Warung Madura (MaduraMart) di Indonesia. Kebijakan itu dinilai merugikan ekonomi rakyat dan mengancam mata pencaharian ribuan pekerja.
Ketua Umum Madas Nusantara, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menegaskan, “Seharusnya koperasi bertujuan mensejahterakan rakyat, bukan menyengsarakan mereka.” Pernyataan ini disampaikan dalam dialog media di Jakarta, menyoroti konflik antara keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan ritel modern yang lebih dulu hadir.
Warung Modern vs Koperasi Desa
Menurut Jusuf Rizal, saat ini terdapat sekitar 42.000 warung ritel modern: 22.682 Indomart dan 20.120 Alfamart. Sementara Warung Madura jumlahnya mencapai ratusan ribu, tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Ia menilai, tindakan menutup gerai yang sudah mapan tanpa aturan jelas akan mematikan ekonomi sektor informal.
“Yandri Susanto harus fokus pada tupoksi Kemendes. Jika terkait koperasi, itu urusan Menteri Koperasi, Ferry Juliantora. Jangan sampai ekonomi rakyat jadi korban,” tegas Jusuf Rizal, yang juga aktif di LSM LIRA dan KSPSI.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Jusuf Rizal menekankan, penutupan gerai Alfamart, Indomart, dan MaduraMart akan berdampak langsung pada PHK ratusan ribu pekerja. “Kalau hanya untuk mendapat pujian, kebijakan seperti ini akan merusak ekonomi Pancasila yang berkeadilan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti investasi dan regulasi yang melindungi gerai-gerai tersebut. “Tidak bisa seenaknya menutup. Kalau rugi, siapa yang ganti investasi masyarakat?” tambah Jusuf Rizal.
Kritik Terhadap KDMP
Madas Nusantara juga menilai KDMP belum siap menggantikan peran ritel modern. “KDMP di Blok M sudah tujuh bulan berjalan, masih minus dan banyak tutup. Sekarang sudah berani bermimpi menggusur Alfamart dan Indomart?” kata Jusuf Rizal.
Aksi Penolakan
Ormas Madas Nusantara berencana menggalang karyawan gerai tersebut untuk demonstrasi di Kemendes, Kemenkop, DPR, dan Istana Presiden. Mereka menuntut peninjauan ulang kebijakan yang dianggap kapitalis dan merugikan rakyat.
“Kami akan hadang kebijakan ini demi kepentingan pekerja dan ekonomi rakyat. Negara ini bukan milik segelintir orang yang seenaknya menggusur,” tegas Jusuf Rizal menutup pernyataannya.
- Penulis: Muhammad Toyyib



