Kelangkaan Solar Diduga Masih Terjadi, Antrean Kendaraan Mengular di Rest Area KM 39 Tol Japek
- account_circle Andri Sunarya
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- print Cetak

Diduga Kelangkaan Solar Masih Terjadi, Antrean Kendaraan Mengular di Rest Area KM 39 Tol Japek
Karawang, WARTA HUKUM – Kelangkaan solar diduga masih terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Rest Area Tol Jakarta–Cikampek (Japek). Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di Rest Area KM 39 arah Cikampek pada Kamis (6/8/2026), ketika antrean kendaraan, terutama truk angkutan barang, terlihat mengular hingga memicu perlambatan arus lalu lintas.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan diduga mencapai sekitar satu kilometer. Barisan kendaraan yang menunggu giliran mengisi solar bahkan terlihat memanjang hingga mendekati badan jalan tol. Kondisi tersebut diduga berdampak terhadap kelancaran lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek karena laju kendaraan di sekitar lokasi menjadi lebih lambat.
Antrean Panjang Diduga Ganggu Arus Lalu Lintas
Panjangnya antrean kendaraan membuat pengendara yang melintas harus lebih berhati-hati. Kepadatan lalu lintas di sekitar pintu masuk rest area menyebabkan kendaraan melambat dan berpotensi menimbulkan antrean lanjutan apabila tidak segera terurai.
Pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan Rest Area KM 39 guna menghindari potensi kecelakaan akibat perlambatan mendadak.
Situasi tersebut juga menjadi perhatian para pelaku usaha transportasi, mengingat rest area di jalur Tol Jakarta–Cikampek merupakan salah satu titik penting bagi kendaraan logistik yang melakukan perjalanan antardaerah.
Sopir Truk Berharap Pasokan Solar Segera Normal
Sejumlah sopir truk mengaku harus menunggu cukup lama untuk memperoleh solar bersubsidi. Waktu tunggu yang panjang dinilai berpotensi menghambat jadwal distribusi barang dan meningkatkan biaya operasional transportasi.
Mereka berharap pasokan BBM bersubsidi dapat segera kembali normal sehingga aktivitas distribusi logistik tidak terganggu dan antrean panjang di SPBU dapat segera terurai.
Kelancaran distribusi BBM bersubsidi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan rantai pasok berbagai kebutuhan masyarakat, terutama bagi sektor angkutan barang yang bergantung pada ketersediaan solar.
Masih Menunggu Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola jalan tol, pengelola SPBU, maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti antrean panjang tersebut. Demikian pula, belum terdapat penjelasan resmi mengenai kondisi pasokan solar bersubsidi di lokasi.
Karena itu, informasi mengenai dugaan kelangkaan solar maupun penyebab antrean kendaraan masih menunggu hasil konfirmasi dari pihak-pihak yang berwenang. WARTA HUKUM tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan akan memperbarui informasi setelah memperoleh pernyataan resmi dari instansi terkait.
Publik Berharap Ada Langkah Cepat
Masyarakat berharap pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga, pengelola SPBU, serta instansi terkait segera melakukan evaluasi dan memastikan distribusi solar bersubsidi berjalan lancar. Langkah cepat dinilai penting agar antrean kendaraan tidak terus berulang, kelancaran arus lalu lintas tetap terjaga, serta aktivitas distribusi logistik nasional tidak mengalami hambatan yang dapat berdampak pada perekonomian.
Penerbitan: Andri Sunarya
- Penulis: Andri Sunarya




