Breaking News
light_mode

Penculikan Jesslyn Wijaya Jadi Sorotan, Parsindo Sebut Kasus Ini Pertaruhkan Wibawa Pemerintahan Prabowo

  • account_circle Muhammad Toyyib
  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • print Cetak

JAKARTA – Wartahukum.id – Penculikan Jesslyn Wijaya menjadi sorotan publik setelah putri pengusaha Pontu Wijaya itu dilaporkan diduga menjadi korban penculikan atau perampasan kemerdekaan di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Peristiwa yang terjadi di tempat umum tersebut memicu perhatian berbagai pihak, termasuk Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo), yang menilai kasus ini harus ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB saat korban hendak menghadiri perayaan ulang tahun neneknya. Hingga kini, keberadaan Jesslyn Wijaya masih belum diketahui, sementara proses penyelidikan terus dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat.

Penculikan Jesslyn Wijaya Dinilai Cederai Rasa Aman Publik

Ketua Umum Partai Parsindo, KRH. HM. Jusuf Rizal, menyatakan peristiwa tersebut bukan sekadar tindak pidana biasa. Menurutnya, dugaan penculikan di ruang publik dapat berdampak terhadap rasa aman masyarakat dan menjadi perhatian serius pemerintah.

“Ini berbahaya jika negara tidak bisa melindungi warganya. Apalagi diculik ditempat umum, kemudian dibawa kabur ke Luar Negeri. Kredibilitas Presiden Prabowo dan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo dipertaruhkan. Ini pekerjaan mafia yang mau merusak reputasi pemerintahan Prabowo,” tegas Jusuf Rizal.

Jusuf Rizal juga membandingkan penegakan hukum pada masa pemerintahan Presiden RI ke-2, HM Soeharto.

“Di era kepemimpinan Presiden RI ke-2, Bapak HM. Soeharto, tindakan kepada para penjahat sangat tegas. Para penjahat tidak bisa berulah. Masyarakat pun aman. Ada baiknya Presiden Prabowo habisi para penjahat dan berlakukan Petrus (Penembak Misterius), termasuk kepada para koruptor kakap.”

Pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber dan menjadi bagian dari respons politik atas kasus yang sedang berlangsung.

Korban Diduga Dibawa Paksa di Depan Keluarga

Jesslyn Wijaya dikenal sebagai atlet golf sekaligus putri pengusaha Pontu Wijaya. Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa terjadi ketika keluarga sedang mempersiapkan acara ulang tahun.

Saat lagu ulang tahun hendak diputar, korban diduga tiba-tiba ditutup matanya, kemudian diangkat dan dibopong oleh beberapa pria bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam.

Saksi menyebut terdapat sekitar lima pria di lokasi kejadian. Korban sempat berteriak meminta pertolongan dan berusaha keluar dari kendaraan. Namun upaya tersebut gagal karena korban tetap ditahan di dalam mobil sebelum kendaraan meninggalkan lokasi.

Sejak saat itu, telepon seluler korban tidak lagi dapat dihubungi dan pihak keluarga kehilangan kontak dengan Jesslyn.

Polisi Lakukan Penyelidikan, CCTV Restoran Tidak Berfungsi

Laporan dugaan penculikan tersebut telah diterima Polres Metro Jakarta Pusat. Setelah menerima laporan, penyidik segera mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Kasus ini diduga dapat dijerat menggunakan Pasal 450 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan/atau Pasal 446 KUHP terkait dugaan tindak pidana penculikan dan perampasan kemerdekaan.

Dalam proses penyelidikan, muncul fakta yang menjadi perhatian penyidik. Rekaman CCTV di restoran tempat kejadian diketahui tidak berfungsi sehingga penyidik tidak dapat memperoleh rekaman visual yang diharapkan.

Hingga kini, aparat masih mendalami apakah kondisi tersebut memiliki keterkaitan dengan peristiwa yang sedang diselidiki.

Korban Diduga Berada di Malaysia

Tim penyidik juga melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi, termasuk apartemen korban di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Namun Jesslyn belum berhasil ditemukan.

Berdasarkan hasil pelacakan sementara dari pelapor, diperoleh informasi bahwa pada 14 Juli 2026 korban diduga melakukan perjalanan ke Malaysia. Selain itu, perangkat telepon seluler korban sempat terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran sebelum akhirnya tidak lagi terlacak.

Informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan terus didalami penyidik.

Kuasa Hukum Minta Penanganan Profesional

Penasihat hukum korban, Ir. Andi Darti SH MH, berharap kepolisian dapat menangani perkara secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap Polres Jakarta Pusat terus melakukan langkah-langkah penelusuran dan penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel,” kata Andi di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Ia menambahkan:

“Apabila telah diperoleh bukti permulaan yang cukup sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku, kami berharap penanganan perkara dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan sehingga seluruh fakta dapat diungkap secara tuntas.”

Andi juga mengajak masyarakat untuk membantu proses pencarian apabila memiliki informasi mengenai keberadaan korban.

“Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan korban agar menyampaikan informasi kepada penyidik guna membantu proses penegakan hukum dan upaya penyelamatan serta perlindungan terhadap korban.”

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta di balik dugaan penculikan tersebut serta memastikan keberadaan Jesslyn Wijaya.

Penerbit: Muhammad Toyyib


 

  • Penulis: Muhammad Toyyib

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Lahan Sawit 15 Hektare di Lubuk Mumpo Berhasil Dipadamkan

    Kebakaran Lahan Sawit 15 Hektare di Lubuk Mumpo Berhasil Dipadamkan

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Dede Yusri, kaperwil sum-sel
    • 0Komentar

    Kebakaran Lahan Sawit di Lubuk Mumpo Ditangani hingga Proses Pendinginan MUARA ENIM,wartahukum.id—Kebakaran lahan sawit terjadi di area kebun masyarakat di Desa Lubuk Mumpo, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (2/10/2026). Kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 15 hektare lahan kebun sawit masyarakat. Lokasi kejadian berada sekitar 1 kilometer dari Blok 07 Divisi 4 […]

  • Pilkati di Lahan Sengketa Tubaba Tetap Digelar, Kesepakatan Penundaan Dipertanyakan

    Pilkati di Lahan Sengketa Tubaba Tetap Digelar, Kesepakatan Penundaan Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Mimi ka biro lampung utara
    • 0Komentar

    Pemungutan Suara di Karta Tanjung Selamat Picu Keberatan Masyarakat Adat Buay Perja   LAMPUNG UTARA, WartaHukum.id – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati) di Tiyuh Karta Tanjung Selamat, Kecamatan Tulangbawang Udik (TBU), Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), pada Rabu (21/10/2026), menuai keberatan dari masyarakat adat Buay Perja. Pemungutan suara tersebut dipersoalkan karena berlangsung ketika sengketa tapal batas […]

  • Polres Way Kanan Gelar Nobar Portugal Vs Kroasia, Warga Bumi Ratu Antusias

    Polres Way Kanan Gelar Nobar Portugal Vs Kroasia, Warga Bumi Ratu Antusias

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Rojali
    • 0Komentar

    Polres Way Kanan Gelar Nobar Portugal Vs Kroasia, Warga Bumi Ratu Antusias WAY KANAN, WartaHukum.id – Polres Way Kanan menggelar nonton bareng / nobar babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan Portugal melawan Kroasia ditayangkan di Balai Kampung Bumi Ratu, Jumat 3/7/2026 pukul 06.00 WIB. *Nobar Jadi Sarana Silaturahmi Polri dan Warga*  Kegiatan ini dihadiri […]

  • Kasus Kekerasan Pelajar Viral, Polisi Cirebon Amankan Tiga

    Kasus Kekerasan Pelajar Viral, Polisi Cirebon Amankan Tiga

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Wahidin biro cirebon
    • 0Komentar

    Video Kekerasan Pelajar Viral di Instagram, Polisi Bergerak Cepat   CIREBON KOTA,wartahukum.id—Kasus kekerasan terhadap seorang pelajar yang videonya viral di media sosial berhasil diungkap Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur. Polisi mengamankan tiga terduga pelaku pada Jumat (04/09/2026), setelah melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman video yang beredar luas di Instagram. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (02/09/2026) […]

  • Rapim JPKP Lampung Tegaskan Soliditas, Totok Yulianto Dorong Juliansyah Lubis Perkuat Organisasi

    Rapim JPKP Lampung Tegaskan Soliditas, Totok Yulianto Dorong Juliansyah Lubis Perkuat Organisasi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Warta Hukum
    • 0Komentar

    Rapim JPKP Lampung Jadi Momentum Penguatan Organisasi Bandar Lampung, wartahukum.id — Rapim JPKP Lampung menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal organisasi relawan di Provinsi Lampung. Dalam forum tersebut, Penasehat JPKP Provinsi Lampung, Totok Yulianto, memberikan dukungan penuh kepada Juliansyah Lubis usai kembali terpilih sebagai Ketua DPW JPKP Provinsi Lampung periode 2026–2031, Sabtu (16/5/2026). Totok menilai […]

  • Dek Fadh Temui Yusril, Bahas Agenda Strategis Aceh

    Dek Fadh Temui Yusril, Bahas Agenda Strategis Aceh

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Helmy kaperwil Aceh
    • 0Komentar

    Wagub Aceh dan Bupati Aceh Tengah Bahas Pembangunan serta Kebijakan Aceh dengan Pemerintah Pusat JAKARTA,wartahukum.id — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), didampingi Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, bertemu Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra di Kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi Pemerintah […]

expand_less