Wagub Aceh Hadiri Kenduri Maulid di Kaye Jatoe
- account_circle Helmy kaperwil Aceh
- calendar_month 29 menit yang lalu
- print Cetak

Wagub Aceh Hadiri Kenduri Maulid, Tradisi Bungkus Daun Tetap Terjaga
PIDIE,wartahukum.id—Wakil Gubernur Aceh Fadlullah, S.E., menghadiri kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Kaye Jatoe, Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Minggu (13/9/2026).
Kehadiran Fadlullah disambut suasana kenduri yang kental dengan tradisi masyarakat, mulai dari penyajian hidangan dalam bungkus daun hingga makan bersama sebagai bagian dari perayaan Maulid.
Usai salat Zuhur, Fadlullah didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Aceh Akar Arafat, S.STP., M.Si., bersama rombongan, berbaur dengan masyarakat dalam kenduri yang digelar di musala setempat.
-
Hidangan Kenduri Maulid Disajikan dalam Bungkus Daun Khas Tradisi Masyarakat
Aroma masakan khas kenduri menguar dari halaman musala. Beragam hidangan, mulai dari ikan, daging, sayuran, hingga aneka masakan khas Aceh, tersaji dalam bungkus daun.
Masyarakat setempat masih mempertahankan tradisi tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan kenduri Maulid.
Hidangan kenduri berasal dari sumbangan warga yang mampu dan secara sukarela mengantarkannya ke musala untuk dinikmati bersama.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi ajang makan bersama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan antarwarga.
-
Makanan Kenduri yang Tersisa Dibungkus Kembali untuk Dibawa Pulang
Menariknya, makanan yang tersisa tidak begitu saja ditinggalkan. Sebagian hidangan sengaja disisakan untuk kemudian dibungkus kembali dan dibawa pulang.
Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari tradisi berbagi rezeki sekaligus menjaga keberkahan makanan kenduri.
Dengan demikian, kenduri Maulid tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga mempertahankan nilai berbagi yang telah hidup di tengah masyarakat.
-
Delapan Gampong Tetangga Turut Diundang dalam Kenduri Maulid
Kenduri Maulid di Gampong Kaye Jatoe juga dihadiri masyarakat dari sejumlah gampong tetangga.
“Kita mengundang delapan gampong tetangga dalam Kecamatan Glumpang Tiga,” kata tokoh masyarakat setempat, Muhammad Ishak.
Menurut Muhammad Ishak, kenduri Maulid bukan hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
-
Tradisi Kenduri Maulid Menjadi Bagian dari Identitas Masyarakat Kaye Jatoe
Bagi masyarakat Kaye Jatoe, tradisi tersebut merupakan bagian dari identitas sosial yang terus dijaga.
Di tengah sajian sederhana dalam bungkus daun dan makan bersama, nilai berbagi serta persaudaraan tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Maulid.
Tradisi yang berlangsung secara turun-temurun tersebut juga memperlihatkan bagaimana kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk menjaga hubungan sosial dan kebersamaan masyarakat.
-
Kehadiran Wagub Aceh Perkuat Kedekatan Pemerintah dengan Masyarakat
Kehadiran Wagub Aceh dalam kenduri tersebut menunjukkan kedekatan pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai momentum keagamaan dan sosial yang hidup di tengah masyarakat Aceh.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk berbaur secara langsung dengan masyarakat dan melihat keberlangsungan tradisi yang masih terjaga di tingkat gampong.
By. Helmy
- Penulis: Helmy kaperwil Aceh
- Editor: Ansori




