Breaking News
light_mode

Tanah Jadi Saham: Engelina Dorong Konversi Lahan Rakyat untuk Proyek Blok Masela

  • account_circle Muhammad Toyyib
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • print Cetak

Tanah Jadi Saham Dinilai Jadi Jalan Tengah untuk Blok Masela

JAKARTA, wartahukum.id – Tanah Jadi Saham menjadi gagasan yang didorong Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina, sebagai alternatif dalam penyelesaian persoalan pengadaan lahan di proyek strategis nasional Blok Masela, Maluku. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi jalan tengah agar pembangunan tetap berjalan tanpa memutus hubungan masyarakat dengan tanah yang mereka miliki.

Pernyataan itu disampaikan Engelina kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/7/2026). Ia menilai proyek Blok Masela perlu dibangun dengan memperhatikan aspek teknis, ekonomi, dan perlindungan hak masyarakat agar tidak memunculkan persoalan sosial di kemudian hari.

Engelina Soroti Kesiapan Pembiayaan dan Pendekatan Keamanan

Engelina berpandangan bahwa proyek Blok Masela tidak seharusnya hanya berorientasi pada target seremonial, tetapi juga memastikan kesiapan teknis serta pembiayaan yang memadai.

“Karena dalam industri hulu migas, struktur pembiayaan apapun namanya, trustee borrowing atau On-Lending, atau lainnya, pada akhirnya begitu operator mengadakan cash call, maka pertanyaannya hanya satu ‘Apa dananya ada’?” jelas Engelina.

Selain aspek pembiayaan, ia juga menyoroti keberadaan aparat keamanan di sekitar lokasi proyek. Menurutnya, pendekatan keamanan perlu dijalankan secara proporsional agar tidak menimbulkan persepsi bahwa masyarakat lokal berada dalam posisi yang tertekan.

“Rakyat jangan ditekan untuk mendukung proyek tanpa mempertimbangkan hak atas tanah dan ruang lingkup kehidupannya,” ujarnya.

Engelina kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan sejarah pembangunan industri migas di Indonesia pada masa awal Permina di Pangkalan Brandan.

“Sekarang apa relevansinya aparat keamanan di Blok Masela? Itu kita bisa anggap menekan rakyat untuk jangan macam-macam. Ini negara dikelola kok seperti begini? Rakyat itu bukan musuh tapi mitra strategis. Jadi, jangan rampas tanah rakyat,” tegasnya.

Tanah Jadi Saham Dinilai Cegah Konflik Agraria

Dalam pandangannya, potensi konflik agraria di kawasan proyek mulai menunjukkan gejala sehingga diperlukan pendekatan baru dalam pengadaan lahan.

Engelina mengusulkan agar mekanisme ganti rugi konvensional dikembangkan menjadi skema penyertaan modal melalui konsep Tanah Jadi Saham, sehingga masyarakat tetap memiliki keterikatan ekonomi terhadap lahan yang digunakan untuk proyek.

“Menurut saya tanah menjadi saham adalah jalan tengah terbaik untuk mewujudkan keadilan agraria. Dengan skema ini, relasi rakyat dengan tanahnya tidak putus. Rakyat tidak menjadi mantan pemilik lahan tapi pemilik selamanya yang berhak menerima dividen berkala secara lintas generasi,” tuturnya.

Ia menilai model tersebut dapat memperkuat posisi tawar masyarakat adat maupun masyarakat lokal sebagai mitra strategis perusahaan. Pengelolaan kepemilikan saham, lanjutnya, dapat dilakukan melalui kelembagaan seperti koperasi adat maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurut Engelina, apabila pengadaan lahan dilakukan hanya melalui pembayaran ganti rugi, masyarakat berpotensi kehilangan aset produktif setelah dana kompensasi habis digunakan.

“Kalau tanah jadi saham, rakyat tidak kehilangan hak ekonomis atas tanah leluhur dan tanah ditempatkan sebagai kapital utama yang nilainya terus melekat pada proyek, sehingga rakyat Maluku di lahan proyek akan menerima dividen berkala. Ini menciptakan kesejahteraan lintas generasi dan bukan kemiskinan pasca-proyek. Ini pilihan bagi para penguasa,” ujarnya.

Dorong Kemitraan antara Masyarakat dan Proyek

Engelina juga berpendapat bahwa pola hubungan antara masyarakat lokal dan proyek perlu dibangun dalam kerangka kemitraan jangka panjang.

Menurutnya, apabila masyarakat hanya diposisikan sebagai objek yang terdampak proyek, potensi konflik sosial akan tetap terbuka. Sebaliknya, keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari entitas bisnis dinilai dapat menciptakan hubungan yang lebih berkelanjutan.

“Tapi, kalau negara melihat masyarakat lokal sebagai gangguan sosial, sehingga perlu kirim aparat ya persoalan dengan masyarakat lokal tidak akan selesai. Solusinya, rakyat harus jadi mitra bisnis strategis yang kelangsungan hidupnya berkelanjutan bersama proyek, termasuk keberlanjutan kepemilikan lahannya,” katanya.

Ia mengakui penerapan skema konversi lahan menjadi saham membutuhkan perubahan kebijakan karena belum dikenal dalam sistem Production Sharing Contract (PSC) migas yang berlaku saat ini.

Meski demikian, Engelina menilai diperlukan keberanian politik dari para pemangku kepentingan untuk mencari model pembangunan yang mampu mengakomodasi kepentingan investasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat di sekitar proyek.

“Iya kan, kalau tidak untuk apa mereka di sana. Mau perang dengan siapa, kalau bukan untuk mengintimidasi rakyat,” tegas Engelina.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak operator proyek Blok Masela maupun instansi pemerintah terkait atas pandangan yang disampaikan Engelina. Wartahukum.id  membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Jurnalis: Muhammad Toyyib

  • Penulis: Muhammad Toyyib

Rekomendasi Untuk Anda

  • Obat Keras Ilegal di Tangerang, Pria 32 Tahun Ditangkap dengan Ratusan Pil

    Obat Keras Ilegal di Tangerang, Pria 32 Tahun Ditangkap dengan Ratusan Pil

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Hengki Wijaya, wartawan Tanggerang
    • 0Komentar

    Satresnarkoba Polresta Tangerang Amankan Pelaku Beserta Barang Bukti TANGGERANG,Wartahukum.id – Obat keras ilegal di Tangerang kembali berhasil diungkap aparat kepolisian. Seorang pria berinisial AIS (32), warga Desa Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, diamankan personel Satresnarkoba Polresta Tangerang pada Kamis (16/7/2026) karena diduga memiliki dan mengedarkan ratusan butir obat keras tanpa izin. Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi […]

  • Desa Krisno Widodo Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Bersih Desa

    Desa Krisno Widodo Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Bersih Desa

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Ansori/Rudiyatmoko
    • 0Komentar

     Desa Krisno Widodo Matangkan Persiapan Pelaksanaan Bersih Desa PESAWARAN,wartahukum.id—Desa Krisno Widodo Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Bersih Desa yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Krisno Widodo, Hariyanto, di Balai Desa Krisno Widodo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Rabu (8/7/2026). Musyawarah tersebut dihadiri seluruh aparatur desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para tokoh masyarakat sebagai langkah mempersiapkan […]

  • Muscam KNPI Karangsembung, Mochamad Agoes Renaldi Saputra Terpilih Pimpin Organisasi Pemuda

    Muscam KNPI Karangsembung, Mochamad Agoes Renaldi Saputra Terpilih Pimpin Organisasi Pemuda

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Wahidin Biro Cirebon
    • 0Komentar

    CIREBON, wartahukum.id — Muscam KNPI Karangsembung menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemudaan di Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon. Forum yang berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan itu menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya Mochamad Agoes Renaldi Saputra sebagai Ketua KNPI Kecamatan Karangsembung untuk periode mendatang. Kegiatan Musyawarah Kecamatan (Muscam) tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, organisasi kepemudaan, […]

  • Menggema, Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk Meriahkan Bersih Desa Pekon Yogyakarta Selatan

    Menggema, Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk Meriahkan Bersih Desa Pekon Yogyakarta Selatan

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle By. Suhairi
    • 0Komentar

    Menggema, Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk Meriahkan Bersih Desa Pekon Yogyakarta Selatan PRINGSEWU – wartahukum id, Suasana penuh khidmat sekaligus semarak menyelimuti Pekon Yogyakarta Selatan, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, saat digelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka tradisi Bersih Desa, Sabtu malam (11/7/2026). Kegiatan budaya yang dipusatkan di halaman rumah Ketua RT 03, […]

  • Kalapas Cipinang Resmi Dijabat Dr. Syarpani

    Kalapas Cipinang Resmi Dijabat Dr. Syarpani

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Rojali, wartawan way kanan
    • 0Komentar

    Putra Daerah Way Kanan Dipercaya Pimpin Lapas Kelas I Cipinang JAKARTA,wartahukum.id—Kalapas Cipinang resmi dijabat oleh Dr. Syarpani, A.Md.IP., S.H., M.H., setelah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Jakarta. Penugasan tersebut menandai babak baru dalam perjalanan karier putra daerah Kabupaten Way Kanan, Lampung, yang selama ini dikenal memiliki […]

  • Kenaikan Pangkat Polda Kepri, 567 Personel Naik Pangkat pada Periode 1 Juli 2026

    Kenaikan Pangkat Polda Kepri, 567 Personel Naik Pangkat pada Periode 1 Juli 2026

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Warta Hukum
    • 0Komentar

    BATAM, wartahukum.id – Kenaikan Pangkat Polda Kepri menjadi momentum penting bagi jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dalam memperkuat profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebanyak 567 personel resmi menerima kenaikan pangkat dalam Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026 yang digelar di Lapangan Bhayangkara Polda Kepulauan Riau, Rabu (1/7/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung […]

expand_less