Buka Aceh Culinary Festival 2026, Plt. Sekda: Kuliner Bagian Identitas Aceh
- account_circle Helmy kaperwil Aceh
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Aceh Culinary Festival 2026 Angkat Warisan Kuliner dan Budaya Aceh
BANDA ACEH,wartahukum.id—Aceh Culinary Festival 2026 resmi dibuka di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026). Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, ST, M.Si, menegaskan bahwa kuliner bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari identitas, sejarah, dan peradaban masyarakat Aceh.
Dalam sambutannya, Taufik menyebutkan kekayaan kuliner Aceh terbentuk dari perjalanan sejarah dan perjumpaan berbagai budaya. Kekayaan tersebut juga didukung rempah, hasil laut dan pertanian, bahan pangan lokal, teknik memasak, hingga tradisi khanduri dan makan bersama yang masih hidup di tengah masyarakat.
Karena itu, warisan kuliner Aceh perlu terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
-
ACF 2026 Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Aceh
Mengusung tema “Celebrating the Authenticity of Aceh’s Living Culinary Heritage”, Aceh Culinary Festival 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati beragam kuliner.
Festival ini juga menjadi sarana untuk mengenal cerita, tradisi, sejarah, serta budaya yang menyertai kuliner Aceh.
Taufik menilai ACF memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Aceh. Terlebih, festival tersebut telah empat kali berturut-turut masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
-
Lebih dari 100 UMKM Kuliner Ikut Meramaikan Festival
Pada penyelenggaraan tahun ini, lebih dari 100 pelaku UMKM kuliner terlibat dalam Aceh Culinary Festival 2026.
Selain itu, sebanyak 12 kabupaten/kota serta lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta, dan Bali turut berpartisipasi.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
-
Digitalisasi UMKM Kuliner Aceh Jadi Perhatian
Selain mengembangkan potensi kuliner, Taufik juga menyambut kolaborasi dengan TikTok GO by Tokopedia dalam mendorong digitalisasi UMKM kuliner Aceh.
Melalui digitalisasi, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional dan global. Dengan demikian, produk kuliner lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat Aceh, tetapi juga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
Di sisi lain, penerapan prinsip green event diharapkan dapat memastikan pengembangan ekonomi kreatif tetap berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.
-
ACF Diharapkan Jadi Gerakan Bersama untuk Angkat Kuliner Aceh
Taufik mengajak seluruh pihak menjadikan Aceh Culinary Festival bukan sekadar agenda tahunan. Menurutnya, festival tersebut dapat menjadi gerakan bersama untuk menjaga warisan kuliner sekaligus memperkuat ekonomi kreatif Aceh.
“Mari kita jadikan ACF bukan sekadar agenda tahunan, tetapi gerakan bersama untuk menjaga warisan kuliner, memperkuat ekonomi kreatif, dan memperkenalkan Aceh kepada Indonesia dan dunia,” ujar Taufik.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Aceh berharap penyelenggaraan ACF dapat memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya selama festival berlangsung.
Pemerintah juga berharap kegiatan ini mampu membuka pasar bagi UMKM, mendorong tumbuhnya pelaku kreatif dan generasi muda, serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat Aceh. []
By. Helmy
- Penulis: Helmy kaperwil Aceh
- Editor: Ansori




