Ormas Madas Nusantara Bantah Narasi Jaga Bali, Jusuf Rizal Sebut Ada Framing Negatif di Media Sosial
- account_circle Muhammad Toyyib
- calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
- print Cetak

JAKARTA, wartahukum.id – Ormas Madas Nusantara membantah narasi yang menyebut organisasi tersebut hadir di Bali untuk menjaga dan mengamankan wilayah Pulau Dewata. Ketua Umum Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara, KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan maupun narasi seperti yang beredar di media sosial.
Menurut Jusuf Rizal, narasi tersebut muncul dari konten yang disampaikan oleh penggiat media sosial asal Bali, I Wayan Setiawan. Ia menilai penyebaran narasi tersebut telah membentuk persepsi yang tidak sesuai dengan tujuan organisasi yang dipimpinnya.
Ormas Madas Nusantara Tegaskan Fokus pada Pemberdayaan SDM
Jusuf Rizal menjelaskan bahwa Ormas Madas Nusantara dibentuk sebagai wadah masyarakat Madura yang berada di perantauan, baik di Indonesia maupun luar negeri. Organisasi tersebut, kata dia, berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, kegiatan sosial, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
“Ormas Madas Nusantara, tidak pernah membuat pernyataan dengan diksi dan narasi mau menjaga dan mengamankan Bali. Urusan keamanan itu tupoksi TNI dan Polri serta Pecalang yang sudah eksis hingga ke desa. Kami fokus peningkatan SDM, program sosial maupun pengembangan usaha warga Madura di Bali,” tegas Jusuf Rizal.
Ia menambahkan, tugas menjaga keamanan merupakan kewenangan aparat negara dan lembaga adat yang telah memiliki fungsi serta kewenangan masing-masing.
Jusuf Rizal Nilai Ada Framing Negatif terhadap Ormas Madas Nusantara
Dalam keterangannya, Jusuf Rizal menyebut terdapat framing negatif yang berkembang di media sosial terkait keberadaan Ormas Madas Nusantara di Bali. Ia menilai narasi yang mengaitkan organisasinya dengan upaya menjaga keamanan Bali tidak pernah berasal dari pernyataan resmi organisasi.
Menurutnya, penyebaran narasi tersebut berpotensi memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan dapat memicu sentimen antarkelompok apabila tidak disikapi secara bijak.
Jusuf Rizal juga mengklaim bahwa organisasinya bukan organisasi premanisme. Ia menyebut Madas Nusantara selama ini menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Dugaan Motif Pribadi Jadi Sorotan
Lebih lanjut, Jusuf Rizal menduga terdapat kepentingan pribadi di balik munculnya narasi tersebut. Ia mengaitkan hal itu dengan dinamika politik lokal di Bali, termasuk hubungan antara I Wayan Setiawan dan Anggota DPD RI Bali, Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputera Suyasa atau AWK.
Selain itu, ia juga mempertanyakan penggunaan isu etnis, agama, dan keberadaan organisasi masyarakat dalam sejumlah konten yang beredar di media sosial.
Menurut Jusuf Rizal, Ormas Madas Nusantara telah memenuhi persyaratan administrasi dan verifikasi yang diperlukan untuk terdaftar sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, ia menilai kekhawatiran yang dikaitkan dengan organisasi tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Ormas Madas Nusantara Pertimbangkan Jalur Hukum
Jusuf Rizal menegaskan pihaknya sedang mempertimbangkan langkah hukum terkait berbagai narasi yang dinilai merugikan organisasi dan anggotanya.
“Dari beberapa hal kami analisa, Wayan Setiawan melakukan cara-cara yang bertentangan dengan semangat demokrasi, Pancasila, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), UUD 1945 dan hukum. Itulah yang membuat Madas Nusantara akan memproses hukum,” tegas Jusuf Rizal.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan atau tanggapan dari I Wayan Setiawan terkait pernyataan dan tudingan yang disampaikan oleh Ketua Umum Madas Nusantara tersebut.
- Penulis: Muhammad Toyyib





