Breaking News
light_mode

Fasum Panggulu Hills Dipersoalkan, Warga Soroti Pengembang dan Pengawasan Perizinan Pesawaran

  • account_circle Redaksi Warta Hukum
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • print Cetak

Warga Keluhkan Fasum Panggulu Hills yang Belum Jelas

Pesawaran, wartahukum.id — Persoalan Fasum Panggulu Hills di Dusun Kampung Tua, Desa Negeri Sakti, Kabupaten Pesawaran, mulai menuai sorotan warga. Puluhan penghuni dan calon pembeli Perumahan Panggulu Hills mengeluhkan belum tersedianya fasilitas umum penting seperti tempat ibadah dan lahan pemakaman yang dinilai menjadi kebutuhan dasar sebuah kawasan hunian.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan publik terhadap tanggung jawab pengembang sekaligus efektivitas pengawasan perizinan oleh pemerintah daerah. Warga menilai pembangunan perumahan seharusnya tidak hanya berfokus pada penjualan unit, tetapi juga memastikan fasilitas dasar tersedia sebelum kawasan dipadati penghuni.

Saat ini, warga masih memanfaatkan fasilitas milik masyarakat sekitar untuk beribadah. Sementara itu, persoalan lahan pemakaman disebut belum memiliki kepastian yang jelas.

Salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa karena sejumlah fasilitas yang dijanjikan saat promosi hingga kini belum terealisasi.

“Kami belum mendapatkan keterangan yang pasti, apakah fasilitas tersebut masih dalam tahap rencana atau benar-benar akan dibangun. Selama ini kami beribadah di tempat ibadah milik warga dusun, dan soal tempat pemakaman pun belum ada penjelasan tegas, padahal hal ini sangat dibutuhkan,” ungkapnya, Jumat (15/5/2026).

Pengawasan Perizinan Kabupaten Pesawaran Dipertanyakan

Keluhan warga juga mengarah pada kinerja pengawasan dari instansi terkait, khususnya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran.

Sejumlah warga menilai pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban pengembang belum berjalan maksimal. Mereka mempertanyakan bagaimana sebuah kawasan perumahan dapat terus dipasarkan dan dihuni ketika fasilitas dasar belum tersedia secara memadai.

Warga menyebut fasilitas seperti taman bermain anak, tempat ibadah, hingga lahan pemakaman semestinya telah dipersiapkan sejak awal pembangunan.

“Kami sempat mendengar alasan bahwa hal itu belum mendesak, padahal kita tidak pernah tahu kapan musibah datang. Akan sangat menyusahkan jika nanti harus memulangkan jenazah ke kampung halaman yang jaraknya jauh. Seharusnya hal penting seperti ini sudah dipersiapkan sejak awal pembangunan,” tambahnya.

Calon Pembeli Batalkan Transaksi

Persoalan Fasum Panggulu Hills juga berdampak terhadap minat masyarakat untuk membeli hunian di lokasi tersebut. Salah seorang calon pembeli mengaku membatalkan transaksi setelah memperoleh penjelasan terkait fasilitas umum yang belum tersedia.

Menurutnya, harga rumah dan skema angsuran memang tergolong terjangkau. Namun, kondisi itu dianggap tidak cukup apabila kebutuhan dasar penghuni belum dipenuhi secara jelas.

“Pemasar menyebutkan rencananya akan dibuat taman bermain, namun untuk tempat ibadah dan lahan pemakaman belum ada rencana yang jelas. Itulah yang membuat saya ragu dan membatalkan pembelian, karena kedua fasilitas itu merupakan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengembang disebut tidak berencana membangun tempat ibadah dengan alasan fasilitas ibadah di sekitar lokasi masih dapat digunakan bersama warga perumahan.

Sementara untuk kebutuhan pemakaman, warga diarahkan menggunakan lahan milik masyarakat sekitar dengan koordinasi pemerintah desa. Namun, penjelasan tersebut dinilai belum memberikan kepastian hukum maupun jaminan penggunaan jangka panjang.

Warga Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Melihat kondisi tersebut, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Pesawaran mengambil langkah tegas terhadap pengembang apabila kewajiban penyediaan fasilitas umum belum dipenuhi sesuai ketentuan.

Masyarakat meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha perumahan tersebut. Bahkan, warga mendorong penghentian sementara kegiatan pemasaran hingga fasilitas umum benar-benar disiapkan.

“Sesuai aturan, pengembang wajib menyelesaikan dan menyerahkan fasilitas umum kepada pemerintah daerah sebelum kawasan ini banyak dihuni. Menurut kami, tempat ini belum layak dihuni karena masih banyak kekurangan mendasar yang belum disiapkan,” tegas salah satu warga.

Sementara itu, Irham selaku tenaga pemasar Perumahan Panggulu Hills menyatakan dirinya belum dapat memberikan penjelasan resmi terkait persoalan izin maupun penyediaan fasilitas umum.

“Saya hanya bertugas sebagai pemasar, sehingga belum bisa memberikan penjelasan resmi. Nanti akan saya sampaikan permintaan keterangan ini kepada pihak yang berhak menjawab,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang maupun instansi terkait di Kabupaten Pesawaran belum memberikan keterangan resmi mengenai kepastian pembangunan fasilitas umum di kawasan tersebut.| Red


 

  • Penulis: Redaksi Warta Hukum

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diklat Property 2026: REI Aceh Cetak Developer Andal dan Berdaya Saing di Industri Properti

    Diklat Property 2026: REI Aceh Cetak Developer Andal dan Berdaya Saing di Industri Properti

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Helmy
    • 0Komentar

    BANDA ACEH, wartahukum.id — Diklat Property 2026 menjadi langkah strategis Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Aceh dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor properti. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Hermes, Banda Aceh, Rabu (24/6/2026), dan menjadi bagian dari Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) REI Aceh. Program ini menegaskan komitmen REI Aceh untuk mencetak […]

  • Polsek Mundu Bersama Damkar Tangani Kebakaran Rumah di Banjarwangunan

    Polsek Mundu Bersama Damkar Tangani Kebakaran Rumah di Banjarwangunan

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Wahidin biro cirebon
    • 0Komentar

    Kebakaran Rumah di Banjarwangunan Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban Jiwa CIREBON KOTA,wartahukum.id—Kebakaran rumah terjadi di Perumahan Banjarwangunan Blok C Nomor 09, RT 03/RW 08, Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Sabtu (26/09/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Penanganan kebakaran dilakukan secara terkoordinasi oleh Polsek Mundu bersama petugas pemadam kebakaran, unsur TNI, dan masyarakat sekitar. Rumah yang terbakar […]

  • Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perbup Hiburan Organ Tunggal

    Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perbup Hiburan Organ Tunggal

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Rudiyatmoko wartawan kab, pesawaran
    • 0Komentar

    Bupati Nanda Indira dan Kapolres Tekankan Ketertiban, Batas Waktu, serta Pencegahan Gangguan Kamtibmas   PESAWARAN, WartaHukum.id — Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyosialisasikan Peraturan Bupati (Perbup) Pesawaran Nomor 40 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan Organ Tunggal untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak mengenai penyelenggaraan hiburan masyarakat yang tertib, aman, serta menghormati norma agama dan adat istiadat. Kegiatan […]

  • Pj Sekda Aceh Buka Rakernas XX BEM SI 2026, Mahasiswa Diajak Jadi Mitra Pembangunan

    Pj Sekda Aceh Buka Rakernas XX BEM SI 2026, Mahasiswa Diajak Jadi Mitra Pembangunan

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Helmy kaperwil Aceh
    • 0Komentar

    Wakili Mualem, Taufik Dorong Mahasiswa Kritis, Solutif, dan Berkontribusi bagi Masyarakat   BANDA ACEH, WartaHukum.id — Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Aceh, Taufik, S.T., M.Si., mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XX Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Tahun 2026, Senin (19/10/2026). Dalam sambutan Gubernur Aceh yang disampaikan […]

  • Sentuh Hati WBP, Ka. KPR Rutan Manna Beri Khotbah Inspiratif di Pesantren Kilat Angkatan II Hari Ke-19

    Sentuh Hati WBP, Ka. KPR Rutan Manna Beri Khotbah Inspiratif di Pesantren Kilat Angkatan II Hari Ke-19

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle RojaliJalex
    • 0Komentar

    Ka KPR Rutan Manna Hastomo Arbi, WBP Rutan Manna, Masjid At-Taubah Rutan Manna, Pesantren Kilat Angkatan II   MANNA, WartaHukum.id – Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 09.15 WIB, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Manna melaksanakan kegiatan Pesantren Kilat Angkatan II Hari Ke-19 bertempat di Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIB Manna. Kegiatan dipimpin oleh Kepala Kesatuan […]

  • Pendulang Emas Tewas di Awimbon, Evakuasi Korban Dan Masih Berlangsung  Pengejaran Pelaku

    Pendulang Emas Tewas di Awimbon, Evakuasi Korban Dan Masih Berlangsung Pengejaran Pelaku

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle By. Ansori
    • 0Komentar

      Pendulang Emas Tewas di Awimbon, Evakuasi Masih Berlangsung Pegunungan Bintang,WARTA HUKUM.ID—Pendulang emas tewas di Awimbon menjadi fokus penanganan aparat gabungan di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Aparat keamanan saat ini memprioritaskan proses evakuasi korban, pencarian warga yang dilaporkan selamat, serta pengejaran terhadap kelompok pelaku pembunuhan. Berdasarkan data sementara, sebanyak 10 orang dilaporkan […]

expand_less