Tiga Bentuk Bakti Anak kepada Orang Tua yang Sudah Wafat
- account_circle Red
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- print Cetak

Amalan untuk Orang Tua yang Telah Wafat Tetap Bernilai di Sisi Allah
Oleh : ustadz Ansori
Wartahukum.id – Bakti anak kepada orang tua tidak berakhir ketika ayah atau ibu meninggal dunia. Dalam ajaran Islam, seorang anak tetap dapat memberikan kebaikan kepada orang tua yang telah wafat melalui sejumlah amalan yang dianjurkan. Para ulama menjelaskan bahwa amalan tersebut dapat menjadi hadiah pahala dan bentuk kasih sayang yang terus mengalir bagi orang tua di alam kubur.
Di tengah kesibukan pekerjaan, usaha, dan berbagai urusan kehidupan, banyak anak yang mulai jarang mengingat atau mendoakan orang tuanya yang telah meninggal. Padahal, Islam mengajarkan bahwa hubungan antara anak dan orang tua tetap terjalin melalui doa dan amal kebaikan.
Mendoakan dan Memohonkan Ampunan untuk Orang Tua
Amalan pertama yang sangat dianjurkan adalah senantiasa mendoakan kedua orang tua. Doa dan istighfar yang dipanjatkan anak kepada Allah SWT menjadi bentuk penghormatan dan kasih sayang yang tidak terputus meskipun kematian telah memisahkan keduanya.
Selain itu, berbagai kajian keislaman menjelaskan bahwa doa anak saleh memiliki kedudukan yang istimewa. Oleh karena itu, seorang anak dianjurkan untuk terus memohonkan ampunan dan rahmat bagi ayah maupun ibunya.
Salah satu doa yang sering dianjurkan adalah:
“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku ketika aku masih kecil.”
Doa yang dipanjatkan dengan tulus menjadi pengingat bahwa cinta dan bakti kepada orang tua tidak berakhir saat mereka meninggalkan dunia.
1. Melanjutkan Kebaikan yang Pernah Dilakukan Orang Tua
Selain mendoakan, anak juga dapat menunjukkan bakti dengan melanjutkan amal kebaikan yang pernah dilakukan orang tua semasa hidupnya.
Misalnya, jika orang tua dikenal gemar bersedekah, membantu sesama, berwakaf, atau aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, maka anak-anak dapat meneruskan kebiasaan tersebut. Dengan demikian, nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan tetap hidup dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Lebih lanjut, melanjutkan jejak kebaikan orang tua tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga cara menjaga warisan amal yang mereka bangun selama hidup.
2. Bersedekah dengan Niat untuk Orang Tua
Amalan berikutnya yang dianjurkan adalah bersedekah dan menghadiahkan pahalanya untuk orang tua yang telah wafat.
Praktik ini banyak dilakukan umat Islam sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada ayah maupun ibu yang telah meninggal dunia. Sedekah dapat berupa bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, infak untuk kegiatan sosial, maupun wakaf yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Selain itu, semakin luas manfaat dari sedekah tersebut, semakin besar pula harapan agar pahala kebaikannya terus mengalir. Karena alasan itulah, sedekah jariyah dan wakaf sering dianjurkan sebagai amalan yang bernilai berkelanjutan.
3. Pengingat bagi Anak yang Orang Tuanya Sudah Wafat
Kehilangan orang tua memang menjadi pengalaman yang tidak mudah. Namun demikian, Islam memberikan jalan bagi setiap anak untuk tetap berbakti kepada mereka meskipun telah meninggal dunia.
Melalui doa, melanjutkan amal kebaikan yang pernah dirintis, serta bersedekah atas nama mereka, seorang anak dapat terus menghadiahkan kebaikan yang diharapkan menjadi sebab datangnya rahmat dan keberkahan bagi orang tua.
Ketiga amalan tersebut menjadi pengingat bahwa cinta kepada orang tua tidak berhenti di dunia. Selama masih diberikan kesempatan hidup, setiap anak dapat terus menebar kebaikan sebagai bentuk bakti kepada ayah dan ibunya yang telah mendahului.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kedua orang tua kita, melapangkan kuburnya, serta menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.(red)
- Penulis: Red
- Sumber: Kajian majlis sholawat jati Sari




