Polres Lamtim: Nenek Sakdiyah Meninggal Bukan Saat Penggerebekan
- account_circle Amir/An.
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

Polres Lamtim Beri Penjelasan soal Kematian Nenek Sakdiyah
LAMPUNG TIMUR,wartahukum.id—Polres Lamtim memberikan klarifikasi terkait kabar seorang nenek bernama Sakdiyah yang meninggal setelah polisi melakukan penggerebekan terhadap terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor di Desa Negara Saka, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kapolres Lampung Timur AKBP Yuliansyah melalui Kasat Reskrim Iptu Muhamad Iksir menyampaikan keterangan resmi pada Kamis (20/8/2026). Ia menegaskan bahwa Sakdiyah tidak meninggal saat petugas melakukan penggerebekan.
Menurut kepolisian, tim gabungan Resmob, Intel, dan Polsek setempat melakukan operasi penindakan sekitar pukul 13.00 WIB dengan sasaran tersangka RP (22) yang berada di kediamannya. Polisi menyatakan petugas menjalankan proses penangkapan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
-
Polisi Nyatakan Penggerebekan Berlangsung Kondusif
Iptu Muhammad Iksir mengatakan proses penangkapan berlangsung aman dan kondusif.
“Penggerebekan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif, pelaku berhasil ditangkap,” ujar Iptu Muhammad Iksir dalam keterangannya.
Ia juga membantah adanya tindakan represif terhadap anggota keluarga tersangka yang berada di rumah tersebut.
“Saat penggerebekan, nenek pelaku masih hidup dan tidak ada sentuhan fisik apa pun dengan nenek pelaku serta tidak ada bunyi tembakan apa pun saat penggerebekan,” tegas Iksir menekankan kondisi di lapangan saat itu.
-
Polres Lamtim Sebut Kematian Terjadi Setelah Polisi Pergi
Iksir menjelaskan bahwa petugas menerima informasi mengenai meninggalnya Sakdiyah setelah tim membawa tersangka untuk pengembangan kasus.
-
Polisi Terima Laporan Kematian Sekitar 1,5 Jam Kemudian
Menurut Iksir, terdapat jeda waktu sekitar 90 menit antara berakhirnya penggerebekan dan informasi mengenai kematian Sakdiyah yang diterima petugas.
“Di saat tim membawa pelaku ke mako untuk diamankan, sekitar setelah 1,5 jam dari penggerebekan pukul 14.30 WIB, tim ditelepon oleh salah satu warga bahwa nenek pelaku meninggal,” kata Iksir.
Ia kembali menegaskan bahwa Sakdiyah meninggal setelah petugas meninggalkan lokasi.
“Nenek pelaku tersebut diketahui meninggal sesaat setelah tim pergi melaksanakan pengembangan, bukan saat penggerebekan,” tambah Iksir.
-
Keluarga Sebelumnya Sampaikan Keberatan
Klarifikasi kepolisian tersebut muncul setelah pihak keluarga dan sejumlah warga Desa Negara Saka menyampaikan keberatan terkait peristiwa tersebut.
Sebelumnya, kerabat almarhum mengklaim aparat masuk secara paksa tanpa menunjukkan surat tugas resmi. Keluarga juga menyebut kondisi tersebut memicu guncangan jiwa pada Sakdiyah hingga jatuh pingsan dan meninggal dunia.
Warga sempat meminta adanya penyelidikan secara terbuka terhadap insiden tersebut.
-
Polisi Tegaskan Penangkapan Sesuai SOP
Menanggapi keberatan keluarga dan warga, Iptu Iksir memastikan personel kepolisian menjalankan tugas sesuai kewenangan dan prosedur.
“Langkah-langkah yang telah dilaksanakan adalah melaksanakan penangkapan sesuai SOP,” singkat dia.
-
Polsek Jabung Lakukan Cooling System
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Jabung bersama perangkat desa mendatangi kediaman keluarga pelaku.
Petugas memberikan penjelasan kepada pihak keluarga sekaligus melakukan pendekatan untuk mencegah situasi berkembang dan menjaga kondisi tetap kondusif.
“Kami melaksanakan cooling system dan penggalangan kepada keluarga pelaku agar permasalahan tidak berkembang,” tutup Iksir.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Lampung Timur menyatakan situasi di Desa Negara Saka telah kembali aman dan kondusif.
(Amir/Ansori)
- Penulis: Amir/An.
- Editor: Ansori




