Majelis Nurussalam Peringati 1 Muharram 1448 H dengan Santunan Yatim dan Pengajian Akbar
- account_circle Ahmad Royani, SH.i
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- print Cetak

Lampung Selatan, wartahukum.id – Peringatan 1 Muharram 1448 H menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Dusun Kemang, Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Ratusan jamaah memadati Majelis Taklim Dzikir dan Sholawat sekaligus TPA Nurussalam, Sabtu malam (4/7/2026), untuk mengikuti Pengajian Akbar Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Milad ke-5 Majelis Nurussalam.
Kegiatan yang dimulai selepas Salat Isya tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat nilai-nilai hijrah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui santunan kepada anak yatim dan piatu.
1 Muharram 1448 H Dirayakan dengan Syiar Islam dan Kepedulian Sosial
Suasana penuh kekhidmatan langsung terasa sejak awal acara. Penampilan santriwati TPA Nurussalam bertema Keluarga Nabi membuka rangkaian kegiatan, disusul penampilan santri bersama wali santri yang melantunkan Asmaul Husna. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para jamaah yang memenuhi area majelis.
Momentum Muharram semakin bermakna ketika panitia menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu. Santunan dipimpin langsung oleh Pimpinan Majelis Taklim Dzikir dan Sholawat Nurussalam, Al-Mukarram Al-Ustadz Aan Maulana Mubarok, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama.
Dalam sambutannya, Ustadz Aan menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Atas nama keluarga besar Majlis Taklim, kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu dan membahagiakan anak-anak yatim. Kepedulian dan kebaikan Bapak, Ibu, serta para dermawan menjadi bukti nyata semangat berbagi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan para donatur memiliki arti besar bagi keberlangsungan kegiatan sosial yang dijalankan majelis.
“Saya tidak bisa membalasnya. Semoga setiap rupiah yang telah disedekahkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, dilipatgandakan oleh Allah SWT, diberikan keberkahan dalam rezeki, kesehatan, kebahagiaan, serta kemudahan dalam setiap urusan. Kami juga berharap semoga silaturahmi dan semangat berbagi ini terus terjaga, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang merasakan manfaat dari kepedulian bersama. Jazakumullahu khairan katsiran atas segala perhatian, keikhlasan, dan dukungannya,” tuturnya.
Pemerintah Desa Beri Apresiasi
Pemerintah Desa Sukanegara turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Kepala Desa Sukanegara berhalangan hadir sehingga diwakili oleh Kepala Dusun Kemang, Samsuri.
Dalam sambutannya, Samsuri mengapresiasi konsistensi Majelis Nurussalam dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang berdampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan majelis menjadi wadah penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat kebersamaan warga melalui aktivitas keagamaan dan sosial.
Pembacaan Mahalul Qiyam Berlangsung Khusyuk
Rangkaian ibadah kemudian dipimpin oleh para ulama yang hadir. Al-Mukarram Al-Ustadz Asmawi Hidayatullah, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Sukanegara, memimpin pembacaan Hadoroh dan Silsilah.
Suasana semakin syahdu ketika Qori Nasional Al-Mukarram Al-Ustadz Bahaudin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan penuh penghayatan.
Selanjutnya, pembacaan Mahalul Qiyam dipimpin oleh Al-Mukarram Al-Ustadz Asmawi Hidayatullah. Lantunan shalawat yang diikuti seluruh jamaah menghadirkan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, keberkahan masyarakat, serta kemajuan Majelis Taklim Nurussalam.
Makna Hijrah Menjadi Pesan Utama
Pada sesi puncak, Al-Mukarram Al-Ustadz M. Ilyas, S.Pd.I. menyampaikan tausiyah tentang makna hijrah sebagai proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender, melainkan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat akhlak, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga persatuan umat.
Panitia menyebut, peringatan Tahun Baru Islam yang dirangkaikan dengan Milad ke-5 Majelis Taklim Dzikir dan Sholawat Nurussalam merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan dakwah yang telah berlangsung selama lima tahun. Selama itu pula, majelis terus aktif membina pendidikan Al-Qur’an melalui TPA, menyelenggarakan pengajian rutin, majelis shalawat, serta berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Antusiasme warga yang memadati lokasi kegiatan hingga acara berakhir menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap syiar Islam tetap tumbuh kuat di tengah masyarakat Dusun Kemang.
- Penulis: Ahmad Royani, SH.i




