Kecelakaan Tunggal Truk Box di Liwa, Diduga Rem Blong hingga Terjun ke Jurang 20 Meter
- account_circle Irfan Fajri
- calendar_month 40 menit yang lalu
- print Cetak

LAMPUNG BARAT, WARTA HUKUM — Kecelakaan tunggal truk box terjadi di turunan jembatan penghubung Seranggas–Pasar Liwa, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Truk Dutro berwarna hijau dengan nomor polisi B 9829 TCM terjun ke jurang sedalam sekitar 20 meter setelah diduga mengalami rem blong.
Peristiwa tersebut berlangsung di jalur yang memiliki karakteristik menurun, curam, dan berkelok. Kondisi itu membuat kecelakaan menjadi perhatian serius, terlebih kendaraan diduga melaju tanpa mampu dikendalikan sebelum akhirnya keluar dari badan jalan.
Kecelakaan Tunggal Diduga Bermula dari Rem Blong
Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi, truk yang melaju dari arah Pasar Liwa menuju Seranggas terlihat bergerak cukup deras ketika memasuki jalur turunan.
Kendaraan kemudian diduga kehilangan kendali. Dalam hitungan detik, truk keluar dari badan jalan dan terjun ke dasar jurang.
Kecelakaan tersebut melibatkan pengemudi bernama Rafi Aditia (22). Dugaan awal menyebut sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi sebagaimana mestinya ketika truk melintasi turunan.
Namun, penyebab pasti kecelakaan masih menjadi kewenangan kepolisian untuk memastikan melalui pemeriksaan kendaraan, olah tempat kejadian perkara, keterangan saksi, serta bukti lain yang ditemukan di lokasi.
Truk Ringsek, Evakuasi Pengemudi Berlangsung Dramatis
Benturan keras ketika truk menghantam dasar jurang mengejutkan warga di sekitar lokasi. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera mendatangi tempat kejadian untuk memberikan pertolongan.
Kondisi kendaraan mengalami kerusakan parah. Bagian depan truk ringsek hingga menyulitkan proses evakuasi pengemudi.
Petugas kepolisian bersama warga harus bekerja untuk mengeluarkan korban dari bagian kendaraan yang terjepit. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi truk mengalami kerusakan berat setelah terjun ke jurang.
Pengemudi sempat dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Alimudin Umar Lampung Barat untuk mendapatkan penanganan medis. Korban dilaporkan mengalami luka serius, termasuk patah pada bagian pergelangan kaki kanan.
Namun, kondisi korban kemudian memburuk. Berdasarkan informasi dalam laporan kejadian, nyawa Rafi Aditia tidak berhasil diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Petugas Satlantas Polres Lampung Barat yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga mengamankan kendaraan serta sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah kecelakaan benar-benar dipicu kegagalan sistem pengereman atau terdapat faktor lain yang turut berperan.
Pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Selain itu, rekaman CCTV, keterangan saksi, kondisi jalan, serta posisi kendaraan setelah kecelakaan dapat menjadi bahan bagi kepolisian untuk menyusun kronologi secara lebih akurat.
Jalur Turunan Menuntut Kewaspadaan Pengemudi
Kecelakaan tunggal di jalur Seranggas–Pasar Liwa kembali menunjukkan pentingnya pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan, terutama bagi kendaraan angkutan yang melintasi jalur dengan kontur menurun dan berkelok.
Sistem pengereman menjadi salah satu komponen vital yang harus dipastikan dalam kondisi baik. Pengemudi juga perlu menyesuaikan kecepatan dengan karakteristik jalan dan tidak mengabaikan kondisi kendaraan sebelum memasuki turunan panjang.
Kepolisian mengimbau seluruh pengendara agar selalu memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan. Pengendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalan menurun, curam, dan berkelok untuk menghindari kecelakaan serupa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kondisi kendaraan dan kewaspadaan pengemudi merupakan dua faktor penting dalam menjaga keselamatan di jalan. Terlebih pada jalur dengan medan ekstrem, setiap gangguan teknis dapat berubah menjadi kecelakaan fatal dalam waktu singkat.
(Irfan)
- Penulis: Irfan Fajri




