Bukan Sekadar Memanjat, Anak-Anak Panongan Belajar Arti Perjuangan dari Sebatang Pinang
- account_circle Hengki kabiro Tangerang
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak

Panjat Pinang Anak-Anak Panongan Ajarkan Nilai Perjuangan
KABUPATEN TANGERANG,wartahukum.id—Sebatang pohon pinang yang licin mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi anak-anak yang mencoba menaklukkannya, ada pelajaran besar tentang kehidupan: untuk mencapai puncak, seseorang tidak selalu bisa berjalan sendiri.
Pesan itulah yang terasa dalam lomba panjat pinang anak-anak yang digelar Polsek Panongan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (20/8/2026).
Bertempat di halaman apel Polsek Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, suasana sore berubah penuh keceriaan. Anak-anak berusaha mencapai puncak, sementara teman-teman dan masyarakat yang menyaksikan terus memberikan semangat.
-
Panjat Pinang Bukan Sekadar Perebutan Hadiah
Di balik riuhnya perlombaan, panjat pinang menyimpan filosofi yang lebih dalam daripada sekadar memperebutkan hadiah.
Ada perjuangan untuk mencapai tujuan. Ada kegagalan yang harus diterima. Ada keberanian untuk kembali mencoba. Selain itu, ada kebersamaan yang membuat sesuatu yang sulit menjadi mungkin.
Tidak ada peserta yang bisa dengan mudah mencapai puncak seorang diri. Ketika satu anak menjadi pijakan, peserta lainnya memanjat. Ketika ada yang tergelincir, mereka kembali menyusun kekuatan.
Kadang seseorang harus menjadi pijakan agar orang lain dapat lebih tinggi. Berada di bawah bukan berarti kalah, tetapi bisa menjadi bagian penting dalam membantu orang lain mencapai tujuan bersama.
-
Kapolsek Panongan Tekankan Arti Kerja Sama
Kapolsek Panongan IPTU Irruandy Aritonang, S.H., mengatakan pihaknya sengaja mengemas kegiatan tersebut untuk menghadirkan kemeriahan kemerdekaan sekaligus menanamkan nilai positif kepada anak-anak.
“Panjat pinang bukan hanya perlombaan. Ada nilai kebersamaan, kekompakan, kerja keras dan pantang menyerah yang bisa dipelajari anak-anak. Untuk mencapai sesuatu, kita membutuhkan perjuangan dan kerja sama,” ujar Irruandy.
Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak hanya tentang mengingat sejarah. Masyarakat juga perlu meneruskan nilai perjuangan para pendahulu kepada generasi berikutnya.
“Kami ingin anak-anak merasakan kegembiraan dalam memperingati kemerdekaan sekaligus belajar bahwa setiap keberhasilan membutuhkan proses dan perjuangan,” katanya.
-
Perlombaan Berlangsung Penuh Keceriaan
Panitia mengawali lomba dengan apel persiapan. Setelah itu, anak-anak mengikuti perlombaan panjat pinang dengan penuh semangat.
Setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai, Kapolsek Panongan menyerahkan hadiah kepada para peserta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ka Pol Sub Sektor Iptu Fuadi, Kanit Intelkam Polsek Panongan Iptu Iman Sodikin, personel Polsek Panongan, peserta lomba, serta masyarakat sekitar.
-
Semangat Persatuan Warnai HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Kegiatan tersebut mengusung tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat gambaran sederhana tentang bagaimana persatuan menjadi kekuatan. Puncak tidak selalu dicapai oleh mereka yang paling kuat, tetapi sering kali oleh mereka yang mampu saling menguatkan.
Karena itu, panjat pinang memberikan pelajaran sederhana kepada anak-anak bahwa kehidupan bukan hanya tentang siapa yang sampai lebih dulu. Lebih dari itu, mereka belajar bagaimana mencapai tujuan dengan saling membantu.
-
Dari Sebatang Pinang Anak-Anak Belajar Perjuangan
Dari sebatang pinang, anak-anak Panongan belajar satu hal penting: ketika tangan saling menggenggam dan langkah saling menopang, jalan menuju puncak terasa lebih mungkin.
Semangat tersebut menjadi salah satu cara generasi muda memahami makna kemerdekaan. Mereka tidak hanya menikmati kemeriahan perayaan, tetapi juga belajar tentang kerja keras, kekompakan, persatuan, dan pantang menyerah.
Karena pada akhirnya, kemerdekaan bukan hanya tentang bebas berdiri sendiri, tetapi juga tentang kemampuan untuk berdiri bersama.
(Hengki/rls)
- Penulis: Hengki kabiro Tangerang
- Editor: Ansori




