Kresnomulyo Barat Siaga El Nino, Destana dan Rumah Zakat Gelar Simulasi Karhutla
- account_circle Arman/Ansori
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak

Destana Kresnomulyo Barat Perkuat Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Karhutla
PRINGSEWU,wartahukum.id—Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat menggelar pelatihan dan simulasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi kering.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026) tersebut berlangsung di halaman Balai Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat. Kegiatan didukung Rumah Zakat dan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu.
Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari aparatur pemerintah pekon, anggota Destana, serta tokoh masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan ini juga menjadi tindak lanjut Surat Edaran Bupati Pringsewu Nomor 60 Tahun 2026 terkait kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino Godzilla.
-
Wilayah Rawan Membutuhkan Kesiapan Masyarakat
Koordinator Relawan (Korel) Rumah Zakat Pringsewu, Agus Purnomo, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal penting karena Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat memiliki sejumlah faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Menurutnya, kondisi permukiman yang cukup padat, luasnya lahan perkebunan, kebiasaan pembukaan lahan, serta jarak tempuh armada pemadam kebakaran dari pusat kota menjadi sejumlah pertimbangan dalam pelaksanaan pelatihan tersebut.
“Kebakaran bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga memukul kondisi sosial masyarakat. Oleh karena itu, edukasi respons kebakaran seperti ini wajib dilakukan secara berkelanjutan, baik untuk area permukiman maupun kawasan perkebunan,” ujar Agus.
-
Peserta Diberikan Teori dan Praktik Penanganan Api
Pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran di lapangan.
Materi awal disampaikan oleh Ramadhan, Relawan Destana setempat. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pemetaan potensi bahaya, langkah pencegahan dini, serta pentingnya menjaga ketenangan dan memahami kondisi psikologis masyarakat ketika menghadapi keadaan darurat.
Setelah mendapatkan pembekalan, peserta kemudian mengikuti simulasi penanganan kebakaran dengan pendampingan instruktur dari BPBD Pringsewu dan Rumah Zakat.
Dalam praktik tersebut, peserta diperkenalkan dengan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta peralatan pemadaman tradisional yang dapat digunakan untuk melakukan penanganan awal secara aman dan efektif.
-
Masyarakat Didorong Menjadi Garda Terdepan Saat Bencana
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat diharapkan semakin siap menghadapi potensi Karhutla, terutama dalam melakukan tindakan awal sebelum bantuan dari petugas tiba di lokasi.
Keterampilan dasar penanganan kebakaran dinilai penting karena masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian. Dengan kemampuan mitigasi yang memadai, potensi meluasnya kebakaran serta kerugian terhadap masyarakat dapat ditekan.
Pelatihan ini sekaligus memperkuat peran Destana sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Sinergi antara pemerintah pekon, Destana, BPBD, Rumah Zakat dan masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi menjadi budaya bersama dalam kehidupan sehari-hari.
(Arman)
- Penulis: Arman/Ansori
- Editor: Ansori





