Kasus HIV Sumsel Capai 380 Orang, 28 Penderita Meninggal
- account_circle Dede Yusri, kaperwil sum-sel
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
- print Cetak

Kasus HIV Sumsel Bertambah Selama Januari-Mei 2026, Dinkes Catat 380 Kasus Baru
SUMATERA SELATAN,wartahukum.id—Kasus HIV Sumsel kembali mengalami peningkatan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 380 kasus baru HIV/AIDS, terdiri dari 249 kasus HIV dan 131 kasus AIDS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 penderita dilaporkan meninggal dunia dalam periode lima bulan pertama tahun ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan temuan tersebut menunjukkan masih tingginya angka penyebaran HIV/AIDS di wilayah Sumatera Selatan.
“Temuan kasus baru HIV/AIDS Januari-Mei 2026 sebanyak 380 orang. HIV tercatat sebanyak 249 orang dan AIDS 131 orang. Dari total temuan kasus baru, yang meninggal sebanyak 28 orang,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa Ogatiyah, Sabtu (11/7/2026).
-
Palembang Catat Kasus HIV/AIDS Tertinggi
Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di Sumatera Selatan selama Januari hingga Mei 2026. Dinkes Sumsel mencatat terdapat 203 kasus baru, terdiri atas 133 kasus HIV dan 70 kasus AIDS.
“Yang meninggal di Palembang sebanyak 10 orang,” katanya.
Selain Palembang, Kota Lubuklinggau melaporkan 27 kasus yang terdiri atas 12 kasus HIV dan 15 kasus AIDS. Sebanyak dua penderita meninggal dunia di daerah tersebut.
Sementara itu, Kabupaten Musi Banyuasin mencatat 25 kasus baru, terdiri dari 14 kasus HIV dan 11 kasus AIDS. Sebanyak tiga penderita dilaporkan meninggal dunia.
-
Sejumlah Kabupaten dan Kota Juga Laporkan Kasus Baru
Kabupaten OKU Timur melaporkan 17 kasus baru yang terdiri atas 13 kasus HIV dan lima kasus AIDS, dengan satu penderita meninggal dunia.
Selanjutnya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat 16 kasus yang terdiri dari 13 kasus HIV dan tiga kasus AIDS. Di wilayah tersebut terdapat empat penderita yang meninggal dunia.
Kabupaten Muara Enim juga mencatat 16 kasus baru, terdiri atas 10 kasus HIV dan enam kasus AIDS, dengan satu penderita meninggal dunia.
Sementara itu, Kota Prabumulih dan Kabupaten OKU masing-masing melaporkan 16 kasus baru yang terdiri atas 13 kasus HIV dan tiga kasus AIDS. Kedua daerah tersebut tidak mencatat adanya korban meninggal dunia.
Selain itu, Kabupaten Banyuasin mencatat 14 kasus baru yang terdiri dari 10 kasus HIV dan empat kasus AIDS.
“Di Banyuasin 14 orang, terdiri dari HIV 10 orang dan AIDS 4 orang dengan 2 orang meninggal,” katanya.
Adapun daerah lainnya melaporkan jumlah kasus di bawah 10 orang. Kabupaten OKU Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kasus paling sedikit, yakni satu kasus AIDS.
-
Kelompok LSL Masih Mendominasi Kasus HIV
Dinkes Sumsel juga mencatat kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL) masih menjadi penyumbang terbesar dalam kasus HIV/AIDS di Sumatera Selatan.
“Kasus paling banyak HIV/AIDS berasal dari LSL (lelaki seks dengan lelaki),” katanya.
Selain itu, Ira menjelaskan bahwa jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Sumatera Selatan terus meningkat sejak 2011.
“Secara kumulatif, kasus HIV AIDS di Sumsel sejak 2011 sampai dengan April lalu sebanyak 8.188 orang terdiri dari HIV 4.767 orang dan AIDS 3.425 orang,” sambungnya.
Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan HIV/AIDS melalui perilaku hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta tidak memberikan stigma kepada orang dengan HIV/AIDS agar penanganan dan pencegahan dapat berjalan lebih optimal. (Dede Yusri)/rls
- Penulis: Dede Yusri, kaperwil sum-sel
- Editor: Ansori
- Sumber: Denkes SumSel




