Keracunan Massal MBG di SDN 22 Tegineneng, 32 Siswa dan 1 Guru Dirawat Usai Santap Menu Sop Buah
- account_circle Ansori /rls
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- print Cetak

Siswa SDN 22 Tegineneng Diduga Keracunan Usai Konsumsi Makan Bergizi Gratis
PESAWARAN,wartahukum.id—Sebanyak 32 siswa dan 1 orang guru di SDN 22 Tegineneng, Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (24/7/2026).
Korban mulai merasakan gejala tidak lama setelah menyantap hidangan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satu menu yang disajikan saat itu adalah sop buah.
-
Korban Alami Mual hingga Menggigil
Sebanyak 33 korban terdiri dari 32 siswa dan seorang guru mengalami keluhan berupa mual, pusing, sakit perut, badan panas, hingga menggigil.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Trimulyo untuk mendapatkan penanganan medis. Petugas kesehatan segera memberikan perawatan intensif guna memastikan kondisi para korban tetap stabil.
Berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, seluruh korban telah menunjukkan perkembangan yang baik dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Meski demikian, pihak puskesmas masih akan melakukan pemantauan kesehatan terhadap para korban selama tiga hari ke depan sebagai langkah antisipasi.
-
Polisi Selidiki Penyebab Dugaan Keracunan
Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha mengatakan pihak kepolisian telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi para korban.
Sampel tersebut akan diuji secara klinis di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung guna mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan.
Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama pihak kejaksaan telah turun langsung ke lokasi kejadian.
Pemerintah daerah saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Labkesda Provinsi Lampung. Hasil tersebut akan menjadi dasar untuk melakukan evaluasi serta pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur penyedia makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian hingga hasil uji laboratorium resmi diumumkan.
(Ansori/rls)
- Penulis: Ansori /rls
- Editor: Ansori




