Jembatan Gantung Bumi Arum Kembali Kokoh, 200 Warga dan Polisi Gotong Royong Perbaiki Akses Penghubung Pringsewu-Sukoharjo
- account_circle By. Suhairi
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- print Cetak

Jembatan Gantung Bumi Arum Kembali Kokoh, 200 Warga dan Polisi Gotong Royong Perbaiki Akses Penghubung Pringsewu-Sukoharjo
PRINGSEWU — wartahukum id,
Jembatan Gantung Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, yang sebelumnya mengalami kerusakan di sejumlah bagian, kini kembali dapat digunakan masyarakat dengan lebih aman dan nyaman.
Perbaikan jembatan tersebut rampung dalam waktu kurang dari dua hari setelah Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra turun langsung mengecek kondisi jembatan sekaligus menyerap keluhan warga.
Jembatan sepanjang sekitar 55 meter itu merupakan akses penting yang menghubungkan wilayah Kecamatan Pringsewu dengan Kecamatan Sukoharjo. Setiap hari, jembatan tersebut dilintasi lebih dari 250 kendaraan roda dua serta ratusan pejalan kaki.
Dalam proses perbaikan, sejumlah kayu penopang yang telah lapuk dan rusak diganti menggunakan kayu baru dengan ukuran lebih tebal. Bagian konstruksi lainnya juga diperiksa untuk memastikan titik-titik yang mengalami kerusakan dapat segera ditangani.
Material besi yang putus atau mengalami kerusakan turut diperbaiki melalui proses pengelasan. Selain itu, plat penjepit dipasang untuk memperkuat posisi kayu sekaligus meningkatkan kekokohan konstruksi jembatan.
Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pengecatan sejumlah bagian jembatan dan pembersihan lingkungan sekitar. Hasilnya, kondisi jembatan kini terlihat lebih rapi sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas.
Menariknya, proses renovasi tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari target awal. Perbaikan yang semula direncanakan melibatkan personel Polres Pringsewu bersama sejumlah warga berkembang menjadi aksi gotong royong yang melibatkan lebih dari 200 masyarakat dari Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo.
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, perbaikan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran kepolisian di tengah masyarakat.
“Renovasi ini merupakan bentuk nyata polisi hadir di tengah masyarakat. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat dari beberapa pekon yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo,” kata Dadi kepada awak media, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, keberadaan jembatan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga, mulai dari mobilitas anak sekolah, kegiatan pertanian hingga aktivitas perdagangan.
“Jembatan ini sebelumnya mengalami beberapa kerusakan sehingga kita lakukan perbaikan. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dan nyaman serta aktivitas mereka menjadi lebih mudah dan lancar,” ujarnya.
Dadi menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut juga mampu memangkas jarak dan waktu tempuh masyarakat. Apabila jembatan tidak dapat digunakan, warga harus menempuh jalur alternatif dengan memutar hingga sekitar 15-16 kilometer dan membutuhkan tambahan waktu perjalanan sekitar 30 menit.
“Dengan adanya fasilitas ini tentu sangat menghemat waktu masyarakat,” katanya.
Selama proses renovasi berlangsung, Kapolres Pringsewu bersama Wakapolres Pringsewu Kompol Samsuri, para pejabat utama Polres Pringsewu, Kapolsek Pringsewu dan Sukoharjo serta Camat Pringsewu tidak hanya melakukan pemantauan.
Mereka turut turun langsung mengerjakan berbagai bagian perbaikan bersama masyarakat.
Antusiasme warga dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat renovasi dapat diselesaikan lebih cepat dari rencana.
Bagi masyarakat, perubahan kondisi jembatan dirasakan secara langsung. Jika sebelumnya warga harus melintas dengan rasa waswas karena melihat sejumlah bagian jembatan yang rusak, kini kekhawatiran tersebut mulai berkurang.
“Sekarang kami lebih lega. Sebelumnya kalau lewat memang merasa takut karena ada bagian yang rusak. Setelah diperbaiki seperti ini, mudah-mudahan lebih aman,” ujar Septi, warga Pekon Sinar Baru Timur yang setiap hari menggunakan jembatan tersebut.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, jembatan kembali diserahkan kepada masyarakat untuk digunakan sekaligus dijaga secara bersama-sama.
Tidak ada seremoni besar dalam penyerahan jembatan tersebut. Makan bersama dan pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan menjadi penanda berakhirnya proses renovasi.
Perbaikan Jembatan Gantung Pekon Bumi Arum tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat melalui semangat gotong royong mampu menghadirkan solusi cepat bagi kebutuhan warga, terutama dalam menjaga akses vital yang menunjang aktivitas sehari-hari.( Suhairi ),
- Penulis: By. Suhairi




