Pendulang Emas Tewas di Awimbon, Evakuasi Korban Dan Masih Berlangsung Pengejaran Pelaku
- account_circle By. Ansori
- calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
- print Cetak

Pendulang Emas Tewas di Awimbon, Evakuasi Masih Berlangsung
Pegunungan Bintang,WARTA HUKUM.ID—Pendulang emas tewas di Awimbon menjadi fokus penanganan aparat gabungan di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Aparat keamanan saat ini memprioritaskan proses evakuasi korban, pencarian warga yang dilaporkan selamat, serta pengejaran terhadap kelompok pelaku pembunuhan.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 10 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa yang terjadi di area penambangan emas tersebut.
Namun demikian, jumlah korban masih berpotensi bertambah karena sejumlah pendulang emas dilaporkan masih bersembunyi di kawasan hutan sekitar lokasi kejadian.
-
Kelompok Pelaku Diduga KKB Batalyon Yamue
Dari hasil investigasi awal dan analisis video yang beredar, pelaku diduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue pimpinan Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka.
Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dan disebut memiliki satu pucuk senjata jenis AR-15 serta beberapa senjata api rakitan.
Selain itu, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur Forkopimda Kabupaten Boven Digoel terus melakukan koordinasi guna mendukung penyelidikan dan pengamanan wilayah.
Petugas juga mendalami jaringan kelompok pelaku sambil mengumpulkan berbagai petunjuk di lapangan untuk kepentingan penegakan hukum.
-
Medan Berat Hambat Proses Evakuasi
Meski lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, akses menuju lokasi diketahui lebih dekat melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
Namun kondisi geografis yang berat dan kawasan hutan lebat membuat proses evakuasi dilakukan dengan metode pembukaan jalur atau babat hutan menuju titik kejadian.
Posko aju dan titik evakuasi sementara saat ini dipusatkan di Tanah Merah dengan dukungan personel gabungan.
Selain mengevakuasi korban meninggal dunia, aparat keamanan juga terus melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan selamat namun masih bersembunyi di dalam hutan.
-
Operasi Damai Cartenz Fokus Selamatkan Korban
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani menegaskan seluruh personel akan memaksimalkan proses evakuasi dan penyelidikan.
“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujarnya.
Menurut Faizal, medan berat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan di lapangan.
Karena itu, seluruh personel diminta tetap mengedepankan aspek keselamatan selama bertugas di wilayah tersebut.
-
Masyarakat Diminta Hindari Penambangan Ilegal
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah rawan konflik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” kata Adarma Sinaga.
Menurutnya, kawasan tersebut merupakan wilayah hutan lindung tanpa aktivitas resmi dan selama ini kerap menjadi lokasi gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata.
Sementara itu, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung proses penanganan yang sedang dilakukan petugas di lapangan,” ujarnya saat ditemui media, Jumat (22/5/2026).
Petugas menyebutkan wilayah tersebut memiliki risiko ancaman keselamatan tinggi karena kerap menjadi lokasi aksi teror, penganiayaan, ancaman kekerasan, hingga pembunuhan oleh kelompok kriminal berse. (Ansori/rls)
✅ Gaya Berita:
Depth News
- Penulis: By. Ansori




