Breaking News
light_mode

Dugaan Kelengkapan Fasilitas dan Aspek Perizinan Jadi Sorotan di Perumahan Melana Estate Gedong Tataan

  • account_circle Febriyansah
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • print Cetak

Pesawaran, wartahukum.id — Pendirian kawasan perumahan tidak hanya berbicara soal pembangunan rumah dan penjualan unit semata. Dalam praktiknya, pengembang wajib memenuhi sejumlah tahapan penting mulai dari legalitas lahan, kesesuaian tata ruang, dokumen lingkungan, site plan, hingga penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial sebagaimana diatur dalam berbagai regulasi perumahan dan tata ruang.

Perumahan Melana Estate yang berada di Jalan Raden Gunawan, Kurungan Nyawa, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, kini menjadi perhatian setelah tim awak media melakukan penelusuran langsung di lokasi proyek.

Perumahan yang dikembangkan PT Melana Andespal Property tersebut diketahui merupakan proyek hunian subsidi dan komersial dengan konsep desain minimalis dan sistem satu pintu (one gate system). Dalam papan informasi proyek disebutkan total rencana pembangunan mencapai 706 unit di atas lahan sekitar 8,5 hektare.

Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan sejumlah fasilitas umum yang lazimnya menjadi bagian dari pengembangan kawasan perumahan belum terlihat tersedia. Tim awak media tidak menemukan keberadaan fasilitas tempat ibadah, taman bermain, maupun tempat pemakaman umum di area proyek.

Selain itu, di atas kawasan perumahan tampak terbentang jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) lengkap dengan tiang transmisi bertegangan tinggi yang berdiri tidak jauh dari area pembangunan rumah warga.

Dok.foto/febriyansah: tampak terbentang jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dikawasan tersebut.

Secara umum, keberadaan jaringan SUTET di kawasan permukiman sering menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait aspek kenyamanan, estetika lingkungan, hingga potensi risiko keselamatan apabila tidak memperhatikan jarak aman sesuai ketentuan teknis dan tata ruang. Karena itu, pengembang perumahan pada prinsipnya wajib memperhatikan kesesuaian site plan, zona aman utilitas kelistrikan, dan aspek perlindungan konsumen sebelum melakukan pemasaran unit.

Dalam ketentuan umum, pembangunan perumahan setidaknya harus memenuhi sejumlah tahapan penting, di antaranya legalitas hak atas tanah, kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, persetujuan bangunan gedung, dokumen lingkungan, site plan yang disahkan pemerintah daerah, penyediaan prasarana sarana dan utilitas umum (PSU), akses jalan lingkungan, sistem drainase, hingga fasilitas sosial dan fasilitas umum bagi penghuni.

Ketentuan tersebut secara umum mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, serta sejumlah aturan turunan lainnya terkait penyelenggaraan perumahan.

Dalam Pasal 47 UU Nomor 1 Tahun 2011 dijelaskan bahwa penyelenggaraan perumahan wajib memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Sementara pengembang juga memiliki kewajiban menyediakan prasarana, sarana, dan utilitas umum.

Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, secara umum pemerintah daerah dapat menjatuhkan sanksi administratif mulai dari teguran tertulis, penghentian sementara pembangunan, pembekuan izin, pencabutan perizinan, hingga kewajiban pemulihan sesuai hasil evaluasi instansi berwenang.

Saat dikonfirmasi terkait site plan dan kelengkapan dokumen perizinan, pihak pengelola belum menunjukkan dokumen dimaksud.

“Saya masih libur, minta sama yang lain aja ya,” ucap pihak pengelola kepada awak media.

Ia juga menyatakan bahwa seluruh izin proyek disebut telah lengkap, namun dokumen belum dapat diperlihatkan secara langsung.

“Semua izin-izin saya jamin lengkap tapi terkait dokumen, saya akan keluarkan (perlihatkan_red) kecuali atas izin Pak Sony, mohon maaf karena dia atasan saya,” lanjutnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak pengembang maupun instansi terkait guna memastikan kesesuaian perizinan, site plan, serta pemenuhan fasilitas umum dan aspek tata ruang pada proyek tersebut.

Media ini tetap menjunjung asas praduga tak bersalah, berpedoman pada Undang-Undang Pers, serta membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak terkait.| Red

  • Penulis: Febriyansah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengurangi Overkapasitas, Rutan Manna Laksanakan Sidang TPP Integrasi Bagi 11 Warga Binaan

    Mengurangi Overkapasitas, Rutan Manna Laksanakan Sidang TPP Integrasi Bagi 11 Warga Binaan

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle RojaliJalex
    • 0Komentar

    Sidang TPP Rutan Manna, Rutan Kelas IIB Manna overkapasitas, PB CB Rutan Manna, Rio Trisna Dayu TPP, Hannibal Rutan Manna   MANNA, WARTAHUKUM.ID – Komitmen Rutan Kelas IIB Manna dalam pemenuhan hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus diwujudkan. Senin (19/10) Pukul 09.00 WIB, Rutan Manna melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bagi 11 orang WBP […]

  • Diduga Asal Jadi, Proyek Jalan Rigid Beton Kedondong–Gedong Tataan Senilai Rp4,031 Miliar Disorot

    Diduga Asal Jadi, Proyek Jalan Rigid Beton Kedondong–Gedong Tataan Senilai Rp4,031 Miliar Disorot

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle By. Ansori
    • 0Komentar

    Proyek Jalan Rigid Beton Kedondong–Gedong Tataan Jadi Sorotan Publik PESAWARAN,wartahukum.id—Proyek Jalan Rigid Beton Kedondong–Gedong Tataan di Kabupaten Pesawaran menjadi sorotan masyarakat setelah muncul dugaan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Proyek yang dikerjakan oleh CV Ganta Nasani Djaya tersebut menelan anggaran sebesar Rp4.031.000.000 (empat miliar tiga puluh satu juta rupiah). Berdasarkan pantauan di lapangan pada […]

  • Menhut Raja Juli Akui Terima Amplop dari Bupati Kuansing, Mengaku Langsung Dikembalikan

    Menhut Raja Juli Akui Terima Amplop dari Bupati Kuansing, Mengaku Langsung Dikembalikan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle By. Ansori
    • 0Komentar

    Menhut Raja Juli Beri Klarifikasi Terkait Pertemuan dengan Bupati Kuansing JAKARTA,wartahukum.id—Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan klarifikasi terkait pertemuannya dengan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, yang belakangan menjadi perhatian publik setelah operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Raja Juli membenarkan bahwa dirinya menerima kunjungan resmi Bupati Kuansing di Kantor Kementerian Kehutanan pada […]

  • Pantauan Pagi Ini: Arus Lalu Lintas di Simpang Empat Way Kanan Ramai Lancar, Kasatlantas Himbau Utamakan Keselamatan

    Pantauan Pagi Ini: Arus Lalu Lintas di Simpang Empat Way Kanan Ramai Lancar, Kasatlantas Himbau Utamakan Keselamatan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle ROJALI
    • 0Komentar

    *Pantauan Pagi Ini: Arus Lalu Lintas di Simpang Empat Way Kanan Ramai Lancar, Kasatlantas Himbau Utamakan Keselamatan*   *WAY KANAN*,WartaHukum.ID – Satuan Lalu Lintas Polres Way Kanan terus melakukan pemantauan situasi arus lalu lintas untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jalan. Pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 07.15 WIB, Kasatlantas Polres Way Kanan […]

  • Reskrim Polsek Sungkai Utara Amankan Terduga Pelaku Curas di Batu Nangkop Lampung Utara

    Reskrim Polsek Sungkai Utara Amankan Terduga Pelaku Curas di Batu Nangkop Lampung Utara

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Mimi Kabiro Wartahukum Lampura
    • 0Komentar

    Buronan 4 Tahun, Pelaku Curas Ruko Rp50 Juta di Sungkai Tengah Ditangkap Polsek Sungkai Utara Saat Pulang dari Jakarta   Lampung Utara, Wartahukum.id – Personel Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sungkai Utara berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di Jalan Desa Batu Nangkop, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung […]

  • Tanah Jadi Saham: Engelina Dorong Konversi Lahan Rakyat untuk Proyek Blok Masela

    Tanah Jadi Saham: Engelina Dorong Konversi Lahan Rakyat untuk Proyek Blok Masela

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Toyyib
    • 0Komentar

    Tanah Jadi Saham Dinilai Jadi Jalan Tengah untuk Blok Masela JAKARTA, wartahukum.id – Tanah Jadi Saham menjadi gagasan yang didorong Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina, sebagai alternatif dalam penyelesaian persoalan pengadaan lahan di proyek strategis nasional Blok Masela, Maluku. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi jalan tengah agar pembangunan tetap berjalan tanpa memutus hubungan masyarakat […]

expand_less