Breaking News
light_mode

Aceh Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah, AEDF Siapkan Roadmap

  • account_circle Helmy kaperwil Aceh
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

AEDF 2026 Dorong Hilirisasi dan Roadmap Investasi Aceh hingga 20 Tahun

BANDA ACEH, wartahukum.id — Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari sekadar mengandalkan penjualan komoditas mentah menuju hilirisasi dan industrialisasi. Langkah tersebut dinilai penting agar kekayaan sumber daya Aceh mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah sendiri.

Hal tersebut disampaikan Plt Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, dalam Aceh Economic Development Forum (AEDF) 2026 yang digelar PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda di Hermes Hotel Banda Aceh, Selasa (6/10/2026).

AEDF 2026 mengusung tema “Accelerating Investment and New Industrial Era in Aceh.”

  • Taufik Dorong Sumber Daya Aceh Diolah di Daerah

Taufik mengatakan Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, energi, pariwisata hingga berbagai komoditas unggulan. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan agar benar-benar menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Jangan sampai sumber daya Aceh keluar dalam bentuk bahan mentah, sementara nilai tambah dan lapangan kerja tercipta di daerah lain,” kata Taufik.

Menurutnya, pertanian, perkebunan, perikanan, energi, dan sumber daya lainnya harus semakin banyak diolah di Aceh sehingga manfaat ekonominya lebih besar dirasakan masyarakat.

Taufik berharap AEDF tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan peta jalan konkret, peluang investasi yang jelas, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, kesiapan infrastruktur, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan dan masyarakat.

  • PEMA Siapkan Roadmap Investasi 10 hingga 20 Tahun

Sementara itu, Direktur Utama PT PEMA Perseroda, Faisal Ilyas, mengatakan Aceh memiliki potensi sumber daya yang besar, namun belum seluruhnya memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Kita punya laut yang luas, namun nilai tambah laut kita dinikmati orang luar Aceh. Kita memiliki komoditas pertanian dan perkebunan, tetapi yang kita jual barang mentah,” ujar Faisal.

Menurutnya, tantangan Aceh adalah mengubah potensi tersebut menjadi nilai tambah melalui investasi dan industrialisasi.

“Lewat forum ini kita akan membuat roadmap apa yang akan kita lakukan 10 hingga 20 tahun ke depan,” katanya.

Faisal menyebut PEMA memiliki tanggung jawab besar sebagai instrumen ekonomi daerah. Secara akumulatif, PEMA telah menyetorkan dividen Rp128 miliar kepada Pemerintah Aceh.

Ke depan, PEMA ingin meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh di tengah kondisi fiskal daerah dan pengurangan transfer dari pemerintah pusat.

  • Enam Kerja Sama Investasi Ditandatangani

Selain forum diskusi, AEDF 2026 juga menjadi momentum penandatanganan sejumlah kerja sama investasi dan pengembangan industri.

Kerja sama pertama dilakukan dengan Tigallapan Investama untuk joint study potensi pengembangan energi terbarukan.

Selanjutnya, kerja sama strategis dilakukan dengan Kedah Agro Ausin Berhad, mencakup pengembangan agroindustri, perdagangan, agrowisata, logistik, teknologi, peternakan dan sumber daya manusia.

Kemudian, Citaglobal terlibat dalam joint study potensi pengembangan energi dan bahan bakar berkelanjutan.

Kerja sama berikutnya dilakukan dengan PT Banda Sentra Nasional (BSNS) untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Aceh.

Sementara dengan PT Indo Surya Galvalume (ISG) dilakukan penandatanganan MoU sekaligus soft launching pabrik baja ringan, serta MoU dan soft launching tenant hebel dan bata precast.

  • AEDF 2026 Jadi Langkah Menuju Era Industrialisasi Baru

Rangkaian kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong Aceh memasuki era industrialisasi baru dengan mengoptimalkan sumber daya daerah dan menarik investasi yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui AEDF 2026, Pemerintah Aceh dan PEMA mendorong agar potensi sumber daya daerah tidak hanya berhenti sebagai komoditas yang dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat dikembangkan melalui investasi, pengolahan dan industrialisasi di Aceh.

Dengan demikian, agenda hilirisasi diharapkan dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kontribusi sektor produktif terhadap perekonomian daerah.

By. Helmy

 

 

  • Penulis: Helmy kaperwil Aceh
  • Editor: Ansori

Rekomendasi Untuk Anda

  • Simpan 14,52 Gram Sabu di Rumah Kontrakan, Pria 26 Tahun Ditangkap Polresta Tangerang

    Simpan 14,52 Gram Sabu di Rumah Kontrakan, Pria 26 Tahun Ditangkap Polresta Tangerang

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Hengki kabiro Tangerang
    • 0Komentar

    Polresta Tangerang Tangkap Pria 26 Tahun dengan 14,52 Gram Sabu di Rumah Kontrakan TANGERANG,Wartahukum.id – Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang menangkap seorang pria berinisial MP (26), warga Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu. Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 8 bungkus plastik klip berisi kristal bening yang […]

  • Plt Sekda Aceh Terima Audiensi Terkait Pengembangan KEK Arun

    Plt Sekda Aceh Terima Audiensi Terkait Pengembangan KEK Arun

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Helmy kaperwil Aceh
    • 0Komentar

    Pemanfaatan Lahan KEK Arun Dibahas dalam Audiensi Pemerintah Aceh BANDA ACEH,Wartahukum.id | Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik menerima audiensi Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Direktur PT Patriot Nusantara Aceh, dan Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), di Ruang Rapat Sekda Aceh, Selasa (29/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi Pemerintah […]

  • Warga Miskin Kota Medan Menjerit, Meterannya di Cabut PDAM Tirtanadi Karena Belum Bayar Tagihan Rp 63 Ribu

    Warga Miskin Kota Medan Menjerit, Meterannya di Cabut PDAM Tirtanadi Karena Belum Bayar Tagihan Rp 63 Ribu

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Nezza Sapitri
    • 0Komentar

     Warga Miskin Kota Medan Keluhkan Pencabutan Meteran Air PDAM Tirtanadi MEDAN,wartahukum.id—Peristiwa warga kurang mampu mengeluh karena meteran air dicabut biasanya terjadi akibat tunggakan tagihan, kendala distribusi, atau masalah kebijakan tarif layanan air minum. Tunggakan dan Layanan Air Jadi Sorotan Masalah ini mencakup beban biaya bulanan, protes atas layanan air yang tidak mengalir, serta prosedur penertiban […]

  • Ngaku Motornya Dirampas, Remaja Jati Agung Jadi Tersangka

    Ngaku Motornya Dirampas, Remaja Jati Agung Jadi Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Rudiyatmoko wartawan kab, pesawaran
    • 0Komentar

    Remaja Jati Agung Laporkan Motor Dirampas LAMPUNG SELBaru,Wartahukum.id—Polisi mengungkap fakta di balik laporan pencurian dengan kekerasan (curas) sepeda motor di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Laporan yang menyebut sepeda motor dirampas di jalan ternyata tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan dari keterangan pelapor dan rekaman di sekitar lokasi. Kasus tersebut dilaporkan […]

  • Dolar AS Tembus Rp17.700, APBN 2026 Masih Aman

    Dolar AS Tembus Rp17.700, APBN 2026 Masih Aman

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle By. Ansori
    • 0Komentar

    Dolar AS Tembu Rp17.700, Pemerintah Pastikan APBN Aman Jakarta, WARTA HUKUM.ID —Dolar AS tembus Rp17.700 per dolar Amerika Serikat, namun pemerintah memastikan kondisi tersebut belum memberikan dampak serius terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah telah melakukan berbagai simulasi perhitungan terkait pergerakan kurs rupiah dalam penyusunan APBN […]

  • Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pringsewu Gelar Pentas Kuda Kepang dan Reog Ponorogo dalam harmoni budaya lampung,

    Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pringsewu Gelar Pentas Kuda Kepang dan Reog Ponorogo dalam harmoni budaya lampung,

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle By. Suhairi
    • 0Komentar

    Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pringsewu Gelar Pentas Kuda Kepang dan Reog Ponorogo dalam harmoni budaya lampung,   Pringsewu –warta hukum id, Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pringsewu menggelar pentas seni budaya Kuda Kepang dan Reog Ponorogo di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan antara […]

expand_less