Api Melalap 20 Hektare Kebun Tebu di Rayon 2 Sidodadi PG Bungamayang, Armada Pemadam Sempat Terkendala
- account_circle Mimi ka biro lampung utara
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak

Kebakaran Lahan di Rayon 2 Sidodadi PG Bungamayang Masih Diselidiki
LAMPUNG UTARA,wartahukum.id—Kebakaran lahan terjadi di kawasan Rayon 2 Sidodadi, wilayah PG Bungamayang, Kabupaten Lampung Utara, pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Berdasarkan informasi awal di lapangan, sekitar 20 hektare tanaman tebu dilaporkan terdampak kobaran api.
Peristiwa tersebut sempat disaksikan dan didokumentasikan awak media yang melintas di sekitar lokasi. Kobaran api terlihat membakar hamparan tanaman tebu yang disebut telah mendekati masa panen. Kepulan asap juga tampak membumbung tinggi dan terlihat dari sejumlah titik di sekitar kawasan perkebunan.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Belum terdapat keterangan resmi yang memastikan apakah api dipicu faktor alam, aktivitas manusia, maupun penyebab lainnya.
-
Petugas Kerahkan Armada Pemadam untuk Melokalisasi Api
Informasi yang dihimpun dari salah seorang warga setempat menyebutkan, masyarakat belum mengetahui secara pasti titik awal munculnya api.
Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan sejumlah armada pemadam kebakaran dari lingkungan PG Bungamayang. Petugas berupaya melokalisasi kobaran api agar tidak merambat ke kawasan perkebunan lainnya.
Namun, berdasarkan pantauan awak media di lokasi, sejumlah armada pemadam disebut mengalami kendala ketika digunakan. Kondisi tersebut diduga turut memengaruhi proses penanganan kobaran api.
Kendati demikian, kondisi dan jenis kendala pada armada tersebut masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak PG Bungamayang maupun instansi terkait.
-
Tanaman Tebu Mendekati Panen, Kerugian Belum Diketahui
Luas lahan yang dilaporkan terbakar menjadi perhatian karena tanaman tebu di kawasan tersebut disebut telah mendekati masa panen.
Apabila luas lahan yang terdampak benar mencapai sekitar 20 hektare, kebakaran tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi pihak pengelola perkebunan. Namun, hingga saat ini belum ada data resmi mengenai nilai kerugian akibat peristiwa tersebut.
Selain kerusakan tanaman, kepulan asap dari kebakaran juga berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.
-
Penyebab Kebakaran Perlu Ditelusuri
Penyebab kebakaran di Rayon 2 Sidodadi perlu ditelusuri secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak di tengah masyarakat.
Pemeriksaan terhadap lokasi dan sumber awal api penting dilakukan untuk mengetahui apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam, kecelakaan, atau aktivitas manusia.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian mengingat kebakaran lahan dapat dengan cepat meluas apabila didukung kondisi tanaman yang kering serta tiupan angin.
Hingga berita ini ditulis, awak media masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari pihak PG Bungamayang dan instansi berwenang terkait luas pasti lahan yang terbakar, penyebab kebakaran, kondisi armada pemadam, serta langkah penanganan dan evaluasi pascakejadian.
Catatan: Informasi mengenai luas sekitar 20 hektare, kendala armada pemadam, serta dampak asap dalam berita ini merupakan informasi awal berdasarkan pantauan dan keterangan di lapangan dan masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak terkait.
(Mimi/rls)
- Penulis: Mimi ka biro lampung utara
- Editor: Ansori





