Dugaan Keracunan Bubur Sumsum di Tanggamus, 55 Warga Alami Mual dan Diare
- account_circle Ansori/rls
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- print Cetak

Polisi Selidiki Penyebab, Sampel Bahan Baku Diuji di Labkesda
TANGGAMUS,wartahukum.id—Dugaan keracunan bubur sumsum di Kabupaten Tanggamus mengakibatkan 55 warga Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, mengalami gangguan kesehatan. Polisi bersama Dinas Kesehatan masih menyelidiki penyebab kejadian dengan memeriksa bahan baku bubur di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Kapolsek Wonosobo Iptu Primadona Laila mengatakan, para korban mengalami gejala berupa sakit perut, mual, muntah, diare, hingga tubuh lemas setelah mengonsumsi bubur sumsum yang dijual oleh pedagang keliling berinisial J (42), warga setempat.
Peristiwa tersebut bermula pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB saat pedagang menjual sekitar 100 cup bubur sumsum. Seluruh dagangan habis terjual kepada warga.
Beberapa jam setelah mengonsumsi bubur tersebut, puluhan warga mulai merasakan gejala yang sama dan segera mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan.
-
Polisi Amankan Bahan Baku Bubur Sumsum
Karena seluruh bubur sumsum telah habis terjual, petugas tidak dapat mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi para korban. Sebagai pengganti, polisi menyita sejumlah bahan baku yang digunakan untuk membuat bubur sumsum sebagai barang bukti.
Bahan baku yang diamankan antara lain tepung beras, tepung terigu, tepung maizena, susu, santan, gula merah, pasta pandan, sekoteng, serta bahan lainnya. Seluruh sampel tersebut akan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan.
-
Penyebab Masih Menunggu Hasil Uji Laboratorium
Kapolsek Wonosobo menegaskan, hingga saat ini penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Selain itu, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
«”Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Percayakan proses penanganan kepada petugas. Prioritas kami memastikan seluruh korban tertangani sekaligus mengungkap penyebab kejadian ini,” tegas Iptu Primadona Laila. (adi/rls)»
(Ansori/rls)
- Penulis: Ansori/rls
- Editor: Ansori
- Sumber: Polsek Talang Padang




