Octopuss Tempat Relaksasi SPA Teluk Betung Selatan Dikeluhkan Masyarakat. Diduga Menyediakan Layanan Karaoke dan Tempat Prostitusi
- account_circle Red.
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Octopuss SPA Teluk Betung Selatan Jadi Sorotan Warga
BANDAR LAMPUNG (HO),wartahukum.id—Masyarakat serta keluarga pengunjung mengeluhkan keberadaan Octopuss Tempat Relaksasi SPA yang berlokasi di Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung. Tempat tersebut diduga tidak hanya melayani jasa pijat dan relaksasi, tetapi juga menyediakan layanan karaoke serta beroperasi sebagai tempat prostitusi terselubung.
-
Berikut rincian tarif dan layanan yang diungkapkan:
Paket Platinum: Rp1.600.000
Paket Golden: Rp1.400.000 lebih sedikit
Foto dok: SPA Teluk Betung, red.
“Kalau Platinum ada mandi kucing, pijat badan pakai bedak, mandi kucing pakai madu. Kalau tidak ada pilihan itu, berarti sudah paket lengkap atau ‘all in’, yaitu berhubungan badan selama satu jam,” ujar salah satu petugas.
Pekerja di Octopuss menyatakan tempat kerja mereka aman dan tidak akan pernah digerebek atau diperiksa aparat. Mereka menduga pemilik usaha yang berdomisili di luar provinsi, tepatnya di Bandung, Jawa Barat, sudah berkoordinasi dengan pihak aparat penegak hukum, baik tingkat Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung, maupun Polsek setempat.
Keluhan ini disampaikan langsung oleh keluarga pengunjung berinisial SH dan WD serta warga sekitar, yang sudah mengamati aktivitas tempat tersebut selama sekitar dua tahun terakhir.
“Keluarga kami pernah berkunjung ke sana, padahal kondisi ekonomi kami sulit. Ternyata tujuan berkunjung bukan untuk pijat atau relaksasi, melainkan melakukan hubungan badan. Dugaan kami, tempat ini tidak berjalan sesuai izin yang dimiliki. Ada indikasi aktivitas lain di baliknya, apalagi tarif yang ditawarkan cukup mahal,” jelas mereka, Sabtu (27/6/2026).
“Kami sangat miris mengetahui fakta bahwa tempat ini bukan sekadar SPA. Kami menuntut aparat penegak hukum, mulai dari Polda, Polsek, hingga Polres Bandar Lampung, serta Pemerintah Kota untuk segera mengevaluasi tempat ini. Jangan sampai hal ini menjadi bibit penyakit masyarakat. Sudah banyak laporan dari kerabat maupun istri yang suaminya sering ke sana bukan sekadar pijat, melainkan terlibat hal yang tidak wajar,” ungkap warga.
-
Tim Media Lakukan Penyamaran
Menanggapi laporan tersebut, tim media melakukan penyelidikan dan penyamaran dengan berpura-pura ingin menggunakan jasa tempat tersebut. Saat berinteraksi dengan petugas di depan, pekerja kembali menegaskan keamanan tempat itu.
Foto dok: red
“Di sini aman sekali, tidak mungkin ada razia karena kami sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib, mulai dari Polsek, Polresta, hingga Polda Lampung,” ujar petugas saat investigasi berlangsung.
Petugas di bagian dalam juga menjelaskan rincian layanan dan tarif secara gamblang, termasuk fasilitas ruang karaoke yang tersedia. Selain itu, disebutkan pula bahwa pekerja atau pelayan yang bertugas berasal dari luar kota.
“Tiap hari ramai pengunjung, terlihat dari banyaknya kendaraan bermotor maupun mobil yang parkir. Plat nomor kendaraan bisa kami tutupi sesuai permintaan tamu agar tidak diketahui orang lain. Pelayannya juga berpenampilan menarik, makanya banyak yang datang. Tempat ini buka sampai pukul 02.00 dini hari,” tambahnya.
Dijelaskan pula bahwa usaha ini sudah berjalan sekitar dua tahun. Sebelumnya beroperasi di sekitar Hotel Yuna, kemudian pindah ke lokasi sekarang. Warga sekitar diketahui sudah umum mengetahui dugaan aktivitas terlarang di tempat tersebut.
“Masyarakat sekitar sudah tahu semuanya, jadi tidak ada masalah, kami merasa aman beroperasi di sini,” ujar petugas.
-
Dugaan Layanan dan Fasilitas
Dari keterangan petugas kasir, tersedia dua kategori layanan utama, yakni TH 2 khusus pijat saja dan TH 1 yang mencakup layanan lengkap. Fasilitas karaoke tersedia, namun ruangannya juga digunakan untuk aktivitas lain.
“Kalau mau berhubungan badan layaknya suami istri, bisa pindah ke ruang VIP. Kalau sudah selesai bernyanyi dan sepakat, kegiatan tetap dilakukan di ruangan yang sama selama satu jam. Paket Platinum Rp1,6 juta itu sudah lengkap. Kami juga menyediakan minuman, salah satunya soju,” jelasnya.
-
Pihak kasir kembali menegaskan soal keamanan dan dugaan koordinasi dengan aparat.
“Bisa digabung dengan layanan karaoke, durasinya tetap satu jam. Privasi terjamin. Soal keamanan, tenang saja, kami sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, jadi aman,” tegasnya.
-
Warga Desak Aparat Bertindak
Masyarakat setempat kini mendesak pihak berwenang, khususnya Polda Lampung, untuk segera melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Octopuss SPA di Teluk Betung Selatan.
“Sangat serius adanya pengakuan dari pekerja bahwa ada koordinasi atau keterlibatan aparat dalam bisnis ini. Ini menjadi perhatian besar bagi Kapolda Lampung, karena nama institusi hukum dicatut sebagai jaminan keamanan. Kami juga menuntut Pemerintah Kota memeriksa izin usaha yang dimiliki: apakah benar hanya izin SPA atau ada penyalahgunaan izin untuk praktik terlarang,” tegas perwakilan warga.
Warga juga menekankan pentingnya bukti nyata kinerja aparat kepolisian setempat guna membuktikan tidak ada keterlibatan atau pembiaran.
“Sudah jelas-jelas disebutkan bahwa tempat ini aman karena berkoordinasi dengan aparat. Kami masyarakat akan menunggu bukti nyata tindakan hukum atas keluhan yang kami sampaikan ini,” pungkasnya.
-
Pihak Octopuss Minta Penundaan Publikasi
Kemudian saat media ini melakukan upaya konfirmasi terkait Octopus Relaksasi SPA yang diduga ada kegiatan terselubung prostitusi dan tempat karaoke, tak lama berselang ada nomor yang menghubungi. Pengguna nomor tersebut menyatakan dirinya Erik, bertindak selaku perwakilan Octopus.
Ia mengaku ingin meminta penjelasan sekaligus mengajak wartawan media ini bertemu terkait rencana pemberitaan yang akan dimuat. Erik juga menyebut dirinya baru saja tiba di Lampung.
“Biar saya saja yang berkomunikasi, Bang. Kalau lewat orang lain nanti salah paham. Kapan kita bisa bertemu? Kita jumpa saja di darat, Bang,” katanya.
-
Ia pun meminta agar berita tersebut belum dimuat atau dipublikasikan.
“Tolonglah, Bang, jangan dinaikkan pemberitaannya. Kita berkawan saja, ngobrol sambil ngopi, kita saling kenal dulu, Bang,” timpalnya.
Lebih lanjut, Erik menyebutkan bahwa ia mengontrak tempat tinggal di kawasan Teluk.
“Saya asli orang Bandung, Bang. Di sini saya bertindak selaku Humas Octopus untuk wilayah Lampung,” ucapnya.
(Red)
- Penulis: Red.







