Ketika Anak Muda Tak Lagi Apatis, Sekolah Kader Perubahan PKB Jadi Ruang Belajar Demokrasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
- print Cetak

Lampung Selatan, WARTA HUKUM.ID — Di tengah anggapan bahwa politik hanya milik para elite dan identik dengan perebutan kekuasaan, puluhan anak muda di Kecamatan Tanjung Sari justru memilih menghabiskan hari liburnya untuk belajar memahami demokrasi dan kehidupan berbangsa.
Minggu (7/6/2026), sekitar 70 pemuda berusia 17 hingga 35 tahun dari berbagai desa berkumpul di Desa Kertosari untuk mengikuti Sekolah Kader Perubahan PKB, sebuah program pendidikan politik yang digagas DPC PKB Lampung Selatan.
Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka datang dengan latar belakang yang beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pemuda yang aktif dalam organisasi kemasyarakatan.
Namun, mereka memiliki tujuan yang sama, yakni menambah wawasan tentang politik dan memahami peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.
Bagi sebagian anak muda, politik sering kali dianggap sebagai sesuatu yang rumit dan jauh dari kehidupan sehari-hari.
Padahal, hampir setiap kebijakan yang menyentuh masyarakat lahir melalui proses politik.

Foto Dok PKB: Hamdani, S.H.I., saat memberikan materi.
Mulai dari pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga program pemberdayaan masyarakat, semuanya berkaitan dengan keputusan politik. Kesadaran itulah yang ingin dibangun melalui Sekolah Kader Perubahan PKB.
-
Menumbuhkan Kesadaran Politik Generasi Muda
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Anggota DPRD Lampung Selatan Fraksi PKB, Hamdani, S.H.I., yang juga menjadi narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Hamdani menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa.
Oleh karena itu, mereka perlu memahami politik secara baik agar mampu berpartisipasi secara positif dalam kehidupan demokrasi.
Menurutnya, sikap apatis terhadap politik justru dapat membuat generasi muda kehilangan kesempatan untuk ikut menentukan arah pembangunan di masa depan.
“Kami berharap agar anak-anak muda di sekitar kita tidak apatis dan cuek terhadap politik, melainkan melek politik dan tidak takut untuk terlibat dalam politik. Karena apapun bentuknya, generasi muda adalah generasi penerus bangsa,” ujar Hamdani.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta. Mereka menyimak materi yang disampaikan sambil sesekali mencatat poin-poin penting yang dianggap relevan dengan kondisi saat ini.
-
Politik Tidak Hanya Hadir Saat Pemilu
Dalam kesempatan itu, Hamdani juga menjelaskan bahwa Sekolah Kader Perubahan merupakan program kaderisasi yang wajib dilaksanakan oleh seluruh anggota DPRD Fraksi PKB di Indonesia.
Program tersebut dirancang sebagai sarana pendidikan politik yang berkelanjutan sekaligus bentuk kehadiran partai di tengah masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pemahaman politik yang sehat dan konstruktif, tidak hanya menjelang momentum pemilihan umum.
“Kegiatan Sekolah Kader Perubahan merupakan program rutin dan wajib dilaksanakan oleh seluruh anggota DPRD Fraksi PKB se-Indonesia. Program ini dilaksanakan agar keberadaan partai tidak hanya hadir ketika menjelang pemilu saja, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, termasuk memberikan edukasi politik kepada masyarakat,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, PKB berharap dapat memperkuat budaya demokrasi yang lebih partisipatif, khususnya di kalangan generasi muda.
-
Ruang Dialog yang Interaktif
Selain menerima materi, para peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi secara langsung dengan narasumber.
Berbagai pertanyaan muncul mengenai kepemimpinan, demokrasi, pembangunan daerah, hingga tantangan yang dihadapi anak muda di era digital.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak aktif menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka terkait berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap isu-isu publik sebenarnya cukup besar.
Mereka hanya membutuhkan ruang yang tepat untuk belajar, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan.
Melalui forum seperti inilah, kesadaran politik dapat tumbuh secara alami tanpa harus melalui pendekatan yang kaku atau formal.
-
Mencetak Agen Perubahan dari Desa
Bagi DPC PKB Lampung Selatan, Sekolah Kader Perubahan bukan sekadar kegiatan seremonial.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kritis, peduli terhadap persoalan masyarakat, dan berani mengambil peran dalam pembangunan.
Lebih jauh, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Mereka tidak hanya memahami teori politik, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab pada akhirnya, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh para pemimpin hari ini.
Masa depan Indonesia juga berada di tangan anak-anak muda yang mau belajar, peduli terhadap lingkungan sekitarnya, serta berani terlibat dalam proses perubahan.
Melalui Sekolah Kader Perubahan PKB di Desa Kertosari, harapan itu mulai ditanamkan.
Dari sebuah ruang belajar sederhana di Tanjung Sari, semangat untuk membangun demokrasi yang lebih baik tumbuh bersama generasi muda yang memilih untuk tidak lagi apatis terhadap politik.
- Penulis: Redaksi





