Ketum Madas Nusantara, Jusuf Rizal Redam Warga Madura Yang Tersinggung Ucapan Wayan Setiawan Sebar Fitnah di Media Sosial
- account_circle Muhammad Toy
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- print Cetak

Jusuf Rizal Tanggapi Polemik Ucapan Wayan Setiawan di Media Sosial
JAKARTA,wartahukum.id—Jusuf Rizal meredam reaksi warga Madura yang merasa tersinggung atas pernyataan I Wayan Setiawan, politikus kader Partai NasDem asal Bali, yang beredar di media sosial. Menurut Jusuf Rizal, pernyataan tersebut telah memunculkan polemik karena dianggap memberikan framing negatif terhadap organisasi masyarakat ke-Maduraan di Bali, termasuk Madas Nusantara.
Jusuf Rizal yang merupakan Ketua Umum Madas Nusantara menyampaikan bahwa banyak warga Madura di luar Bali merasa keberatan terhadap narasi yang disampaikan oleh Wayan Setiawan. Menurutnya, framing tersebut dinilai melecehkan etnis Madura dan mengaitkan berbagai persoalan yang tidak relevan dengan keberadaan masyarakat Madura di Bali.
-
Madas Nusantara Bantah Tuduhan Ingin Mengamankan Bali
Jusuf Rizal menjelaskan bahwa dalam pelantikan DPW Madas Nusantara Bali pada 17 Mei 2026 tidak pernah ada pernyataan yang menyebut organisasi tersebut akan membantu mengamankan Bali.
Menurutnya, Madas Nusantara hadir sebagai wadah bagi masyarakat Madura di perantauan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045. Selain itu, organisasi tersebut juga berfungsi sebagai sarana komunikasi, informasi, silaturahmi, pengembangan usaha, serta kegiatan sosial dan keagamaan.
-
Pernyataan Dinilai Mengandung Framing Negatif
Jusuf Rizal menilai narasi dan diksi yang disampaikan melalui media sosial telah menggiring opini publik ke arah yang negatif terhadap Madas Nusantara.
Ia menyebut organisasi yang dipimpinnya tidak memiliki tujuan mengambil peran aparat keamanan maupun organisasi lokal yang telah ada di Bali.
“Ormas Madas Nusantara jauh dari tuduhan dan framing negatif itu. Madas Nusantara bukan ormas preman. Justru kami meminta kepada pemerintah untuk mencabut AHU ormas preman agar ormas yang positif tidak terkena stikma negatif ormas preman,” tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.
-
Warga Madura Diminta Tetap Menahan Diri
Menurut Jusuf Rizal, warga Madura yang berada di Bali memilih bersikap sabar menghadapi polemik tersebut. Namun, sebagian warga Madura di luar Bali mengaku merasa marah dan geram terhadap narasi yang beredar di media sosial.
Meski demikian, Jusuf Rizal meminta seluruh pihak untuk tidak terpancing emosi dan tetap menjaga persatuan serta kerukunan antarsuku dan antarmasyarakat.
-
Madas Nusantara Tempuh Jalur Hukum
Sebagai langkah lanjutan, Madas Nusantara memilih menempuh jalur hukum terkait dugaan penyebaran informasi yang dinilai merugikan organisasi tersebut.
“Tim hukum Madas Nusantara sedang mempersiapkan materi pelanggaran, maupun Pasal-pasal yang dilanggar, khususnya penyebaran berita bohong maupun sara. Ormas Madas Nusantara merasa dirigikan atas freming dengan narasi dan diksi negatif, sehingga memunculkan rasa permusuhan antara anak bangsa,” tegas Jusuf Rizal, aktivis penggiat anti korupsi Relawan Prabowo Subianto itu.
Jusuf Rizal berharap penyelesaian persoalan tersebut dapat dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sehingga tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat
Penulis: (Muhammad Toyyib)
- Penulis: Muhammad Toy




