Pembinaan Mental Spiritual Sambut 1 Muharram 1448 H di Lapas Way Kanan
- account_circle ansori kabiro
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- print Cetak

Pembinaan Mental Spiritual Diikuti Pegawai dan 600 Warga Binaan
WAY KANAN,wartahukum.id—Pembinaan mental spiritual menjadi kegiatan utama yang digelar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Way Kanan pada Selasa (16/06/2026) itu diikuti seluruh pejabat struktural, petugas pelaksana, serta 600 warga binaan.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus memperkuat nilai moral dan spiritual di lingkungan pemasyarakatan.
-
Tausiah Angkat Makna Hijrah Menuju Pribadi Lebih Baik
Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan dengan dipimpin oleh Ust. Solihin, penyuluh dari Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Lapas Way Kanan, kemudian dilanjutkan tausiah keagamaan yang mengangkat tema makna hijrah sebagai momentum perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik, disiplin, dan bertanggung jawab.
-
Kalapas Ajak Pegawai dan Warga Binaan Terus Berhijrah
Kepala Lapas Way Kanan, Riski Burhannudin, menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki akhlak.
“Momentum 1 Muharram hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berhijrah menuju kebaikan. Bagi pegawai, hal ini menjadi motivasi untuk meningkatkan integritas dan profesionalisme dalam bekerja, sedangkan bagi warga binaan diharapkan menjadi semangat untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
-
Teladani Semangat Hijrah Rasulullah SAW
Selain itu, melalui tausiah yang disampaikan, peserta diajak meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW sebagai bentuk perjuangan memperbaiki kualitas diri, memperkuat keimanan, dan menanamkan sikap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Karena itu, kegiatan ini tidak hanya memperkuat aspek spiritual, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang lebih positif dan kondusif.
-
Dzikir dan Doa Bersama Tutup Kegiatan
Pembinaan mental spiritual tersebut mendapat sambutan positif dari pegawai maupun warga binaan. Di samping mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran spiritual seluruh peserta.
Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti dzikir dan doa bersama. Selanjutnya, Ust. Solihin menyerahkan cenderamata kepada Kepala Lapas Way Kanan berupa buku khotbah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan.
Melalui kegiatan pembinaan mental spiritual ini, Lapas Way Kanan berharap nilai-nilai keagamaan yang disampaikan dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta pribadi yang lebih baik, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat.(Rojali/rls)
- Penulis: ansori kabiro




