Gandeng Pengurus Masjid dan BHP Kresnomulyo Barat, Rumah Zakat Gelar Kampus Relawan
- account_circle By. Ansori
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- print Cetak

Rumah Zakat Pringsewu Gelar Kampus Relawan Bertema Rumah Ibadah Tangguh Bencana
PRINGSEWU,wartahukum.id—Rumah Zakat gelar Kampus Relawan dengan tema Rumah Ibadah Tangguh Bencana di Aula Balai Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan 25 peserta yang terdiri dari Relawan Rumah Zakat, pengurus masjid, dan pengurus mushola di wilayah Pekon Kresnomulyo serta Kresnomulyo Barat. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui penguatan peran rumah ibadah.
-
Rumah Ibadah Dinilai Menjadi Lokasi Evakuasi Mandiri Saat Bencana
Rumah Zakat Pringsewu menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia memilih melakukan evakuasi mandiri ke rumah ibadah ketika terjadi bencana. Selain dianggap memiliki konstruksi yang lebih kuat, rumah ibadah juga menjadi pusat aktivitas sosial dan spiritual masyarakat.
Karena itu, konsep Rumah Ibadah Tangguh Bencana (RITB) tidak hanya berfokus pada pemanfaatan bangunan sebagai tempat evakuasi, tetapi juga mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada di dalamnya untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
-
Rumah Ibadah Menjadi Pusat Penguatan Komunitas
Koordinator Relawan Rumah Zakat Pringsewu, Agus Purnomo, menyampaikan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat.
“Tugas kita cukup panjang jika melihat persebaran Rumah Ibadah yang cukup banyak di Pringsewu, Rumah Ibadah atau Tempat Ibadah bagi masyarakat menjadi pusat kegiatan spiritual, tetapi juga menjadi jantung komunitas. Dalam konteks yang lebih luas, rumah ibadah juga menjadi wadah berdialog antaragama, memperkuat Persatuan dan Kesatuan bangsa,” ungkap Agus Purnomo.
Menurutnya, penguatan kapasitas pengurus rumah ibadah menjadi langkah penting dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.
-
Transformasi Rumah Ibadah Menjadi Pilar Ketangguhan Bencana
Ketua Badan Himpun Pemekonan (BHP) Kresnomulyo Barat, Anas Marzuki, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan berbagai fungsi strategis rumah ibadah dalam mitigasi bencana.
“Transformasi Rumah Ibadah menjadi pilar ketangguhan meliputi beberapa fungsi strategis sebagai berikut Pusat Edukasi dan Literasi, Pembentukan Tim Siaga Bencana, Tempat Perlindungan Darurat (Shelter), Distribusi Bantuan dan Pemulihan Trauma”.
Ia menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran penting bukan hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat sebelum bencana terjadi.
-
Perkuat Ketangguhan dan Inklusivitas Masyarakat
Melalui kegiatan Kampus Relawan ini, Rumah Zakat berharap pengurus rumah ibadah dapat menjadi agen perubahan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di lingkungan masing-masing.
Selain itu, program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketangguhan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, tangguh, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.
Dengan kolaborasi antara relawan, pengurus rumah ibadah, dan pemerintah pekon, upaya membangun budaya sadar bencana di Kabupaten Pringsewu diharapkan dapat berjalan lebih optimal.(Ansori/Arman)
✅ Jenis Berita:
Straight News (berita langsung yang menyampaikan fakta kegiatan, tujuan program, jumlah peserta, serta keterangan resmi narasumber terkait penguatan peran rumah ibadah dalam mitigasi bencana).
- Penulis: By. Ansori




