Breaking News
light_mode

Plt Sekda Aceh Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Umat

  • account_circle Helmy kaperwil Aceh
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • print Cetak

Zakat dan Wakaf Didorong Menjadi Bagian Ekosistem Ekonomi Umat

BANDA ACEH,wartahukum.id — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik mendorong zakat, infak, wakaf, serta ekonomi haji dan umrah dikembangkan dalam satu ekosistem ekonomi umat yang produktif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Taufik saat membacakan sambutan Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada High Level Forum bertajuk “Membangun Ekosistem Ekonomi Umat Melalui Sinergi Zakat, Infak, Wakaf, Ekonomi Haji dan Umrah” yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Aceh, Kamis (3/9/2026).

Dalam sambutannya, Muzakir menyebut zakat, infak, wakaf, haji dan umrah tidak hanya memiliki akar kuat dalam ajaran Islam, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang besar.

Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan industri halal.

Karena itu, kita perlu melihatnya sebagai satu ekosistem yang dapat mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan industri halal,” kata Taufik saat membacakan sambutan tersebut.

  • Aceh Dinilai Memiliki Modal Kuat untuk Kembangkan Ekonomi Umat

Muzakir menilai Aceh memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan ekosistem ekonomi umat. Selain memiliki tradisi keislaman yang kuat dan kekhususan dalam penerapan syariat Islam, Aceh juga memiliki kelembagaan Baitul Mal yang berperan dalam pengelolaan zakat, infak, wakaf dan harta keagamaan lainnya.

Namun, potensi tersebut dinilai masih perlu diperkuat melalui tata kelola yang profesional, kelembagaan yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, inovasi pembiayaan, serta kolaborasi lintas sektor.

  • Gerakan Aceh Berwakaf Perlu Dikembangkan

Salah satu upaya yang telah dilakukan Pemerintah Aceh adalah Gerakan Aceh Berwakaf yang diluncurkan melalui Instruksi Gubernur Aceh Nomor 03/INSTR/2025.

Muzakir menegaskan gerakan tersebut tidak boleh berhenti pada penghimpunan wakaf. Wakaf harus dikembangkan menjadi ekosistem yang produktif, profesional, inklusif, dan berkelanjutan.

Gerakan ini hendaknya tidak berhenti pada penghimpunan wakaf, tetapi terus dikembangkan menjadi ekosistem wakaf yang produktif, profesional, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Aceh mendorong penguatan sinergi antara Baitul Mal Aceh, BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, perguruan tinggi, nazhir, serta masyarakat.

  • Dana Sosial Keagamaan Diharapkan Bangun Kemandirian Masyarakat

Muzakir juga menyambut pembahasan mengenai pemanfaatan zakat, infak, wakaf dan harta keagamaan untuk mendukung pendidikan vokasi bersama EduHub Indonesia.

Menurutnya, pembangunan ekonomi umat pada akhirnya merupakan bagian dari pembangunan manusia. Dana sosial keagamaan diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen untuk membangun kemandirian.

Dana sosial keagamaan hendaknya tidak hanya menyelesaikan kebutuhan hari ini, tetapi juga membangun kemandirian melalui keterampilan, pekerjaan, usaha, dan peningkatan pendapatan,” kata Taufik.

  • Ekonomi Haji dan Umrah Dinilai Punya Rantai Nilai Luas

Di sisi lain, ekonomi haji dan umrah dinilai memiliki rantai nilai yang luas. Sektor tersebut mencakup transportasi, akomodasi, makanan, pakaian, jasa keuangan, kesehatan, teknologi, UMKM hingga industri halal.

Karena itu, pelaku usaha Aceh dinilai perlu didorong agar dapat mengambil bagian lebih besar dalam rantai ekonomi tersebut, termasuk melalui dukungan instrumen keuangan syariah.

  • High Level Forum Diharapkan Hasilkan Tindak Lanjut Nyata

Muzakir berharap High Level Forum yang menjadi bagian dari Road to Aceh Waqf Summit 2026 tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan rekomendasi, jejaring kerja sama dan tindak lanjut yang nyata.

Kita ingin Aceh tidak hanya dikenal karena sejarah wakafnya, tetapi juga mampu menunjukkan bagaimana zakat, infak, wakaf, pendidikan, kewirausahaan, serta ekonomi haji dan umrah terhubung menjadi ekosistem ekonomi umat yang modern, produktif, dan memberi manfaat luas,” ujarnya.

Forum tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, pimpinan Baitul Mal Aceh, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

(Helmi/rls)

 

 

 

  • Penulis: Helmy kaperwil Aceh
  • Editor: Ansori

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hj. Ai Komara, Perempuan yang Bersiap Mengabdi untuk Desa Wadas

    Hj. Ai Komara, Perempuan yang Bersiap Mengabdi untuk Desa Wadas

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Irfan/Andri
    • 0Komentar

    Menjelang Pilkades Wadas, Hj. Ai Komara Siapkan Gagasan Pengabdian untuk Masyarakat KARAWANG,wartahukum.id—Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, nama Hj. Ai Komara Junaedi mulai mendapat perhatian di tengah dinamika masyarakat desa. Sosok perempuan yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan tersebut menyatakan kesiapannya mengikuti proses pencalonan […]

  • Capaian NIB KDMP Langsa Tertinggi di Aceh, Target 100 Persen Tinggal Selangkah Lagi

    Capaian NIB KDMP Langsa Tertinggi di Aceh, Target 100 Persen Tinggal Selangkah Lagi

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Helmy
    • 0Komentar

    Kota Langsa Pimpin Aceh dalam Capaian NIB dan RAT Koperasi Merah Putih KOTA LANGSA, Wartahukum.id — Capaian NIB KDMP Langsa kembali mencatat prestasi membanggakan. Berdasarkan laporan Simkopdes Semester I Tahun 2026, Kota Langsa berhasil menempati peringkat pertama kabupaten/kota di Aceh dalam capaian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), berdasarkan persentase kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan […]

  • Tim Patroli Security CitraRaya Berhasil Gagalkan Dugaan Curanmor di Kabupaten Tangerang

    Tim Patroli Security CitraRaya Berhasil Gagalkan Dugaan Curanmor di Kabupaten Tangerang

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Hengki Wijaya, wartawan Tanggerang
    • 0Komentar

     Aksi Cepat Tim Patroli Security CitraRaya Gagalkan Dugaan Pencurian Kendaraan Bermotor KAB TANGERANG, wartahukum.id—Aksi cepat dan sigap Tim Patroli Security CitraRaya berhasil menggagalkan dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Ruko Rafflesia CitraRaya, Kabupaten Tangerang, Jumat (24/7/2026). Dalam proses pengejaran, pelaku bahkan sempat melepaskan tembakan ke arah Chief Security sebelum akhirnya melarikan diri meninggalkan sepeda […]

  • Teater SYMFOREST Bogor Peringati Kemerdekaan dengan Seni

    Teater SYMFOREST Bogor Peringati Kemerdekaan dengan Seni

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Hengki kabiro Tangerang
    • 0Komentar

    Teater SYMFOREST Bogor Hadirkan Seni Budaya dan Edukasi Alam BOGOR,WartaHukum.id – Teater SYMFOREST Miracle of Nature memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar pertunjukan seni sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam di Kabupaten Bogor, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan pentas tari dan seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang […]

  • DPC Aswin Pringsewu Ucapkan Selamat Hari Jadi dan Rakernas IV LSM Trinusa di Lembang Bandung

    DPC Aswin Pringsewu Ucapkan Selamat Hari Jadi dan Rakernas IV LSM Trinusa di Lembang Bandung

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle By. Suhairi
    • 0Komentar

    DPC Aswin Pringsewu Ucapkan Selamat Hari Jadi dan Rakernas IV LSM Trinusa di Lembang Bandung PRINGSEWU, Warta Hukum ID — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aswin Kabupaten Pringsewu menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya peringatan Hari Jadi ke-IV sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trinusa yang digelar di kawasan Lembang, Bandung, […]

  • Tatar Sunda Bukan Pengganti Nama Jawa Barat

    Tatar Sunda Bukan Pengganti Nama Jawa Barat

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle By. Ansori
    • 0Komentar

      Pemprov Tegaskan Jawa Barat Tidak Berganti Nama Jawa Barat,WARTA HUKUM.ID —Tatar Sunda dipastikan bukan pengganti nama Provinsi Jawa Barat seperti isu yang ramai beredar di media sosial. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan penggunaan istilah tersebut hanya berkaitan dengan aspek budaya dan sejarah masyarakat Sunda. Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, […]

expand_less