Hj. Ai Komara, Perempuan yang Bersiap Mengabdi untuk Desa Wadas
- account_circle Irfan/Andri
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- print Cetak

Menjelang Pilkades Wadas, Hj. Ai Komara Siapkan Gagasan Pengabdian untuk Masyarakat
KARAWANG,wartahukum.id—Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, nama Hj. Ai Komara Junaedi mulai mendapat perhatian di tengah dinamika masyarakat desa.
Sosok perempuan yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan tersebut menyatakan kesiapannya mengikuti proses pencalonan sebagai Calon Kepala Desa Wadas periode 2026–2034.
Langkah tersebut tidak semata dipandang sebagai upaya untuk meraih sebuah jabatan. Bagi Hj. Ai Komara, keikutsertaannya dalam kontestasi kepala desa merupakan bagian dari keinginan untuk terus berkontribusi dan memberikan pengabdian bagi masyarakat Desa Wadas.
Pengalaman dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan menjadi salah satu bekal yang dibawanya. Salah satunya melalui keterlibatan dalam kegiatan Bank Sampah Saung Hejo, yang tidak hanya berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat.
-
Membangun Desa dari Kedekatan dengan Masyarakat
Bagi Hj. Ai Komara, pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur. Pelayanan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, lingkungan, kehidupan sosial dan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan desa yang berkembang dan sejahtera.
Kedekatan dengan masyarakat pun dinilai menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan desa.
Desa Wadas sebagai bagian dari wilayah Kecamatan Telukjambe Timur terus menghadapi perkembangan dan dinamika masyarakat. Kondisi tersebut membutuhkan tata kelola pemerintahan yang mampu merespons kebutuhan warga sekaligus mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki desa.
Dalam konteks tersebut, Hj. Ai Komara membawa sejumlah gagasan yang dituangkan melalui visi dan misi pencalonannya.
-
Visi Desa Wadas yang Mandiri dan Sejahtera
Visi yang diusung Hj. Ai Komara adalah “Desa Wadas yang Mandiri & Sejahtera.”
Visi tersebut kemudian diterjemahkan melalui sejumlah komitmen, di antaranya mendorong pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berbudaya.
Konsep tersebut menempatkan pemerintahan, masyarakat dan pembangunan sebagai bagian yang saling berkaitan.
Pemerintahan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan kehidupan sosial masyarakat serta pemanfaatan potensi desa.
-
Tiga Fokus Misi Hj. Ai Komara
Untuk mendukung visi tersebut, Hj. Ai Komara mencantumkan sejumlah misi yang menjadi arah program apabila nantinya mendapat kepercayaan masyarakat.
Pertama, peningkatan fasilitas dan layanan Posyandu sebagai bagian dari perhatian terhadap pelayanan dasar masyarakat, khususnya bagi ibu, anak dan lansia.
Kedua, penguatan nilai-nilai keagamaan melalui kegiatan pengajian dan doa bersama. Selain menjadi ruang peningkatan kehidupan keagamaan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan kebersamaan warga.
Ketiga, pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga.
Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu perhatian agar potensi yang dimiliki warga dapat dikembangkan dan memberikan manfaat secara ekonomi.
-
Tiga Program Prioritas untuk Masyarakat
Dalam gagasan yang diperkenalkan, terdapat tiga program prioritas yang menjadi perhatian, yakni Posyandu Sehat, Pengajian Berkah dan Peduli Warga.
Posyandu Sehat diarahkan pada penguatan layanan terintegrasi bagi masyarakat, terutama ibu, anak dan lansia.
Sementara Pengajian Berkah menjadi ruang untuk kegiatan majelis ilmu, doa bersama serta mempererat silaturahmi masyarakat.
Adapun Peduli Warga diarahkan pada kepedulian sosial melalui santunan serta perhatian terhadap warga yang membutuhkan.
Ketiga program tersebut menjadi bagian dari gagasan yang ditawarkan untuk memperkuat pelayanan sosial dan kebersamaan masyarakat Desa Wadas.
-
Perempuan dan Ruang Pengabdian di Desa
Keikutsertaan Hj. Ai Komara dalam proses pencalonan Kepala Desa Wadas juga menjadi gambaran bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk mengambil bagian dalam pembangunan dan pemerintahan di tingkat desa.
Namun, kontestasi Pilkades pada akhirnya bukan hanya mengenai siapa yang maju, melainkan bagaimana setiap calon mampu menyampaikan gagasan, visi, misi dan program yang realistis serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Masyarakat Desa Wadas nantinya memiliki hak untuk menentukan pilihan sesuai dengan pertimbangan masing-masing.
Yang tidak kalah penting, seluruh tahapan demokrasi di tingkat desa dapat berlangsung secara aman, tertib, demokratis dan tetap menjaga persatuan masyarakat.
Bagi Hj. Ai Komara, apabila nantinya mendapat kepercayaan masyarakat, posisi sebagai Kepala Desa bukan sekadar sebuah jabatan, melainkan amanah untuk melanjutkan pengabdian, mendengar aspirasi warga dan bekerja bersama masyarakat demi kemajuan Desa Wadas.
Penulis: Irfan/Andri
Penerbitan: Muhammad Toyyib
- Penulis: Irfan/Andri
- Editor: Ansori




