Panglima Jilah Gandeng Habib Abu Djibril Basyaiban, Kalimantan Diguyur Hujan Rahmat
- account_circle By Arman/Ansori
- calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
- print Cetak

- Panglima Jilah bersama Habib Abu Djibril Basyaiban bersinergi dalam upaya penanggulangan Karhutla di Kalimantan Barat.
KALIMANTAN – WARTAHUKUM.ID – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan terus dilakukan melalui berbagai langkah, termasuk membangun sinergi antara tokoh masyarakat, ulama, dan organisasi kemasyarakatan.
Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, turut mengambil peran dalam membantu penanganan Karhutla setelah sebelumnya dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan. Salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah persoalan kebakaran hutan dan lahan.
Menindaklanjuti perhatian dan arahan Presiden Prabowo Subianto, Panglima Jilah berupaya melakukan berbagai langkah untuk membantu penanggulangan Karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.
Menurut Panglima Jilah, perhatian pemerintah terhadap Kalimantan, terutama Kalimantan Barat, tidak hanya berkaitan dengan penanganan Karhutla, tetapi juga menyangkut berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Dalam upaya tersebut, Panglima Jilah menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan ulama untuk bersama-sama memberikan kontribusi dalam menghadapi persoalan Karhutla.
Salah satu tokoh yang diajak bersinergi adalah Habib Abu Djibril Basyaiban, yang dikenal sebagai tokoh santri, Pembina Pesantren RI, penasihat pada era Presiden Joko Widodo, serta Pembina DPP GIAN.
Habib Abu Djibril Basyaiban menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian Panglima Jilah bersama tim TBBR yang terdiri dari Iwan, Veri Fendi, dan AM Chairi dalam membantu upaya penanggulangan Karhutla.
Menurutnya, selain melakukan berbagai upaya nyata, mereka juga mengedepankan pendekatan spiritual melalui doa dan munajat kepada Allah SWT.
-
“Kami bersinergi memohon kepada Zat Yang Maha Kuasa, yang menjadikan alam semesta ini. Alhamdulillah, ikhtiar tersebut diiringi turunnya hujan rahmat di Kalimantan,” tutur Habib Abu Djibril kepada awak media.
Ia mengatakan, puncak turunnya hujan terjadi pada Rabu, ketika masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan merasakan turunnya hujan yang diharapkan dapat membantu meredakan kondisi kebakaran hutan dan lahan.
Habib Abu Djibril menjelaskan bahwa sebagai seorang santri, dirinya diajarkan untuk menghadapi berbagai persoalan dengan mengedepankan doa, ikhtiar, dan tuntunan agama.
Menurutnya, kemarau panjang yang menyebabkan hutan dan lahan gambut menjadi kering sehingga mudah terbakar merupakan persoalan yang membutuhkan penanganan secara bersama-sama.
Ia juga menjelaskan pentingnya riyadhah dan doa, sebagaimana pelaksanaan salat istisqa, dengan tata cara yang benar dan sesuai tuntunan.
-
“Sebagaimana bermain bola, hampir semua orang mampu menendang bola. Namun, jika tidak dilakukan dengan aturan yang benar, belum tentu bola tersebut bisa masuk ke gawang. Begitu juga dalam berdoa dan bermunajat, harus dilakukan dengan tata cara yang benar dan penuh kesungguhan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa doa dan munajat merupakan bagian dari ikhtiar spiritual yang diajarkan dalam lingkungan pesantren.
-
“Alhamdulillah, dengan kebersamaan, Allah mengabulkan apa yang kita harapkan. Doa dan munajat dengan cara yang benar merupakan senjata yang paling ampuh untuk memohon pertolongan Allah dalam menghadapi berbagai persoalan,” tambahnya.
Ke depan, Habib Abu Djibril Basyaiban menyatakan akan terus bersinergi dengan Panglima Jilah. Kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mempererat silaturahmi dengan berbagai pondok pesantren.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus terjalin untuk menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, serta menanamkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Habib Abu Djibril juga menegaskan pentingnya berpegang teguh pada empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar 1945.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat persatuan dan kebangsaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa.
Dengan terjalinnya sinergi antara Panglima Jilah, Habib Abu Djibril Basyaiban, dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan upaya menjaga lingkungan, mencegah Karhutla, serta mempererat persaudaraan di Kalimantan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
- Penulis: By Arman/Ansori
- Editor: RojaliJalex
- Sumber: Narasumber Panglima Jilah & Habib Abu Djibril Basyaiban | Tim TBBR: Iwan, Veri Fendi, AM Chairi | WartaHukum.ID




