Hadapi Ancaman El Niño, Polda Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Antisipasi Karhutla
- account_circle Irfan fajri kabiro lampung barat
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- print Cetak

Polda Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman El Niño dan Karhutla
LAMPUNG SELATAN,Wartahukum.id – Polda Lampung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño dengan menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolda Lampung, Senin (3/8/2026). Apel yang dipimpin Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto tersebut menjadi langkah memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi Karhutla.
-
Sinergi Lintas Sektor Hadapi Puncak Musim Kemarau
Apel kesiapsiagaan menjadi momentum konsolidasi personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BMKG, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem penanggulangan Karhutla yang terpadu, cepat, dan efektif menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Dalam amanat Kapolda Lampung yang dibacakan Wakapolda, ditegaskan bahwa fenomena El Niño harus direspons dengan kesiapan maksimal melalui penguatan deteksi dini, patroli terpadu, respons cepat terhadap setiap titik panas, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar kebakaran dapat dicegah sebelum meluas.
-
Lebih dari Seribu Hotspot Terpantau di Lampung
Berdasarkan data Dashboard Lancang Kuning Polda Lampung, sejak 1 Januari hingga 30 Juli 2026 terpantau sebanyak 1.070 hotspot, terdiri atas 1.005 titik kategori medium dan 43 titik high confidence.
Data tersebut menjadi dasar penentuan prioritas pengamanan di sejumlah wilayah rawan, seperti Way Kanan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Lampung Utara.
Selain menyiagakan personel, Polda Lampung memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla, mulai dari embung, kendaraan water cannon, mobil tangki air, mesin pompa, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Selain itu, pemanfaatan teknologi melalui Dashboard Lancang Kuning Polri, SIPONGI Kementerian Kehutanan, serta data hotspot BMKG terus dioptimalkan guna mempercepat deteksi dan penanganan awal di lapangan.
-
Wakapolda Tegaskan Pencegahan Jadi Prioritas
Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto menegaskan bahwa keberhasilan mencegah Karhutla hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh elemen bangsa.
“Kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi komitmen nyata untuk melindungi masyarakat dan lingkungan. Seluruh personel harus mampu bergerak cepat, memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder, serta mengedepankan pencegahan sebagai langkah utama agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.
Ia menambahkan, Polda Lampung tidak hanya mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga akan melakukan penegakan hukum secara profesional, tegas, dan berkeadilan terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
-
Kabid Humas Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Y. mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar.
Menurutnya, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila didukung kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain berpotensi memicu kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum.
Mari bersama-sama menjaga lingkungan dengan mengedepankan cara-cara yang aman dan ramah lingkungan demi melindungi hutan, lahan, serta keselamatan masyarakat,” ujar Kabid Humas.
Yuni juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan iklim akibat fenomena El Niño.
Cuaca panas berkepanjangan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan. Karena itu, masyarakat diimbau mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu tinggi, menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat asap, serta segera melaporkan kepada aparat kepolisian atau pemerintah setempat apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran hutan dan lahan.
“Perubahan iklim merupakan tantangan bersama. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan menjaga kesehatan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi Karhutla. Sinergi antara masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjaga Lampung tetap aman, sehat, dan bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan,” tutup Yuni.
-
Komitmen Perkuat Mitigasi Bencana
Melalui Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026, Polda Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, BMKG, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem mitigasi bencana yang terintegrasi.
Langkah tersebut merupakan implementasi nyata Polri Presisi dalam mendukung agenda nasional pengendalian Karhutla, menjaga stabilitas keamanan, melindungi ketahanan pangan, serta memastikan masyarakat tetap aman di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
(Irfan/Rls)
- Penulis: Irfan fajri kabiro lampung barat
- Editor: Ansori




