Breaking News
light_mode

Respon Cepat Polisi 110, Polres Cirebon Kota Evakuasi Jenazah Perempuan di Rumah Kos Kesambi

  • account_circle Wahidin
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • print Cetak

CIREBON KOTA, WARTA HUKUM – Respon Cepat Polisi 110 kembali menunjukkan efektivitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Jajaran Polres Cirebon Kota bergerak cepat setelah menerima laporan adanya dugaan penemuan jenazah seorang perempuan di sebuah rumah kos di Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Menerima laporan tersebut, personel Polres Cirebon Kota bersama Polsek Kesambi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, mengidentifikasi korban, serta mengumpulkan keterangan saksi. Langkah cepat ini dilakukan agar seluruh proses penanganan berlangsung sesuai prosedur dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Respon Cepat Polisi 110 Ungkap Identitas Korban

Korban diketahui berinisial Y.A. (23), seorang perempuan yang berasal dari Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. Jenazah ditemukan di dalam kamar kos setelah pengelola menerima informasi dari rekan korban yang merasa khawatir karena korban sudah beberapa hari tidak dapat dihubungi melalui telepon maupun media sosial.

Lokasi penemuan berada di sebuah rumah kos di Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Setelah menerima laporan, petugas segera melakukan pemeriksaan di lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses penanganan selanjutnya.

Sejumlah saksi yang dimintai keterangan antara lain penjaga rumah kos, penanggung jawab rumah kos, warga yang membantu membuka pintu kamar, serta beberapa penghuni kos yang mengenal korban. Keterangan para saksi menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan awal yang dilakukan kepolisian.

Kronologi Penemuan Jenazah

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pada Senin malam (27/7/2026), penjaga rumah kos menerima pesan dari seorang teman korban yang meminta agar kondisi korban diperiksa karena sudah beberapa hari tidak memberikan kabar.

Saat kamar korban didatangi, pintu diketahui terkunci dari dalam, lampu kamar dalam keadaan padam, dan tidak ada respons ketika korban dipanggil. Pengelola kemudian berupaya mencari kunci cadangan, namun tidak berhasil menemukannya.

Keesokan harinya, pemilik rumah kos meminta bantuan untuk membuka pintu kamar. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi yang diduga sudah meninggal beberapa hari sebelumnya. Peristiwa tersebut kemudian segera dilaporkan kepada kepolisian melalui Layanan Polisi 110.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Evakuasi

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Cirebon Kota bersama Unit Reskrim, Unit Inafis, Polsek Kesambi, Bhabinkamtibmas, serta unsur terkait langsung melakukan pengamanan lokasi, identifikasi korban, pemeriksaan awal, pendataan saksi-saksi, hingga proses evakuasi jenazah sesuai standar operasional penanganan kejadian.

Hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh penyidik, korban sebelumnya diketahui sempat mengalami kondisi sakit.

Meski demikian, aparat kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak yang berwenang untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Dengan demikian, seluruh proses penyelidikan tetap dilakukan secara profesional dan berdasarkan hasil pemeriksaan yang sah.

Kapolsek Imbau Masyarakat Gunakan Layanan Polisi 110

Kapolsek Kesambi Iptu H. Suganda, S.H. mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai peristiwa tersebut dan mengajak seluruh warga untuk segera memanfaatkan Layanan Polisi 110 apabila menemukan keadaan darurat, orang yang membutuhkan pertolongan, maupun kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan, sehingga petugas dapat memberikan respons secara cepat, tepat, dan profesional demi memberikan perlindungan kepada masyarakat.

 

  • Penulis: Wahidin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Terjadi Aktivitas Pengecoran BBM Ilegal di Gudang Pesisir Teluk Betung Barat, Polda Lampung Segera Bertindak

    Diduga Terjadi Aktivitas Pengecoran BBM Ilegal di Gudang Pesisir Teluk Betung Barat, Polda Lampung Segera Bertindak

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tem
    • 0Komentar

    Dugaan Aktivitas Pengecoran BBM Ilegal, Polda Lampung Segera Bertindak di Gudang Pesisir Teluk Betung Barat BANDAR LAMPUNG,wartahukum.id—Sebuah gudang yang berada di kawasan pesisir laut, Desa Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, diduga menjadi lokasi aktivitas pengecoran bahan bakar minyak (BBM) ilegal. Informasi yang diperoleh menyebutkan, aktivitas di gudang tersebut diduga melibatkan pemindahan atau […]

  • Wali Kota Langsa Buka Langsa Expo 2026, Dorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif

    Wali Kota Langsa Buka Langsa Expo 2026, Dorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Jepri kabiro langsa, Aceh
    • 0Komentar

    Langsa Expo 2026 Jadi Ruang Promosi UMKM dan Penggerak Ekonomi Kreatif KOTA LANGSA,Wartahukum.id – Langsa Expo 2026 resmi dibuka, Jumat (25/9/2026), di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Hutan Kota Langsa. Kegiatan yang digelar PT Pelabuhan Kota Langsa (PEKOLA) Perseroda tersebut berlangsung hingga 11 Oktober 2026. Langsa Expo 2026 dibuka langsung oleh Wali Kota Langsa […]

  • Dana Kompensasi Rumpon Nelayan Rp21 Miliar, LSM LIRA Desak KPK Ambil Alih Penanganan Kasus

    Dana Kompensasi Rumpon Nelayan Rp21 Miliar, LSM LIRA Desak KPK Ambil Alih Penanganan Kasus

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Warta Hukum
    • 0Komentar

    SURABAYA, wartahukum.id – Dana Kompensasi Rumpon Nelayan senilai Rp21 miliar yang berasal dari PT Petronas Carigali Indonesia kembali menjadi sorotan. LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengambil alih penanganan perkara tersebut karena dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan meski telah bergulir selama sekitar satu tahun. Presiden LSM LIRA, KRH HM Jusuf Rizal, […]

  • Kemanunggalan TNI dan Rakyat Warnai Gotong Royong Jembatan

    Kemanunggalan TNI dan Rakyat Warnai Gotong Royong Jembatan

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Rojali wartawan way kanan
    • 0Komentar

    Kemanunggalan TNI dan Rakyat Dukung Persiapan Rehabilitasi Jembatan Gantung WAY KANAN,wartahukum.id—Kemanunggalan TNI dan Rakyat kembali terlihat dalam kegiatan gotong royong yang melibatkan masyarakat, aparatur kampung, dan personel TNI di Kabupaten Way Kanan. Pada Senin (8/6/2026), warga Kampung Tiuh Balak II, Kecamatan Gunung Labuhan, dan Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, bersama-sama melakukan pembersihan badan jalan sebagai […]

  • Pansus Temuan BPK Didukung GRIB Pesisir Barat, DPRD Diminta Kawal Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah

    Pansus Temuan BPK Didukung GRIB Pesisir Barat, DPRD Diminta Kawal Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Maryanta
    • 0Komentar

    Dukungan terhadap Pansus Temuan BPK PESISIR BARAT, Lampung, wartahukum.id – Pansus Temuan BPK mendapat dukungan dari Ketua DPC Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Kabupaten Pesisir Barat. Dukungan tersebut diberikan atas rencana DPRD Kabupaten Pesisir Barat membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas serta menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Lampung terkait […]

  • Kepala SMAN 1 Kotabumi Diduga Diminta Rp4 Juta

    Kepala SMAN 1 Kotabumi Diduga Diminta Rp4 Juta

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Mimi ka biro lampung utara
    • 0Komentar

    Dugaan Pungutan Rp4 Juta di SMAN 1 Kotabumi Diminta Diklarifikasi LAMPUNG UTARA,Wartahukum.id — Dugaan pungutan sebesar Rp4 juta terhadap salah satu siswa SMA Negeri 1 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, menjadi sorotan. Informasi tersebut menyebutkan uang diminta dengan alasan biaya seragam dan transportasi. Berdasarkan data resmi satuan pendidikan Pemerintah Provinsi Lampung, Media Sari Putri, S.Pd., M.M., […]

expand_less