Terima Pimred Award, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali ke Rakyat
- account_circle Helmy kaperwil Aceh
- calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
- print Cetak

Nasir Djamil Raih Pemred Award 2026 dan Tegaskan Peran Pers untuk Rakyat
YOGYAKARTA,Wartahukum.id – Nasir Djamil menerima Pemred Award 2026 kategori Anggota Legislatif Pusat Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi Publik. Penghargaan tersebut diserahkan pada malam penganugerahan Pemred Award 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia di Hotel Alana Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026) malam.
Penghargaan diberikan berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri yang dipimpin anggota Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto.
-
Pers Harus Menjadi Penyambung Aspirasi Masyarakat
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. M. Nasir Djamil, M.Si., menegaskan bahwa pers harus kembali kepada jati dirinya sebagai penyambung suara masyarakat dan pengawal kepentingan publik. Menurutnya, media yang dekat dengan rakyat akan semakin kuat dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus memperkokoh demokrasi.
“Tema ‘Pers Kembali ke Rakyat’ sangat relevan dengan kondisi saat ini. Pers harus tetap dekat dengan rakyat, menjadi jembatan aspirasi masyarakat, menyampaikan informasi yang benar, serta menjaga independensinya. Pers yang kuat adalah pers yang dipercaya rakyat,” ujar Nasir Djamil usai menerima penghargaan tersebut.
Nasir Djamil dikenal sebagai legislator asal Daerah Pemilihan Aceh II yang telah mengabdi sebagai anggota DPR RI selama beberapa periode. Sebelum terjun ke dunia politik, ia juga berprofesi sebagai wartawan sehingga memiliki pemahaman mengenai pentingnya kemerdekaan pers, keterbukaan informasi publik, serta hubungan yang sehat antara media dan penyelenggara negara.
-
Pers Berperan Menjaga Keseimbangan Demokrasi
Nasir Djamil berharap semangat “Pers Kembali ke Rakyat” tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja jurnalistik yang berpihak kepada kepentingan publik. Menurutnya, pers harus terus mengangkat informasi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Pers diharapkan menjadi penyeimbang agar hubungan antara negara dan rakyat tidak berada dalam posisi yang berat sebelah. Pers harus menjadi pilar keempat yang kokoh untuk mencegah terjadinya kondisi di mana negara menjadi kuat, tetapi rakyatnya lemah,” tegasnya.
Selain itu, ia menilai peran pers semakin strategis di era digital, terutama dalam mengawal penegakan hukum yang adil, transparan, dan berkeadilan. Menurutnya, insan pers juga memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan wewenang oleh aparat penegak hukum.
“Pers harus kembali ke rakyat agar perlindungan terhadap masyarakat dari praktik-praktik arogansi dalam penegakan hukum dapat dicegah. Pers yang independen dan berpihak pada kepentingan publik akan menjadi benteng demokrasi sekaligus pengawal keadilan,” kata Nasir Djamil.
-
Pemred Award Apresiasi Komitmen terhadap Kemerdekaan Pers
Penganugerahan Pemred Award 2026 menjadi salah satu agenda utama Festival HUT ke-3 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia yang berlangsung di Yogyakarta pada 17–19 Juli 2026. Pada malam penghargaan tersebut, panitia memberikan apresiasi kepada puluhan tokoh nasional dan daerah yang dinilai memiliki komitmen dalam membangun komunikasi publik yang terbuka, transparan, serta mendukung kemerdekaan pers.
Ketua Umum Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia, Bernadus Wilson Lumi, mengatakan Pemred Award merupakan bentuk penghargaan kepada para pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap kemerdekaan pers, keterbukaan informasi publik, serta kemitraan yang sehat dengan media.
“Selamat kepada seluruh penerima Pemred Award 2026. Penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan motivasi untuk terus membangun komunikasi yang terbuka, menjunjung transparansi, menghormati kebebasan pers, dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Semangat ‘Pers Kembali ke Rakyat’ harus menjadi komitmen bersama agar pers semakin kuat sebagai pilar demokrasi dan semakin dicintai masyarakat,” ujarnya.
(Helmy/rls)
- Penulis: Helmy kaperwil Aceh
- Editor: Ansori





