105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri, Didorong Tembus Ritel Modern
- account_circle By. Suhairi
- calendar_month 54 menit yang lalu
- print Cetak

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri, Didorong Tembus Ritel Modern
PRINGSEWU, LAMPUNG –wartahhukum id,
Sebanyak 105 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Pringsewu mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri UMKM yang merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu dengan PT Indomarco Prismatama.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas di Aula Utama Kantor Pemkab Pringsewu, Selasa (29/9/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Namun, para pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya keterbatasan akses pasar, terutama untuk menembus jaringan ritel modern.
Menurutnya, jaringan ritel modern memiliki standar yang lebih ketat, baik dari sisi mutu produk, kemasan, maupun legalitas usaha.
“Kegiatan ini adalah langkah strategis dari kemitraan antara Pringsewu dengan PT Indomarco Prismatama dalam membuka akses pelatihan, pengetahuan, dan pemasaran bagi produk-produk UMKM lokal,” kata Riyanto.
Ia mengatakan Pemkab Pringsewu terus mendorong para pelaku UMKM untuk naik kelas dengan meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, memperkuat branding, serta melengkapi berbagai legalitas usaha.
Dengan demikian, produk UMKM lokal diharapkan mampu bersanding dan bersaing dengan produk lainnya yang telah beredar di rak-rak ritel modern.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemkab Pringsewu saat ini tengah mengembangkan sejumlah produk unggulan daerah, di antaranya tepung mocaf (Modified Cassava Flour) dan gula aren.
Riyanto optimistis, melalui kemitraan dengan PT Indomarco Prismatama, produk-produk unggulan tersebut dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus menjadi salah satu ikon baru perekonomian Kabupaten Pringsewu.
“Saya mengajak untuk menjadikan momentum ini sebagai wadah pembelajaran, kolaborasi, dan inspirasi, serta membangun sinergi antara pemerintah daerah, PT Indomarco Prismatama, dan pelaku UMKM bagi menciptakan ekonomi daerah yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengajak para pelaku UMKM untuk terus melakukan inovasi dan konsisten menjaga mutu produk.
“Mari bersama kita bangun Pringsewu Makmur, yaitu Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagprin) Kabupaten Pringsewu, Sulistiyo Ningsih, menjelaskan pelatihan tersebut bertujuan membuka peluang bagi produk lokal UMKM agar dapat masuk dan dipasarkan melalui jaringan distribusi modern.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kolaborasi yang lebih kuat antara praktisi UMKM, pemerintah daerah dan sektor swasta.
“Pelatihan ini membekali peserta dengan berbagai keterampilan, mulai dari standar kualitas produk dan kemasan, kesiapan legalitas usaha, hingga strategi pemasaran agar produk UMKM mampu masuk dan bersaing di jejaring ritel modern,” jelas Sulistiyo.
Ia menambahkan, pelatihan kewirausahaan mandiri tersebut diikuti 105 peserta yang merupakan praktisi UMKM dari sembilan kecamatan di Kabupaten Pringsewu.
Para peserta telah melalui proses seleksi dan akurasi sebelum mengikuti kegiatan pelatihan.
(Suhairi)
- Penulis: By. Suhairi




