Maulid Nabi Muhammad SAW Berbalut Tradisi Budaya Madura
- account_circle Muhammad Toyib
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
- print Cetak

Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Momentum Lestarikan Budaya
KARAWANG,wartahukum.id—Keluarga besar Bapak Mansur menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW secara khidmat dan meriah di kediamannya di Karawang. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus upaya keluarga melestarikan tradisi budaya Madura yang mereka jalankan secara rutin setiap tahun.
Peringatan tersebut menghadirkan Ustadz Hari dan Ustadz Badrudin yang memimpin rangkaian kegiatan keagamaan. Keduanya memberikan bimbingan melalui doa, lantunan sholawat, serta pesan-pesan moral yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.
-
Rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW Berlangsung Khidmat
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan kitab maulid yang dipimpin Ustadz Hari dan Ustadz Badrudin.
Dalam tausiyahnya, kedua ustadz mengajak jamaah meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mereka mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan silaturahmi antarwarga.
Selanjutnya, jamaah melantunkan dzikir dan sholawat sebagai bentuk penghormatan serta ungkapan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
-
Tausiyah Tekankan Nilai Kebersamaan dan Kepedulian
Tausiyah keagamaan juga mengangkat nilai kesederhanaan, kepedulian sosial, dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.
Setelah itu, Ustadz Badrudin memimpin doa bersama. Jamaah memanjatkan doa untuk memohon keselamatan, keberkahan rezeki, dan ketenteraman bagi keluarga serta masyarakat di lingkungan sekitar.
-
Tradisi Rebutan Buah Khas Madura Meriahkan Acara
Setelah rangkaian doa selesai, keluarga Bapak Mansur melanjutkan kegiatan dengan tradisi rebutan buah yang menjadi bagian dari budaya Madura.
Keluarga menata dan menghias berbagai jenis buah-buahan segar sebagai bagian dari tradisi tersebut. Setelah doa penutup, anak-anak hingga orang dewasa ikut berebut buah dengan suasana penuh kegembiraan.
Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas kelimpahan rezeki sekaligus menghadirkan keceriaan dan kebersamaan dalam peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
-
Maulid Nabi Muhammad SAW Pererat Ukhuwah dan Budaya
Bagi Bapak Mansur dan keluarga, kegiatan tahunan tersebut memiliki makna spiritual sekaligus budaya. Selain memperingati kelahiran Rasulullah SAW, keluarga juga berupaya menjaga identitas budaya Madura di lingkungan tempat tinggal.
“Peringatan Maulid Nabi ini adalah bentuk rasa syukur keluarga kami. Kami sengaja terus menjalankan tradisi berebut buah ini setiap tahun agar nilai-nilai kebahagiaan, kebersamaan, dan kebudayaan Madura tetap hidup dan dirasakan oleh masyarakat luas,” ungkap Bapak Mansur.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga Bapak Mansur berharap semangat berbagi, persaudaraan, dan keberkahan terus tumbuh di tengah masyarakat.
Selain itu, pelestarian tradisi budaya dalam kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda. Dengan demikian, nilai agama dan budaya dapat berjalan bersama dalam kehidupan masyarakat.
Penulis: Muhammad Toyyib
- Penulis: Muhammad Toyib
- Editor: Ansori




