Breaking News
light_mode

Rapat Forkopimda Aceh Bahas Kerusuhan dan Bendera Bintang Bulan

  • account_circle Helmy kaperwil Aceh
  • calendar_month 47 menit yang lalu
  • print Cetak

Forkopimda Aceh Cari Akar Masalah Kerusuhan Hari Damai Aceh

BANDA ACEH,WartaHukum.id – Dinamika kerusuhan yang diwarnai penurunan Bendera Merah Putih dan pengibaran Bendera Bintang Bulan pada momentum Hari Damai Aceh menjadi fokus pembahasan dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Minggu (16/8/2026).

Rapat Forkopimda Aceh dipimpin Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh. Rapat tersebut sebelumnya mendapat arahan dari Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan rapat digelar untuk mencari akar persoalan sekaligus solusi terhadap peristiwa menonjol yang terjadi di Aceh.

Arahannya terutama segera melaksanakan rapat Forkopimda dan mencari akar masalah dan solusi terhadap peristiwa menonjol yaitu kerusahan yang terjadi di Aceh,” kata Nurlis Effendi.

Penurunan Merah Putih dan Pengibaran Bendera Bintang Bulan

Peristiwa yang menjadi perhatian terjadi di Masjid Raya Baiturrahman dan Pendopo Gubernur Aceh pada Sabtu (15/8/2026).

Di Masjid Raya Baiturrahman terjadi penurunan Bendera Merah Putih dan pengibaran Bendera Bintang Bulan. Sementara di Pendopo Gubernur Aceh yang berada tidak jauh dari masjid tersebut, terjadi perusakan Lambang Negara Burung Garuda, penurunan Bendera Merah Putih, serta pengibaran Bendera Bintang Bulan.

Nurlis menjelaskan, setelah Wagub Aceh Fadhlullah membuka rapat, Ketua DPR Aceh Zulfadhli atau Abang Samalanga menyampaikan persoalan mengenai Bendera Bintang Bulan.

Ketua DPR Aceh mengatakan mengenai Bendera Bintang Bulan sudah menjadi Qanun, namun setiap masyarakat mengibarkannya pasti menjadi persoalan, ini membingungkan publik,” kata Nurlis.

Atas kondisi tersebut, Zulfadhli meminta adanya kepastian hukum kepada masyarakat Aceh mengenai status Bendera Bintang Bulan.

Perlu keputusan dari Pemerintah Pusat (dalam hal ini Kemendagri) apakah Bendera Bintang Bulan boleh dinaikkan atau tidak. Kalau boleh ya boleh dan kalau tidak ya tidak,” katanya.

  • Bendera Bintang Bulan Dinilai Menjadi Persoalan Krusial

Menurut Nurlis, sejumlah peserta rapat mengakui bahwa persoalan Bendera Bintang Bulan menjadi salah satu masalah yang sangat krusial di Aceh.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof. Dr. Muhibbuththabary, yang hadir dalam rapat Forkopimda, disebut menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah menjadi manifestasi berbagai masalah di Aceh.

Beliau menyebut Bendera Bintang Bulan telah menjadi manifestasi berbagai masalah di Aceh,” ujar Nurlis.

Beberapa persoalan lain yang disampaikan Wakil Ketua MPU Aceh, kata Nurlis, di antaranya terkait masuknya sejumlah aliran yang dinilai tidak biasa ke Aceh.

Beliau juga menyampaikan bahwa revisi Undang-Undang Pemerintah Aceh yang tak kunjung selesai pun menjadi pertanyaan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

  • Ekonomi dan Ketidakadilan Turut Disoroti

Anggota Tuha Peut Wali Nanggroe Aceh, Dr. Tarmizi M. Daud, turut menyampaikan persoalan yang dinilai tidak kalah penting, yakni ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat Aceh.

Ia menyoroti kondisi ekonomi, kemiskinan, kesejahteraan masyarakat hingga persoalan korupsi pejabat.

Ekonomi tidak jalan, kemiskinan, rakyat tidak sejahtera. Tetapi kenapa ada pejabat yang terus kerupsi padahal sudah sejahtera. Ini menambah persoalan dan melukai hati rakyat Aceh,” kata Tarmizi.

  • Kajati Aceh Pertanyakan Kerusuhan di Masjid Raya

Dalam rapat tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Teuku Rahmatsyah juga mempertanyakan mengapa kerusuhan terkonsentrasi di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Mengapa kerusuhan terkosentrasi di Masjid Raya Baiturrahman, bukankah masjid itu tempat yang suci?”

Kajati Aceh juga mempertanyakan aksi perusakan Lambang Negara Burung Garuda dan penurunan Bendera Merah Putih.

Bukankah itu perbuatan pidana? Bagaimana pun hukum harus ditegakkan”.

  • BIN Aceh Sebut Ada Dugaan Pihak yang Menggerakkan

Berbagai persoalan yang menjadi pertanyaan Kajati Aceh tersebut, menurut Nurlis, sedikit banyak mendapat penjelasan dari Kepala BIN Daerah Aceh, Brigjen TNI Andrie Patriko Mulia.

Andrie disebut melihat adanya dugaan pihak lain yang menggerakkan kerusuhan tersebut.

Di balik peristiwa itu, Pak Andrie melihat ada sesuatu yang lain dalam kerusuhan ini. Ada yang mendrive kejadian ini. Siapa manusia ini?” kata Nurlis.

Mereka juga menggerakkan anak-anak di bawah umur.”

Selain itu, keberadaan kelompok yang berbeda tersebut disebut teridentifikasi berkumpul di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Ketika Pak Andrie mengajak shalat, mereka menghindar,” kata Nurlis.

Bahkan Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan juga mengimbau sejumlah orang yang berkumpul di lokasi tersebut agar melaksanakan salat. Namun, menurut Nurlis, mereka kembali menghindar.

Ini dinilai tidak lazim bagi anak-anak muda Aceh sebagai wilayah yang…”

Catatan: Naskah sumber yang Anda kirim terhenti pada bagian kutipan tersebut. Saya tidak melanjutkan atau mengarang bagian yang belum ada agar isi berita tetap sesuai bahan asli.

(Helmi/rls) 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Helmy kaperwil Aceh
  • Editor: Ansori

Rekomendasi Untuk Anda

  • Munas III FSPTSI-KSPSI, Jusuf Rizal Terpilih Aklamasi Pimpin Organisasi Periode 2026-2031

    Munas III FSPTSI-KSPSI, Jusuf Rizal Terpilih Aklamasi Pimpin Organisasi Periode 2026-2031

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Toy
    • 0Komentar

    Munas III FSPTSI-KSPSI Tetapkan Jusuf Rizal sebagai Ketua Umum MEDAN,wartahukum.id—Munas III FSPTSI-KSPSI secara aklamasi menetapkan KRH. HM. Jusuf Rizal, S.H. sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI)-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) periode 2026-2031. Musyawarah Nasional (Munas) III FSPTSI-KSPSI yang berlangsung di Hotel Danau Toba, Medan, Sumatera Utara, pada 17-18 Juni 2026 […]

  • Pelemahan Rupiah dan BBM: Mahasiswa Bandung Demo DPRD Jabar Tuntut Stabilitas Ekonomi

    Pelemahan Rupiah dan BBM: Mahasiswa Bandung Demo DPRD Jabar Tuntut Stabilitas Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandung, Jawa Barat, wartahukum.id – Aliansi mahasiswa Kota Bandung menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kamis (11/6/2026), menyoroti pelemahan rupiah hingga kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi ini menuntut pemerintah segera menstabilkan ekonomi dan mengevaluasi kebijakan yang merugikan rakyat. Para mahasiswa mengenakan almamater dan pakaian serba hitam, sambil membentangkan spanduk […]

  • LSM TRINUSA Lampung Utara Kembali Gelar Aksi Damai di Kejaksaan Negeri Lampung Utara

    LSM TRINUSA Lampung Utara Kembali Gelar Aksi Damai di Kejaksaan Negeri Lampung Utara

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Mimi ka biro lampung utara
    • 0Komentar

    Aksi Damai LSM TRINUSA Dukung Penegakan Hukum yang Transparan LAMPUNG UTARA,wartahukum.id_Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM TRINUSA Kabupaten Lampung Utara kembali menggelar aksi damai di depan Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Kamis (16/7/2026). Aksi tersebut dipimpin langsung Ketua DPC LSM TRINUSA Lampung Utara, Imausyah, sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus dukungan terhadap penegakan hukum yang profesional, transparan, […]

  • Senpi Ilegal Sumsel: Polda Musnahkan 397 Senjata Api Hasil Ops Senpi Musi 2026, Tegaskan Negara Hadir Lindungi Masyarakat

    Senpi Ilegal Sumsel: Polda Musnahkan 397 Senjata Api Hasil Ops Senpi Musi 2026, Tegaskan Negara Hadir Lindungi Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Toyyib
    • 0Komentar

    PALEMBANG, wartahukum.id – Senpi ilegal Sumsel kembali menjadi fokus penindakan aparat kepolisian. Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan memusnahkan 397 pucuk senjata api rakitan ilegal hasil Operasi Senpi Musi 2026 sebagai bentuk komitmen menghadirkan negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumsel di Lapangan Tembak Brimob Polda Sumsel, […]

  • Agenda Aksi Damai di Depan Kantor Kejaksaan dan DPRD Pringsewu

    Agenda Aksi Damai di Depan Kantor Kejaksaan dan DPRD Pringsewu

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle By. Suhairi
    • 0Komentar

      Pringsewu –warta hukum id, Berdasarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan Nomor : STTP/2/V/2026/Sat Intelkam Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Lampung Resor Pringsewu LSM TRINUSA mengantongi izin Aksi Damai. Aksi Damai yang di agendakan pada Hari Kamis, 21 Mei 2026 Pukul 10 WIB dengan Rute titik kumpul di tugu gajah Pringsewu dan akan berorasi di kantor […]

  • Kerangka Hukum Global: Prof. Yusril dan Wakapolri Serukan Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak dari TPPO

    Kerangka Hukum Global: Prof. Yusril dan Wakapolri Serukan Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak dari TPPO

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Helmy
    • 0Komentar

    SEMARANG, WARTA HUKUM – Kerangka Hukum Global menjadi fokus utama dalam Legal International Conference and Studies (LICS) ke-9 dan Call for Paper yang digelar Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Kamis (30/7/2026). Forum internasional tersebut mempertemukan akademisi, praktisi hukum, dan pembuat kebijakan dari 18 negara untuk memperkuat strategi pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang […]

expand_less