Bocah 4 Tahun Meninggal di UGD RS Handayani, Viral di Medsos
- account_circle Mimi ka biro lampung utara
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Dugaan Lambatnya Penanganan Pasien Jadi Sorotan Publik
LAMPUNG UTARA,wartahukum.id—Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah berusia 4 tahun meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Handayani Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, viral di media sosial. Video tersebut memunculkan dugaan adanya keterlambatan atau kurang optimalnya penanganan tenaga kesehatan terhadap pasien.
Korban diketahui bernama Ananda (4), warga Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara. Korban dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (14/8/2026), saat berada di ruang UGD RS Handayani.
-
Video Perlihatkan Keluarga Histeris
Video berdurasi sekitar 2 menit 18 detik tersebut memperlihatkan korban terbaring di atas tempat tidur ruang perawatan UGD dalam kondisi tidak bernyawa. Sejumlah anggota keluarga terlihat berada di sekitar korban dan menangis histeris.
Dalam video yang beredar di media sosial, seorang laki-laki mempertanyakan pelayanan serta penanganan yang diberikan pihak rumah sakit. Ia juga meminta dokter keluar dan mempertanyakan keberadaan tenaga medis di ruang UGD.
“Penangan Rumah Sakit Handayani kurang, lihat ini satpam-satpam ngomong. Kamu orang berdua, lihat ini bagaimana kalau ini terjadi dengan anak kamu orang. Masuk jam berapa, keluar kamu orang dokter,” ujar laki-laki dalam video tersebut.
Pria tersebut juga menyampaikan kekecewaannya dan menduga kondisi korban tidak akan berakhir demikian apabila mendapatkan penanganan yang dinilai lebih cepat.
“Nggak mungkin mati anak ini kalau bukan kurangnya penanganan kamu orang. Kamu orang kan tahu kami itu dari jam berapa di ruangan ini. Keluar kamu orang dokter,” sebutnya.
-
Dugaan Kelalaian Tenaga Kesehatan Disorot
Beredarnya video tersebut kemudian memunculkan sorotan publik terhadap pelayanan RS Handayani. Dugaan kurangnya penanganan terhadap korban menjadi perhatian setelah keluarga menyampaikan protes di ruang UGD.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RS Handayani mengenai kronologi medis korban maupun tudingan adanya kelalaian atau keterlambatan penanganan.
Karena itu, dugaan kelalaian tenaga kesehatan tersebut masih perlu diklarifikasi dan dibuktikan melalui keterangan resmi pihak rumah sakit serta pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.
-
Warganet Soroti Pelayanan RS Handayani
Informasi mengenai meninggalnya korban semakin ramai setelah video tersebut beredar luas di media sosial.
Sebagaimana dikutip dari unggahan akun Facebook Edi Hamzah pada Sabtu (15/8/2026), sejumlah warganet turut memberikan komentar. Beberapa di antaranya mengaku pernah mengalami pengalaman yang mereka nilai kurang baik terkait pelayanan maupun penanganan di RS Handayani.
Komentar tersebut menambah perhatian publik terhadap persoalan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Meski demikian, pengalaman yang disampaikan warganet di media sosial merupakan klaim masing-masing pengguna dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai kualitas pelayanan rumah sakit secara keseluruhan.
-
Manajemen RS Handayani Belum Berikan Klarifikasi
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh klarifikasi resmi dari manajemen RS Handayani terkait meninggalnya Ananda maupun tudingan dugaan keterlambatan penanganan pasien sebagaimana yang disampaikan dalam video.
Pihak rumah sakit diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian, tindakan medis yang telah dilakukan, serta penyebab meninggalnya korban agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Publik juga diharapkan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan video yang beredar, sebelum terdapat keterangan resmi dan hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
(Mimi)
- Penulis: Mimi ka biro lampung utara
- Editor: Ansori





