Polri Kerahkan Taruna Akpol Dampingi 73 Sekolah Rakyat, Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Bangsa
- account_circle Helmy
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- print Cetak

JAKARTA, WARTA HUKUM – Taruna Akpol menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan karakter melalui Program Taruna Bhakti Tahun 2026. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 372 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang bergabung bersama Taruna Akademi TNI untuk mendampingi siswa di 73 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, integritas, serta semangat kebangsaan sejak usia dini.
Taruna Akpol Jadi Kakak Asuh Sekolah Rakyat
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menegaskan bahwa keterlibatan Taruna Akpol merupakan implementasi langsung arahan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, saat melepas Program Taruna Bhakti pada 1 Agustus 2026 di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.
Menurutnya, para taruna tidak hanya hadir sebagai pendamping kegiatan sekolah, tetapi juga menjadi teladan bagi para siswa.
“Polri mendukung penuh Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang unggul. Sebagaimana arahan Bapak Menteri Sosial, Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI hadir bukan sekadar mendampingi kegiatan siswa, tetapi menjadi kakak asuh yang memberikan keteladanan dalam disiplin, kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, serta semangat pengabdian. Kami ingin anak-anak di Sekolah Rakyat memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh inspirasi untuk meraih cita-citanya,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Selasa (4/8/2026).
Taruna Akpol Perkuat Karakter dan Disiplin Siswa
Sebelumnya, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa para taruna telah terbiasa menjalani kehidupan berasrama sehingga memiliki pengalaman yang dapat dibagikan kepada siswa Sekolah Rakyat.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan baru, menumbuhkan kemandirian, membiasakan hidup disiplin, serta membangun mental yang tangguh.
Menteri Sosial juga menekankan bahwa para taruna harus menjadi kakak pendamping yang penuh empati. Selain membimbing, mereka juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dengan memastikan tidak ada praktik perundungan, kekerasan fisik, kekerasan seksual, maupun tindakan intoleransi selama proses pendampingan berlangsung.
482 Personel Polri Terlibat dalam Program Taruna Bhakti
Sebagai tindak lanjut atas arahan tersebut, Polri menempatkan 372 Taruna Akpol di 73 Sekolah Rakyat yang terbagi dalam 29 Subsatuan Taruna (Subsattar).
Pelaksanaan kegiatan diperkuat oleh 110 personel pendamping (Paping) yang terdiri dari 23 Perwira Menengah (Pamen), 77 Perwira Pertama (Pama), dan 10 Bintara. Dengan demikian, total personel Polri yang terlibat dalam Program Taruna Bhakti mencapai 482 personel.
Pendampingan Berlangsung Selama MPLS
Program Taruna Bhakti dilaksanakan bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yaitu masa orientasi bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, hingga kehidupan di asrama.
Selama lima hari pendampingan, Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI menjalankan peran sebagai mentor sekaligus kakak asuh melalui berbagai kegiatan pembentukan karakter.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan tata tertib sekolah dan kehidupan asrama, pembiasaan bangun pagi, manajemen waktu, penataan kamar, kerapian tempat tidur dan lemari, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pelatihan baris-berbaris, pembinaan kepemimpinan, kerja sama, gotong royong, penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara, kegiatan kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, penguatan nilai-nilai keagamaan, hingga pemberian motivasi agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Pendekatan Humanis dan Ramah Anak
Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa seluruh rangkaian Program Taruna Bhakti dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, humanis, inklusif, dan ramah anak sesuai semangat Program Sekolah Rakyat.
“Yang dibangun dalam Program Taruna Bhakti bukan hanya kedisiplinan, tetapi juga karakter. Para Taruna Akpol hadir untuk menginspirasi, membimbing, dan mendampingi adik-adik di Sekolah Rakyat melalui keteladanan. Mereka berbagi pengalaman hidup berasrama, mengajarkan pentingnya tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, serta menumbuhkan semangat kebangsaan agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang berintegritas dan siap menghadapi masa depan,” tegas Brigjen Pol. Trunoyudo.
Melalui Program Taruna Bhakti, Polri menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Sinergi antara Taruna Akpol, Taruna Akademi TNI, dan Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang disiplin, berkarakter kuat, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
- Penulis: Helmy




