Pengurus PMI Kota Cirebon Dilantik, Wali Kota Dorong Penguatan Layanan Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana
- account_circle Wahidin
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- print Cetak

CIREBON, wartahukum.id – Pengurus PMI Kota Cirebon masa bakti 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di Balai Kota Cirebon, Rabu (3/6/2026). Momentum ini menjadi penegasan komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, serta memperkokoh kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di daerah.
Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kota Cirebon yang baru dilantik.
Menurutnya, amanah yang diemban bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang nyata bagi masyarakat.
Pengurus PMI Kota Cirebon Didorong Perkuat Sinergi dan Program Kerja
Wali Kota menegaskan bahwa PMI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan segera melakukan konsolidasi organisasi dan menyusun program kerja yang terukur.
“PMI memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan kemanusiaan. Saya berharap kepengurusan yang baru dapat segera melakukan konsolidasi, menyusun program kerja yang terukur, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai tantangan yang dihadapi daerah ke depan semakin kompleks. Selain kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat, berbagai ancaman bencana hidrometeorologi dan kondisi darurat kesehatan juga membutuhkan kesiapan respons yang cepat dan terkoordinasi.
Pengurus PMI Kota Cirebon Diminta Tingkatkan Layanan Donor Darah
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan Unit Donor Darah (UDD) PMI. Menurutnya, kebutuhan darah di Kota Cirebon tidak hanya melayani warga setempat, tetapi juga menjadi rujukan bagi masyarakat di wilayah Ciayumajakuning.
“Ketersediaan darah yang aman dan cukup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. PMI perlu terus memperluas jaringan pendonor aktif, meningkatkan sistem pelayanan yang modern, serta memastikan informasi stok darah dapat diakses masyarakat secara cepat dan transparan,” katanya.
Peningkatan layanan donor darah dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kesiapsiagaan Bencana Jadi Prioritas PMI Kota Cirebon
Selain pelayanan darah, kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Cirebon. Wali Kota meminta PMI terus memperkuat kapasitas relawan serta memastikan kesiapan sumber daya dan logistik kebencanaan.
“Kecepatan respons dalam situasi darurat sering kali menjadi penentu keselamatan banyak orang. Karena itu, penguatan relawan dan kesiapan operasional harus menjadi prioritas yang dijaga secara berkelanjutan,” tambahnya.
Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai program kemanusiaan PMI melalui kolaborasi dengan perangkat daerah, instansi vertikal, serta berbagai elemen masyarakat.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus PMI periode sebelumnya yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan di Kota Cirebon.
“Semoga PMI semakin memperkuat perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang responsif, profesional, dan dekat dengan masyarakat. Karena kehadiran PMI tidak hanya dibutuhkan saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya membangun kepedulian sosial, solidaritas, dan budaya gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Kota Cirebon,” harap Wali Kota.
PMI Kota Cirebon Tegaskan Komitmen Melayani Tanpa Pamrih
Sementara itu, Ketua PMI Kota Cirebon, Edial Sanif, menegaskan bahwa PMI akan terus hadir di tengah masyarakat tanpa membedakan latar belakang dan tanpa pamrih.
Menurutnya, berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga meningkatnya bencana kemanusiaan di berbagai wilayah, menjadi pengingat pentingnya peran PMI dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Relawan PMI selalu berusaha hadir secepat mungkin ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Bahkan dalam berbagai kejadian darurat, saat sebagian besar warga masih beristirahat, relawan kami sudah berada di lapangan untuk memberikan pertolongan. Semangat inilah yang akan terus kami jaga,” ungkapnya.
Edial menambahkan, PMI akan terus memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kota Cirebon dalam mendukung pembangunan kesehatan dan pelayanan kemanusiaan.
“PMI adalah mitra strategis pemerintah daerah. Kami ingin berjalan bersama membangun kesehatan dan kemanusiaan di Kota Cirebon. Kami juga terbuka terhadap masukan dan pembinaan agar seluruh langkah yang kami ambil tetap berada pada koridor prinsip-prinsip kemanusiaan,” tuturnya.
Dengan kepengurusan baru yang telah terbentuk, PMI Kota Cirebon diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kapasitas relawan, serta memperluas jangkauan program kemanusiaan demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
- Penulis: Wahidin




