Breaking News
light_mode

Talk Show Bersama Mahfud MD, Wakil Wali Kota Dukung Penegakan Hukum Berbasis Integritas

  • account_circle Wahidin kabiro Cirebon
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • print Cetak

Talk Show Bersama Mahfud MD

CIREBON,wartahukum.id—Talk Show Bersama Mahfud MD yang mengangkat tema Problematika Penegakan Hukum di Indonesia dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, di Bandar Djakarta, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan DPD Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Cirebon Raya tersebut menghadirkan Guru Besar Hukum Tata Negara, Prof. Mahfud MD, sebagai pembicara utama.

Forum tersebut menjadi ruang dialog antara kalangan akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk membahas berbagai tantangan penegakan hukum di Indonesia.

  • Wakil Wali Kota Apresiasi Forum Intelektual

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cirebon mengapresiasi DPD IKA UII Cirebon Raya yang dinilai konsisten menghadirkan forum intelektual dalam membahas berbagai persoalan strategis bangsa.

“Mengangkat tema problematika penegakan hukum bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan keberanian, kejujuran, serta pemikiran kritis agar persoalan ini dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan gagasan yang bermanfaat,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran akademisi dan masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kualitas hukum serta tata kelola pemerintahan masih tumbuh dengan baik. Selain itu, ia menilai pengalaman panjang Prof. Mahfud MD sebagai akademisi maupun tokoh ketatanegaraan menjadi bekal penting dalam memberikan perspektif yang komprehensif.

“Prof Mahfud MD memahami bagaimana hukum dirumuskan, dijalankan, sekaligus tantangan yang muncul dalam praktiknya. Pengalaman tersebut tentu menjadi bekal penting untuk memberikan perspektif yang komprehensif kepada kita semua,” katanya.

  • Penegakan Hukum Butuh Integritas

Wakil Wali Kota menilai tantangan utama penegakan hukum di Indonesia bukan terletak pada kurangnya regulasi. Sebaliknya, efektivitas penegakan hukum sangat bergantung pada kualitas aparat yang menjalankannya serta budaya hukum yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa masih terdapat kesenjangan antara aturan tertulis dengan implementasi di lapangan. Karena itu, kondisi tersebut dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat apabila hukum belum diterapkan secara adil dan konsisten.

Sebagai pemerintah daerah, lanjutnya, Pemerintah Kota Cirebon berhadapan langsung dengan berbagai bentuk implementasi hukum, mulai dari pelaksanaan peraturan daerah, penyelenggaraan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Karena itu, kami meyakini penegakan aturan tidak cukup dilakukan melalui pendekatan yang bersifat represif. Pemerintahan modern membutuhkan tata kelola yang kolaboratif, didukung komunikasi kebijakan yang baik agar masyarakat memahami tujuan dari setiap aturan yang diterapkan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang adaptif.

“Monitoring dan evaluasi bagi kami bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi. Lebih dari itu, menjadi sarana belajar agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan setiap kebijakan yang diambil tetap berada pada koridor negara hukum yang berpihak kepada kepentingan publik,” ungkapnya.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap berbagai masukan, kritik, dan rekomendasi dapat menjadi bahan penyempurnaan kebijakan daerah.

“Kami berharap diskusi ini menghasilkan gagasan-gagasan yang konstruktif. Masukan dari para akademisi dan praktisi hukum merupakan energi penting bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan pembenahan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” pungkasnya.

  • Mahfud MD Tekankan Keadilan Substantif

Sementara itu, Prof. Mahfud MD menegaskan bahwa nilai-nilai Islam tidak berhenti pada simbol atau identitas formal, tetapi hidup melalui prinsip-prinsip universal yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Menurutnya, keadilan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, persaudaraan, hingga pengawasan terhadap kekuasaan harus menjadi ruh dalam setiap sistem hukum.

Ia menjelaskan bahwa hukum pidana, hukum perdata, maupun hukum tata negara di Indonesia dapat berjalan selaras dengan ajaran Islam apabila dilaksanakan berdasarkan prinsip keadilan dan kepentingan bersama.

“Yang terpenting bukan sekadar memberi label tertentu pada sebuah sistem, tetapi memastikan nilai keadilan, kemanfaatan, persamaan di hadapan hukum, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat benar-benar hadir dalam praktik penyelenggaraan negara,” ujar Mahfud MD.

Dalam paparannya, Mahfud juga mengajak peserta merenungkan pesan moral dari kisah Nabi Yusuf AS. Menurutnya, setiap amanah dan kepemimpinan harus diraih melalui proses yang benar, jujur, serta sesuai aturan.

Ia menegaskan bahwa legitimasi kekuasaan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses yang ditempuh untuk mencapainya. Oleh sebab itu, seluruh penyelenggara negara harus menjaga integritas sejak awal agar kepercayaan publik tetap terpelihara.

“Penegakan hukum tidak cukup berorientasi pada prosedur, tetapi juga harus mampu mewujudkan keadilan substantif yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.

(Wahidin/rls) 

 

 

  • Penulis: Wahidin kabiro Cirebon
  • Editor: Ansori

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPD PSI Way Kanan Serahkan Atribut, DPC PSI Umpu Semenguk Mulai Pemasangan Bendera di Sekretariat

    DPD PSI Way Kanan Serahkan Atribut, DPC PSI Umpu Semenguk Mulai Pemasangan Bendera di Sekretariat

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle RojaliJalex
    • 0Komentar

    DPD PSI Way Kanan Serahkan Atribut, DPC PSI Umpu Semenguk Mulai Pemasangan Bendera di Sekretariat   WAY KANAN, WartaHukum.Id – *DPD PSI Kabupaten Way Kanan* melakukan penyerahan atribut partai kepada *DPC PSI Kecamatan Umpu Semenguk*. Penyerahan tersebut ditindaklanjuti dengan pemasangan atribut di Sekretariat DPC PSI Umpu Semenguk, Senin (13/7/2026). *Perkuat Identitas Partai di Tingkat Kecamatan* […]

  • Dugaan Mafia BBM Lampung: SPBU Labuhan Ratu Disorot, Truk Tanpa Pelat Diduga Bebas Isi Solar dan Pertalite

    Dugaan Mafia BBM Lampung: SPBU Labuhan Ratu Disorot, Truk Tanpa Pelat Diduga Bebas Isi Solar dan Pertalite

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, wartahukum.id – Dugaan Mafia BBM Lampung kembali menjadi sorotan publik. Di tengah gencarnya pemberantasan penyalahgunaan bahan bakar minyak oleh Polda Lampung, masyarakat justru mengeluhkan aktivitas mencurigakan di SPBU 24.351.30 yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Aktivitas yang diduga berkaitan dengan praktik pengecoran BBM itu disebut berlangsung secara […]

  • Jambore Ranting Karawang Barat 2026 Diikuti 1.343 Peserta, Perkuat Karakter dan Kemandirian Pramuka

    Jambore Ranting Karawang Barat 2026 Diikuti 1.343 Peserta, Perkuat Karakter dan Kemandirian Pramuka

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Toyyib
    • 0Komentar

    KARAWANG, WARTA HUKUM – Jambore Ranting Karawang Barat 2026 menjadi ruang pembinaan generasi muda melalui pendidikan kepramukaan, kegiatan alam terbuka, keterampilan, bakti sosial, hingga penguatan karakter. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Wanasepi, Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, itu digelar selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 13–15 Agustus 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Kwartir Ranting […]

  • Pencuri Ponsel Way Khilau Diringkus Tekab 308 Kedondong

    Pencuri Ponsel Way Khilau Diringkus Tekab 308 Kedondong

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle By. Ansori
    • 0Komentar

    Pencuri Ponsel Way Khilau Ditangkap Saat Korban Tidur Pesawaran, WARTA HUKUM.ID — Pencuri ponsel di Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, akhirnya berhasil diringkus Unit Reskrim Tekab 308 Presisi Polsek Kedondong setelah melakukan aksi pencurian di rumah warga saat korban sedang tertidur lelap. Pelaku berinisial AJ (18) diamankan polisi usai teridentifikasi mencuri satu unit ponsel milik […]

  • Api Melalap 20 Hektare Kebun Tebu di Rayon 2 Sidodadi PG Bungamayang, Armada Pemadam Sempat Terkendala

    Api Melalap 20 Hektare Kebun Tebu di Rayon 2 Sidodadi PG Bungamayang, Armada Pemadam Sempat Terkendala

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Mimi ka biro lampung utara
    • 0Komentar

    Kebakaran Lahan di Rayon 2 Sidodadi PG Bungamayang Masih Diselidiki LAMPUNG UTARA,wartahukum.id—Kebakaran lahan terjadi di kawasan Rayon 2 Sidodadi, wilayah PG Bungamayang, Kabupaten Lampung Utara, pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Berdasarkan informasi awal di lapangan, sekitar 20 hektare tanaman tebu dilaporkan terdampak kobaran api. Peristiwa tersebut sempat disaksikan dan didokumentasikan awak media yang […]

  • Agus Riyadi Raih 347 Suara dalam Pemilihan Kepala Pekon Banyu Urip, Unggul 13 Suara dari Rudi Hartono

    Agus Riyadi Raih 347 Suara dalam Pemilihan Kepala Pekon Banyu Urip, Unggul 13 Suara dari Rudi Hartono

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle By. Suhairi
    • 0Komentar

    Agus Riyadi Raih 347 Suara dalam Pemilihan Kepala Pekon Banyu Urip, Unggul 13 Suara dari Rudi Hartono PRINGSEWU, WARTAHUKUM.ID, Perolehan suara dalam Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) Banyu Urip, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, menunjukkan persaingan ketat di antara para calon. Berdasarkan data perolehan suara yang diterima, Agus Riyadi dengan nomor urut 4 memperoleh suara terbanyak, yakni […]

expand_less