Asta Cita Prabowo: Mendes Yandri Ajak BPD Kolaborasi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
- account_circle Febriyansah
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- print Cetak

Peran BPD Dinilai Strategis dalam Menggerakkan Potensi Desa
Jakarta, wartahukum.id — Program pembangunan desa kembali menjadi perhatian pemerintah pusat. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengajak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan Asta Cita Prabowo, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembangunan desa berbasis ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurut Yandri, desa memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan bahan baku program MBG yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Yandri menegaskan, keberhasilan program strategis nasional tidak dapat berjalan tanpa dukungan seluruh unsur desa, termasuk kepala desa, BPD, tokoh masyarakat, hingga lembaga desa lainnya.
“Salah satu modal untuk membangun desa adalah semua organisasi terkait desa seperti Apdesi, Pabpdsi, PPDI, Kompakdesi dan lainnya harus kompak dan bersatu,” kata Yandri saat menghadiri Dies Natalis BPD ke-27 pada Kamis (7/5/2026).
Asta Cita Prabowo Dorong Desa Jadi Penopang MBG
Dalam berbagai kesempatan, Mendes Yandri menekankan bahwa desa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Desa didorong menjadi pusat produksi bahan pangan melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal.
Ia menyebut kebutuhan bahan baku MBG sangat besar dan dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi desa apabila dikelola secara serius dan terintegrasi.
“Jika Desa bisa menyiapkan bahan bakunya maka ekonomi desa makin bergeliat,” ujar Yandri.
Pemerintah juga disebut tengah memetakan potensi desa di seluruh Indonesia guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga produk unggulan lokal berbasis inovasi desa menjadi fokus pengembangan ke depan.
BPD Didorong Aktif Mengawal Program Desa
Dalam konteks pembangunan desa, BPD dinilai memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah desa dalam fungsi pengawasan, legislasi, dan penyerapan aspirasi masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah desa dan BPD dianggap menjadi faktor penting untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Yandri juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong dalam menjalankan agenda pembangunan nasional berbasis desa. Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menyangkut upaya penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Pemerintah pusat, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui pelatihan, pendampingan, penguatan modal usaha, hingga pemasaran digital agar desa mampu berkembang secara mandiri.
“Bila mana kita membangun desa, sejatinya kita membangun Indonesia,” tegas Yandri.
Program Makan Bergizi Gratis Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Desa
Program MBG yang menjadi bagian dari visi besar Asta Cita Prabowo dinilai membuka peluang besar bagi desa untuk terlibat langsung dalam rantai pasok pangan nasional. Pemerintah bahkan menyiapkan skema penguatan ketahanan pangan desa melalui Dana Desa dan penguatan peran BUMDes.
Dengan keterlibatan aktif BPD dan seluruh elemen desa, pemerintah berharap pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.*
- Penulis: Febriyansah
- Editor: Ahmad Royani, SH




