Bupati Tanggamus Targetkan Hilirisasi Kopi Demi Tingkatkan Nilai Ekonomi Petani
- account_circle Ansori /rls
- calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
- print Cetak

Bupati Tanggamus Targetkan Hilirisasi Kopi Demi Tingkatkan Nilai Ekonomi Petani
TANGGAMUS,wartahukum.id—Bupati Tanggamus targetkan hilirisasi kopi sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan petani. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam membangun industri kopi yang lebih modern, berdaya saing, dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Menurut Bupati Moh. Saleh Asnawi, Tanggamus memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra penghasil kopi di Provinsi Lampung. Namun, potensi tersebut harus dioptimalkan melalui pengembangan industri pengolahan sehingga hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk bahan baku.
-
Hilirisasi Kopi Dinilai Mampu Tingkatkan Pendapatan Petani
Moh. Saleh Asnawi menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah penting agar komoditas kopi memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dengan adanya industri pengolahan di daerah, petani diharapkan memperoleh keuntungan yang lebih besar dibanding hanya menjual biji kopi mentah.
Selain meningkatkan pendapatan petani, hilirisasi juga diyakini mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor perkebunan.
“Pemerintah ingin kopi Tanggamus memiliki nilai tambah yang tinggi sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
-
Pemerintah Dorong Kolaborasi Semua Pihak
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi, mulai dari petani, kelompok tani, koperasi, pelaku usaha, akademisi, hingga investor.
Kolaborasi itu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas produksi, memperkuat proses pengolahan pascapanen, memperluas pemasaran, serta mendorong lahirnya berbagai produk kopi olahan yang memiliki daya saing tinggi.
Pemerintah juga menekankan pentingnya inovasi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kelembagaan petani agar mampu mengikuti perkembangan industri kopi yang semakin kompetitif.
-
Fokus pada Kualitas dan Daya Saing Produk
Selain hilirisasi, peningkatan kualitas kopi menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Pembinaan kepada petani akan terus dilakukan melalui pendampingan budidaya, pengolahan hasil panen, hingga pengemasan produk agar memenuhi standar pasar.
Dengan kualitas yang semakin baik, kopi asal Tanggamus diharapkan mampu memperluas pangsa pasar, baik di dalam negeri maupun di pasar ekspor.
Moh. Saleh Asnawi menegaskan bahwa seluruh program pengembangan kopi harus diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan.
“Kalau hanya teori di ruang rapat, tidak akan ada hasilnya. Harus turun ke lapangan, membawa solusi, mengedukasi petani sampai ke kecamatan, desa, dan pekon. Jangan hanya berhenti pada teori,” tegasnya.
-
Industri Kopi Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Tanggamus optimistis pengembangan hilirisasi kopi akan menjadi motor penggerak perekonomian daerah. Dengan meningkatnya nilai tambah komoditas, petani memperoleh pendapatan yang lebih baik, sementara sektor usaha pengolahan kopi juga dapat berkembang secara berkelanjutan.
Melalui program ini, Tanggamus diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas yang memiliki industri pengolahan kuat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
(Ansori/rls)
- Penulis: Ansori /rls
- Editor: Ansori




