Doktor Meidy Hariyanto Raih Gelar Doktor, Kasat Reskrim Polres Pesibar Teguhkan Pengabdian bagi Hukum dan Masyarakat
- account_circle Maryanta
- calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
- print Cetak

Doktor Meidy Hariyanto: Kasat Reskrim Polres Pesibar Raih Gelar Doktor, Teguhkan Pengabdian untuk Hukum dan Masyarakat
PESISIR BARAT – WARTA HUKUM – Doktor Meidy Hariyanto menjadi bukti bahwa pengabdian sebagai anggota Polri dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kapasitas akademik. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pesisir Barat, Dr. Meidy Hariyanto, S.H., M.H., resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor (S3) Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Selasa (28/7/2026).
Keberhasilan tersebut menandai komitmen Meidy Hariyanto dalam memperkuat kompetensi akademik yang selaras dengan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. Pencapaian ini juga diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan strategi kepolisian dalam membangun keamanan dan ketertiban masyarakat.
Doktor Meidy Hariyanto Bahas Strategi Kepolisian Berbasis Nilai Islam
Sidang promosi doktor berlangsung di Ruang Sidang Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung dan dipimpin oleh Prof. Dr. Wan Jamaludin Z., M.Ag., Ph.D. selaku Ketua Tim Penguji.
Dalam ujian tersebut, Meidy Hariyanto mengangkat disertasi berjudul “Optimalisasi Peran Kepolisian (Polres) dalam Menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Islam di Lampung Timur.”
Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Safari, M.Sos.I., Prof. Dr. H. M. Bahri Ghazali, M.A., Prof. Dr. Fitri Yanti, M.A., Dr. Hj. Sri Ilham Nasution, M.Pd., serta Prof. Dr. Tulus Suryanto, S.E., M.M., Akt., C.A. Adapun sekretaris sidang dijabat oleh Prof. Dr. Hj. Rini Setiawati, M.Sos.I.
Doktor Meidy Hariyanto Tawarkan Pendekatan Preemtif, Preventif, dan Represif
Dalam penelitiannya, Meidy Hariyanto menyoroti pentingnya integrasi pendekatan preemtif, preventif, dan represif yang dijalankan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.
Penelitian tersebut menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis tidak hanya bergantung pada penegakan hukum. Lebih dari itu, keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan kepolisian membangun kemitraan, memperkuat komunikasi, serta memberdayakan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan.
Konsep tersebut menempatkan kepolisian bukan hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, toleran, dan penuh semangat persatuan di tengah keberagaman.
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi institusi kepolisian maupun para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pembinaan masyarakat yang lebih efektif, sehingga mampu memperkuat keamanan, ketertiban, serta meningkatkan kualitas hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat.
Komitmen Akademik untuk Pengabdian
Ujian promosi doktor tersebut turut dihadiri keluarga besar, istri, anak, serta rekan-rekan seangkatan Meidy Hariyanto yang memberikan dukungan dan doa atas keberhasilannya meraih gelar akademik tertinggi tersebut.
Raihan gelar doktor menjadi cerminan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Polri memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks. Perpaduan pengalaman praktis di lapangan dengan kajian akademik diharapkan mampu melahirkan kebijakan dan strategi yang lebih adaptif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pencapaian ini sekaligus mempertegas komitmen Dr. Meidy Hariyanto, S.H., M.H. untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan yang sejalan dengan pengabdian sebagai anggota Polri, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh institusi kepolisian, tetapi juga oleh masyarakat luas.
- Penulis: Maryanta




