Mayat Terapung di Pantai Kuala Stabas, Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia
- account_circle Irfan Fajri
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Pesisir Barat, WARTA HUKUM — Mayat terapung ditemukan di sekitar Pantai Kuala Stabas, Kelurahan Pasar Kota Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Jumat (14/8/2026) pagi. Korban diketahui bernama Hengki Irawan (44), warga Sandaran Agung, Pekon Penggawa V, Kecamatan Way Krui.
Warga menemukan Hengki dalam kondisi sudah meninggal dunia dan mengapung sekitar 10 meter dari bibir Pantai Kuala Stabas. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Mayat Terapung Ditemukan Warga
Peristiwa mayat terapung itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, Hengki berpamitan kepada istrinya, Pertiwi (42), sekitar pukul 05.00 WIB untuk mencari ikan di sekitar Pantai Kuala Stabas.
Menurut keterangan Pertiwi, suaminya memang kerap pergi mencari ikan di kawasan tersebut. Aktivitas mencari ikan di laut menjadi kegiatan yang biasa dilakukan korban.
Beberapa jam setelah korban berangkat, warga kemudian menemukan tubuh Hengki dalam kondisi mengapung di perairan sekitar pantai.
Saksi Acep Febrianto (46) dan Khairul (60) menjadi pihak yang menemukan jenazah korban. Keduanya melihat tubuh Hengki mengapung dengan jarak kurang lebih 10 meter dari pinggir Pantai Kuala Stabas.
Penemuan tersebut segera ditindaklanjuti. Polisi mendatangi lokasi untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan serta memastikan kronologi kejadian.
Polisi Evakuasi Korban ke RSUD M. Tohir Krui
Personel Sat Polairud Polres Pesisir Barat bersama anggota Polres Pesisir Barat, Polsek Pesisir Tengah, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa Pesisir Tengah, serta masyarakat melakukan proses evakuasi.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD M. Tohir Krui untuk menjalani Visum Et Repertum (VER). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan kondisi korban dan penyebab kematiannya.
Kasat Polairud AKP Heru Prasetyo, S.T. mewakili Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai seorang nelayan yang meninggal saat mencari ikan di sekitar Pantai Kuala Stabas.
” kami mendapatkan informasi adanya seorang nelayan yang meninggal dunia saat sedang mencari ikan di sekitar Pantai Kuala Stabas, sehingga kami turun langsung ke lokasi ” ujar AKP Heru Prasetyo.
Polisi kemudian melakukan penanganan di lokasi dan bersama unsur terkait mengevakuasi korban. Proses pemeriksaan terhadap jenazah juga dilakukan di rumah sakit untuk memperoleh keterangan medis yang diperlukan.
Polisi Imbau Nelayan Utamakan Keselamatan
Peristiwa mayat terapung tersebut menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan. Kondisi laut memiliki risiko yang harus diantisipasi, terutama ketika nelayan melakukan aktivitas seorang diri.
Kasat Polairud AKP Heru Prasetyo juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengingatkan nelayan agar tidak mengabaikan keselamatan saat melaut.
” Kami menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban. Kami juga menghimbau kepada para nelayan atau masyarakat yang bermata pencaharian di laut untuk tetap berhati hati dan mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas di wilayah perairan. Selalu gunakan alat bantu keselamatan untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan ” tutup Kasat Polairud AKP Heru.
Hingga proses penanganan dilakukan, pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut. Pemeriksaan medis melalui Visum Et Repertum menjadi bagian penting untuk membantu memastikan penyebab meninggalnya korban.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat yang bekerja di laut agar memperhatikan kondisi perairan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari aktivitas melaut tanpa persiapan yang memadai.
(Irfan/Rls)
- Penulis: Irfan Fajri
- Editor: HR Efendi




