Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Lampung Ikuti Dialog Kebangsaan Terkait Penguatan Tri Brata dan Catur Prasetya di Era Digital
- account_circle Irfan fajri
- calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
- print Cetak

Dialog Kebangsaan Bahas Penguatan Tri Brata dan Catur Prasetya
BANDAR LAMPUNG,wartahukum.id—Dialog Kebangsaan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diikuti Polda Lampung secara hibrida, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini juga melibatkan Polres dan Polsek jajaran secara daring dengan fokus pada penguatan nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya guna menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di era digital dan lanskap siber.
Dialog tersebut menghadirkan motivator nasional Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian sebagai narasumber yang membahas penguatan integritas anggota Polri di tengah perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang.
-
Era Digital Hadirkan Kompleksitas
KamtibmasBerdasarkan materi yang dipaparkan, Dialog Kebangsaan mengangkat tema utama “Era Digital dan Kompleksitas Kamtibmas”. Dalam pemaparannya, Ary Ginanjar Agustian menekankan pentingnya perubahan mendasar dalam diri setiap personel Polri agar nilai-nilai luhur institusi tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan secara konsisten hingga menjadi karakter yang melekat.
Perkembangan teknologi informasi yang masif telah mengubah kehidupan masyarakat menuju era Society 5.0. Selain menghadirkan kemudahan, perkembangan tersebut juga melahirkan ruang siber sebagai domain baru yang memunculkan berbagai bentuk kejahatan digital atau cybercrime yang bersifat lintas batas, anonim, dan kompleks.
-
Transformasi Polri Presisi dan Tantangan Etika Digital
Dialog Kebangsaan juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia dalam mendukung Transformasi Polri Presisi. Penguatan teknologi memang memberikan kecepatan dan efisiensi. Namun demikian, perkembangan tersebut juga menghadirkan risiko pelanggaran etika digital yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Karena itu, pengawasan dan pembinaan internal menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh personel menjaga integritas dalam menjalankan tugas di ruang fisik maupun ruang digital.
-
Revitalisasi Tri Brata dan Catur Prasetya
Selain membahas tantangan teknologi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya revitalisasi Tri Brata sebagai pedoman hidup dan Catur Prasetya sebagai pedoman kerja. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi standar operasional moral bagi seluruh personel dalam menegakkan hukum secara transparan dan berkeadilan.
Polri menilai penguatan karakter menjadi kebutuhan utama agar modernisasi teknologi berjalan seiring dengan peningkatan integritas dan profesionalisme personel.
-
Polda Lampung Tekankan Integritas Personel
Mewakili Kapolda Lampung, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat mental dan integritas personel.
“Tantangan Polri ke depan, khususnya di wilayah hukum Polda Lampung, tidak lagi hanya berada di ruang fisik melainkan sudah merambah ke ruang digital. Oleh karena itu, integritas personel adalah harga mati. Kita tidak ingin kecanggihan teknologi yang kita miliki justru disalahgunakan atau menurunkan citra Polri akibat pelanggaran etika digital oleh oknum di media sosial,” ujar Yuni.
-
Komitmen Perkuat Karakter Anggota Polri
Melalui Dialog Kebangsaan ini, Polda Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan internal dan pembangunan karakter seluruh personel.
Dengan menjadikan Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai kompas moral, setiap anggota Polri diharapkan mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, humanis, serta beretika baik di dunia nyata maupun di ruang digital demi menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.(Irfan/rls)
- Penulis: Irfan fajri




