Gubernur Mualem Minta Bupati/Wali Kota se-Aceh Siapsiaga Bencana
- account_circle Helmy kaperwil Aceh
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- print Cetak

Gubernur Mualem Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
BANDA ACEH,wartahukum.id – Intensitas curah hujan diprediksi meningkat selama tiga bulan ke depan. Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meminta seluruh Bupati/Wali Kota se-Aceh melakukan upaya terpadu dalam rangka kesiapsiagaan masyarakat pada wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh.
“Langkah itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari peningkatan intensitas curah hujan yang akan terjadi selama kurun waktu 3 (tiga) bulan ke depan,” kata Gubernur Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Kamis (17 September 2026).
-
BMKG Prediksi Curah Hujan Menengah dan Tinggi di Aceh
Permintaan Gubernur Mualem ini sesuai dengan Informasi Prediksi Curah Hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh.
BMKG menginformasikan pada Oktober sampai dengan Desember 2026 terpantau curah hujan dengan intensitas menengah dan tinggi di wilayah Kabupaten/Kota Provinsi Aceh.
Bahkan, kata Nurlis, Gubernur Mualem menyampaikan imbauannya secara tertulis kepada seluruh Bupati/Wali Kota melalui suratnya bernomor 300.2/11114 bertanggal 14 September 2026.
Surat itu, kata Nurlis, ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taufik atas nama Gubernur Aceh.
-
BMKG Minta Daerah Siapkan Langkah Antisipasi Sesuai Kondisi Hujan
BMKG juga menyebutkan dua bentuk kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dampak intensitas hujan.
Untuk wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan rendah, perlu melakukan konservasi dan penghematan air melalui penggunaan air secara bijak serta perbaikan kebocoran.
Selain itu, daerah perlu membangun infrastruktur resapan air seperti biopori, sumur resapan dan embung. Sektor pertanian juga perlu melakukan penyesuaian ke varietas tahan kering, seperti palawija dan irigasi tetes.
Langkah lainnya yakni mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
-
Wilayah Curah Hujan Tinggi Diminta Siapkan Tas Siaga Bencana
Sedangkan wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, perlu melakukan sejumlah tindakan kesiapsiagaan.
Langkah tersebut antara lain melakukan pembersihan lingkungan dan drainase melalui gotong royong, menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) berisi dokumen penting dan perlengkapan dasar.
Masyarakat juga diminta menjaga keamanan kelistrikan dan aset, seperti mematikan listrik serta menaikkan barang berharga ke tempat yang lebih aman.
Selain itu, masyarakat perlu memantau informasi peringatan dini BMKG dan siap melakukan evakuasi apabila kondisi mengharuskan.
-
Gubernur Mualem Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor
Sebelumnya, Gubernur Mualem juga telah menyampaikan imbauannya untuk mewaspadai potensi bencana karena saat ini sudah memasuki musim hujan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keprihatinannya atas musibah banjir dan longsor di kawasan tengah Aceh.
“Pak Gubernur menyampaikan bahwa bencana hidrometeorology yang terjadi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil,” kata Nurlis, pada Senin (14 September 2026).
“Pak Gubernur menyampaikannya setelah mendapat laporan mengenai musibah tanah longsor di tiga kabutapen tersebut.”
-
Sinergi Forkopimda, TNI dan Polri Diperkuat
Pada Kamis (3 September 2026), Gubernur Mualem juga sudah mengingatkan tentang kerawanan bencana di musim hujan.
“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir, longsor, dan bencana lainnya di sejumlah wilayah,” kata Mualem.
Mualem juga menekankan pentingnya sinergi dan dukungan seluruh unsur Forkopimda Aceh, termasuk TNI dan Polri, bersama pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait, serta perguruan tinggi negeri dan swasta.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons di lapangan, dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas bersama. []
By. Helmy
- Penulis: Helmy kaperwil Aceh
- Editor: Ansori




