Jembatan Krueng Tingkeum Beroperasi, Pemprov Aceh Apresiasi
- account_circle Helmy kaperwil Aceh
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Jembatan Krueng Tingkeum Kembali Buka untuk Lalu Lintas Umum
BANDA ACEH,wartahukum.id — Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo atas beroperasinya kembali Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, untuk lalu lintas umum mulai Minggu (20/9/2026).
Jembatan permanen tersebut menjadi bagian penting dalam pemulihan konektivitas transportasi pada jalur nasional Banda Aceh–Medan. Sebelumnya, pengguna jalan mengandalkan jembatan Bailey sebagai akses sementara setelah jembatan lama terdampak bencana.
Pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum sendiri dimulai pada Januari 2026 sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.
-
Dek Fadh Apresiasi Percepatan Pembangunan Jembatan
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh atas rampungnya pembangunan jembatan permanen yang memiliki posisi strategis bagi mobilitas masyarakat.
“Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Satgas PRR Bapak Tito Karnavian dan Menteri PU Bapak Dody Hanggodo atas selesainya pembangunan serta beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum untuk masyarakat,” ujar Dek Fadh di sela kunjungan kerjanya di Semarang.
Dek Fadh mengatakan, beroperasinya kembali jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat Aceh. Jembatan Krueng Tingkeum menjadi salah satu akses penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta arus transportasi di jalur nasional Banda Aceh–Medan.
-
Jembatan Permanen Dukung Distribusi Barang dan Jasa
Menurutnya, keberadaan jembatan permanen tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melintas, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa antara Aceh dan Sumatera Utara.
Karena itu, Pemerintah Aceh menyambut baik selesainya pembangunan jembatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana.
“Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat. Jalur ini merupakan akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Aceh dengan Sumatera Utara. Dengan beroperasinya kembali jembatan permanen, kita berharap mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat kembali berjalan lebih lancar,” katanya.
Jembatan Krueng Tingkeum sebelumnya terputus akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Bireuen pada November 2025. Selama proses pembangunan kembali, masyarakat dan pengguna jalan mengandalkan jembatan Bailey sebagai jalur sementara dengan sistem buka-tutup arus kendaraan.
Penggunaan jembatan sementara tersebut membuat arus lalu lintas harus diatur secara bergantian dan pada waktu tertentu menimbulkan antrean kendaraan. Kondisi tersebut terjadi karena jalur Banda Aceh–Medan menjadi salah satu koridor utama pergerakan orang dan barang di Aceh dan Sumatera Utara.
-
Operasional Jembatan Akhiri Sistem Buka-Tutup
Dengan beroperasinya jembatan permanen, sistem buka-tutup yang selama ini diterapkan pada akses sementara dapat dihentikan secara bertahap. Informasi terbaru menyebutkan jembatan baru dijadwalkan mulai difungsikan pada Minggu (20/9/2026), sekaligus mengakhiri penggunaan Bailey sebagai akses utama sementara.
Pemerintah Aceh berharap konektivitas transportasi di kawasan tersebut semakin lancar serta memberikan kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat dan pelaku distribusi logistik.
Dek Fadh juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan kembali jembatan tersebut. Menurutnya, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi bagian penting untuk memastikan aktivitas masyarakat kembali normal setelah terdampak bencana.
“Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sehingga jembatan ini dapat kembali digunakan. Semoga keberadaan jembatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di Aceh,” ujar Dek Fadh.
-
TNI dan Polri Dapat Apresiasi atas Dukungan Selama Pemulihan
Dek Fadh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI yang sejak awal turut berperan dalam penanganan akses penghubung masyarakat, termasuk pembangunan jembatan darurat sebagai langkah cepat setelah Jembatan Krueng Tingkeum terputus akibat bencana.
Menurutnya, kehadiran TNI menjadi bagian penting dalam memastikan akses masyarakat tetap tersedia selama proses pembangunan jembatan permanen berlangsung.
Selain itu, Dek Fadh menyampaikan penghargaan kepada jajaran TNI dan Polri yang telah bersama-sama menjaga kelancaran serta keamanan arus lalu lintas di kawasan jembatan selama masa penggunaan jembatan darurat.
“Kita juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang sejak awal hadir membantu masyarakat. TNI telah membangun jembatan darurat, sementara TNI dan Polri terus menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas. Semua ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dek Fadh.
Dengan beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum, Pemerintah Aceh berharap mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi pada jalur nasional Banda Aceh–Medan dapat kembali berjalan lebih lancar.
(Helmi/rls)
- Penulis: Helmy kaperwil Aceh
- Editor: Ansori




