Wagub Aceh Hadiri Rakorgub se-Sumatera, Dorong Sumatera Jadi Satu Kekuatan Ekonomi
- account_circle Helmy kaperwil Aceh
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- print Cetak

Dek Fadh Dorong Konektivitas, Hilirisasi, dan Kerja Sama Ekonomi Antardaerah
MEDAN,wartahukum.id — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E. (Dek Fadh), menghadiri Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam rangkaian agenda Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).
Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama dan sinergi anggota IMT-GT yang terdiri atas 10 provinsi di Pulau Sumatera.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Menteri Dalam Negeri, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Jambi, Wakil Gubernur Bengkulu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, serta Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri.
-
Sumatera Didorong Menjadi Satu Kekuatan Ekonomi
Dalam forum tersebut mengemuka gagasan untuk menempatkan Sumatera sebagai satu kawasan dan satu kekuatan ekonomi melalui penguatan koordinasi, sinergi dan kolaborasi antardaerah.
Rakor juga merekomendasikan sejumlah langkah strategis, meliputi penetapan kesepakatan antarprovinsi, pembentukan kelembagaan dan rencana aksi bersama, percepatan implementasi lima prioritas, serta penguatan dukungan pemerintah pusat dan mitra strategis.
Sejalan dengan agenda tersebut, Wagub Aceh Fadhlullah menekankan pentingnya penguatan konektivitas dan logistik Sumatera.
Keterhubungan infrastruktur dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dinilai penting untuk memperlancar arus barang dan manusia, menekan biaya logistik, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing kawasan.
-
Aceh Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan
Dek Fadh juga mendorong penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi komoditas unggulan.
Aceh memiliki sejumlah komoditas strategis seperti padi, kopi, kelapa sawit, kakao, hortikultura, serta nilam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kerja sama antardaerah dan penguatan rantai pasok.
“Aceh memiliki komoditas unggulan seperti kopi dan nilam yang memiliki pasar dan nilai tambah besar. Kita ingin komoditas Aceh tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi terus didorong menuju hilirisasi sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Dek Fadh.
Menurutnya, pengembangan komoditas unggulan tidak cukup hanya dilakukan dari sisi produksi. Penguatan industri pengolahan, distribusi dan akses pasar diperlukan agar nilai tambah dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.
-
Sabang Didorong Jadi Simpul Konektivitas Sumatera
Selain komoditas, Dek Fadh juga menilai Aceh memiliki posisi strategis melalui Sabang.
Menurutnya, pengembangan Sabang sebagai simpul konektivitas perdagangan, logistik dan pariwisata perlu terus diperkuat dengan dukungan konektivitas laut dan udara, serta keterhubungan dengan pusat-pusat ekonomi di Sumatera.
“Sabang memiliki posisi yang sangat strategis. Kita perlu memperkuat konektivitas Sabang melalui jalur laut dan udara agar dapat menjadi bagian penting dari jaringan perdagangan, logistik, pariwisata dan konektivitas Sumatera dengan kawasan internasional,” kata Dek Fadh.
Penguatan konektivitas tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi perdagangan, investasi dan pariwisata, sekaligus memperkuat posisi Sumatera dalam jaringan ekonomi kawasan.
-
Sumatera Perlu Menjadi Pasar yang Saling Menguatkan
Di sektor perdagangan dan investasi, Dek Fadh mengajak provinsi-provinsi di Sumatera menjadikan kawasan ini sebagai pasar yang saling menguatkan.
Produk unggulan Aceh diharapkan semakin mudah menjangkau pasar di daerah lain, demikian pula produk unggulan provinsi lainnya dapat berkembang di Aceh.
Kerja sama menghadapi bencana dan perubahan iklim juga dinilai penting. Aceh memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi bencana dan membangun kembali kehidupan masyarakat, yang dapat menjadi pembelajaran bersama untuk mewujudkan Sumatera yang lebih tangguh, adaptif dan berkelanjutan.
-
Pariwisata dan Transformasi Digital Jadi Perhatian
Penguatan pariwisata, pembangunan sumber daya manusia dan transformasi digital turut menjadi bagian penting dalam membangun konektivitas kawasan.
Dek Fadh mendorong pengembangan jejaring destinasi dan paket wisata lintas provinsi, termasuk penguatan potensi wisata ramah muslim.
Menurutnya, kolaborasi lintas provinsi akan membuat berbagai potensi daerah dapat saling terhubung dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Pembangunan Sumatera membutuhkan lebih dari sekadar kerja masing-masing provinsi. Kita perlu berbagi keunggulan, menghubungkan potensi, dan menyatukan langkah,” ujar Dek Fadh.
Ia berharap Rakor Gubernur se-Sumatera menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama nyata antardaerah, sehingga Sumatera semakin terhubung, kompetitif dan mampu menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Dek Fadh menegaskan bahwa sinergi antardaerah menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi Sumatera, baik di sektor perdagangan, investasi, konektivitas, pangan, pariwisata maupun pengembangan sumber daya manusia.
((Helmi)
- Penulis: Helmy kaperwil Aceh
- Editor: Ansori




