Dugaan “Jalur Khusus” Solar di SPBU Nunyai Rajabasa, Taufik–Ginanjar Disebut Warga, POMAL dan Polda Lampung Jangan Diam
- account_circle Tem
- calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
- print Cetak

Dugaan “Jalur Khusus” Solar di SPBU Nunyai Rajabasa
BANDARLAMPUNG,wartahukum.id—Keluhan warga dan sejumlah sopir terkait dugaan permainan dalam pengisian BBM jenis solar di SPBU Nunyai, Rajabasa, Bandarlampung, kini mengarah pada persoalan yang jauh lebih serius.
Bukan sekadar soal antrean atau siapa yang lebih dahulu mengisi BBM. Warga menduga terdapat pola pengisian yang hanya memberikan akses kepada pihak tertentu, bahkan disebut berlangsung secara rutin pada pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.
-
Nama Taufik dan Ginanjar Disebut Warga
Yang membuat laporan ini semakin sensitif, warga menyebut adanya dua orang yang diduga merupakan oknum anggota TNI Angkatan Laut, yakni Taufik dan Ginanjar, yang disebut berkaitan dengan aktivitas tersebut.
Informasi ini tentu tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta. Namun, ketika masyarakat sudah menyampaikan dugaan mengenai keterlibatan oknum aparat, POMAL Lampung semestinya tidak menunggu persoalan ini menjadi viral terlebih dahulu untuk melakukan pengecekan.
Warga juga mengungkap adanya dugaan intimidasi terhadap pihak-pihak yang mempertanyakan aktivitas pengisian solar tersebut.
Jika dugaan intimidasi itu benar, maka persoalannya menjadi lebih serius. Sebab, masyarakat bukan hanya mempertanyakan distribusi BBM, tetapi juga merasa khawatir untuk menyampaikan keberatan terhadap aktivitas yang mereka nilai janggal.
-
Warga Pertanyakan Akses Pengisian Solar
Pertanyaannya sederhana: mengapa masyarakat dan sopir tertentu disebut tidak leluasa mendapatkan solar, sementara pihak tertentu justru diduga memiliki akses khusus?
Apakah benar terdapat “jalur khusus” dalam pengisian solar di SPBU tersebut?
-
Siapa yang memberikan akses?
Apakah operator dan pengawas SPBU mengetahui aktivitas tersebut?
Dan jika benar ada keterlibatan personel TNI AL, dalam kapasitas apa Taufik dan Ginanjar berada di lokasi dan berhubungan dengan aktivitas pengisian tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan ini semestinya tidak dijawab dengan bantahan normatif. Perlu pemeriksaan lapangan dan penelusuran fakta.
-
POMAL dan Polda Lampung Diminta Periksa Dugaan
POMAL Lampung patut turun tangan untuk memastikan apakah nama Taufik dan Ginanjar benar merupakan personel TNI AL dan apakah terdapat hubungan mereka dengan aktivitas yang dikeluhkan warga.
Polda Lampung juga perlu memberi perhatian, khususnya terhadap dugaan intimidasi yang disampaikan warga. Jangan sampai masyarakat yang menyampaikan keluhan justru merasa takut, sementara dugaan penyimpangan tidak pernah diperiksa.
Sementara BPH Migas dan Pertamina perlu memastikan apakah pola distribusi solar di SPBU tersebut telah sesuai dengan ketentuan, termasuk mekanisme pembelian, pencatatan transaksi, identitas kendaraan, serta kemungkinan pengisian berulang oleh pihak tertentu.
Sebab jika seluruh transaksi tercatat secara elektronik, jejaknya semestinya dapat ditelusuri.
-
Pengawasan Distribusi Solar Perlu Transparan
Media juga mempertanyakan, mengapa aktivitas yang disebut warga berlangsung secara rutin pada rentang waktu tertentu bisa luput dari pengawasan?
Jangan sampai pengawasan hanya berjalan ketika kamera media datang atau ketika persoalan sudah ramai diperbincangkan.
Laporan warga ini bukan vonis. Taufik dan Ginanjar berhak memberikan klarifikasi. Pengelola SPBU, operator, pengawas, Pertamina, POMAL Lampung, Polda Lampung maupun BPH Migas juga memiliki ruang untuk menjelaskan fakta sebenarnya.
Namun justru karena menyangkut BBM, dugaan akses khusus, dugaan keterlibatan oknum aparat dan dugaan intimidasi, persoalan ini layak diperiksa secara serius dan transparan.
Kalau memang tidak ada permainan, buka mekanismenya. Kalau memang tidak ada keterlibatan oknum, jelaskan secara terang. Dan kalau ditemukan pelanggaran, jangan berhenti pada teguran.
Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa solar bukan milik kelompok tertentu dan SPBU bukan ruang yang hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki koneksi.
Harian Metropolis akan terus menelusuri laporan ini dan meminta klarifikasi kepada seluruh pihak terkait.
(Tem)
- Penulis: Tem




